Feature

Jalin Koneksi Global, SMA Muhi dan Sekolah Malaysia Bertukar Budaya

31
×

Jalin Koneksi Global, SMA Muhi dan Sekolah Malaysia Bertukar Budaya

Sebarkan artikel ini
71 murid SMA Muhi Yogyakarta dan 74 murid SMK Malaysia berkolaborasi dalam pembelajaran antarbangsa, menguatkan kompetensi global dan nilai Islam berkemajuan.
SMA Muhi Yogyakarta dan 74 murid SMK Malaysia berkolaborasi dalam pembelajaran antarbangsa. (Tagar.co/Yusron Ardi Darmawan)

71 murid SMA Muhi Yogyakarta dan 74 murid SMK Malaysia berkolaborasi dalam pembelajaran antarbangsa, menguatkan kompetensi global dan nilai Islam berkemajuan.

Tagar.co – SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah berwawasan global. Sekolah ini mewujudkan Pembelajaran Kolaborasi Indonesia–Malaysia pada 3–5 November 2025.

Inisiatif strategis ini wujud nyata komitmen sekolah untuk membangun koneksi internasional. Sebanyak 74 murid dan 15 guru dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Malaysia, yaitu SMK Seksyen 7, SMK Seksyen 9, SMK Seksyen 19, SMK Puncak Alam, dan SMK Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, mengikuti kegiatan ini.

Dari pihak tuan rumah, 71 murid dan 8 pimpinan SMA Muhi Yogyakarta berpartisipasi aktif. Bersama-sama, mereka belajar, berkreasi, dan menjalin persaudaraan lintas negara.

SMA Muhi mengemas kegiatan kolaboratif ini dalam berbagai sesi menarik. Pembukaan berlangsung di Grha Assakinah, bermula pembacaan kalam Ilahi dan sambutan para pimpinan. Acara kemudian berlanjut dengan tampilan budaya, seperti tarian, musik angklung, dan gamelan.

Murid-murid berinteraksi dalam kelompok lintas sekolah untuk mempelajari bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Selain itu, mereka mengikuti kegiatan seni dan olahraga tradisional, seperti membatik dan gobak sodor.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, Halaman Masjid Besar Ahmad Dahlan Banyuwangi Memutih

Suasana keakraban semakin terasa pada hari-hari berikutnya. Murid-murid mengadakan lomba bulu tangkis dan menampilkan seni bersama, yang menumbuhkan semangat kolaboratif dan saling menghargai perbedaan budaya.

Bentuk Generasi Berkompetensi Global

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menekankan pentingnya koneksi global dan kemampuan komunikasi antarbangsa bagi generasi muda. Dalam sambutannya, ia menyatakan, “Pada era abad ke-21, kompetensi global menjadi kunci keberhasilan individu dalam menghadapi tantangan dunia yang saling terhubung.”

Pandangan ini sejalan dengan teori Global Competence Framework dari OECD (2018). Teori tersebut menegaskan, kemampuan memahami, menghargai, dan berinteraksi secara efektif lintas budaya merupakan keterampilan esensial dalam pendidikan modern.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal PWM DIY, Ahmad Muhammad, M.Ag., menyoroti pentingnya internasionalisasi Muhammadiyah. Ia melihatnya sebagai wujud peran aktif dunia pendidikan Islam di kancah global.

Ahmad Muhammad mengingatkan, generasi muda muslim kini menghadapi tantangan globalisasi yang kompleks—baik di bidang moral, teknologi, maupun identitas keislaman. Oleh karena itu, ia menilai kegiatan seperti ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat karakter, wawasan internasional, serta semangat dakwah yang moderat dan berkemajuan.

Baca Juga:  Antusiasme Siswa Smamio Bedah Jurusan Teknik Bareng Mahasiswa ITS

Pertukaran Praktik Baik Guru dan Visi Kader Bangsa

Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat besar bagi siswa, tetapi juga bagi para guru. Guru-guru dari Malaysia dan Indonesia melaksanakan diskusi serta pertukaran praktik baik dalam pengajaran dan pembelajaran abad ke-21.

Sesi khusus ini berlangsung di Ruang Multimedia SMA Muhi. Mereka berbagi metode pembelajaran kreatif, strategi penggunaan teknologi di kelas, serta pendekatan penguatan karakter dan literasi digital. Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif, menunjukkan semangat profesionalisme dan kolaborasi lintas negara yang menginspirasi.

Kolaborasi pendidikan antara SMA Muhi dan sekolah-sekolah Malaysia ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata visi “Cadre and Leader“. Visi ini bertujuan membentuk kader bangsa yang berjiwa pemimpin, cakap secara global, dan berakhlak mulia.

Melalui pembelajaran lintas negara, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai sekolah unggulan. Sekolah ini siap mencetak generasi berdaya saing internasional, berjiwa kebangsaan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. (#)

Baca Juga:  Sebar Mubalig, Cahaya Muhammadiyah Terangi Pelosok Kalimantan Tengah

Jurnalis Yusron Ardi Darmawan Penyunting Sayyidah Nuriyah