Feature

Keluarga Tangguh Itu Jaga Nilai Agama

19
×

Keluarga Tangguh Itu Jaga Nilai Agama

Sebarkan artikel ini
Keluarga tangguh menjadi bahasan Pengajian Akbar Muslimah yang digelar oleh Aisyiyah Kota Palangkaraya. Menghadirkan ustazah Nina Mudah yang menegaskan ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya
Ustazah Nina Mudah membahas keluarga tangguh di Pengajian Akbar Muslimah PDA Kota Palangkaraya (Tagar.co/Muhammad Fitriani)

Keluarga tangguh menjadi bahasan Pengajian Akbar Muslimah yang digelar oleh Aisyiyah Kota Palangkaraya. Menghadirkan ustazah Nina Mudah yang menegaskan ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya

Tagar.co – Masjid Darul Arqom Muhammadiyah Kalimantan Tengah yang lokasinya di Jalan RTA. Milono KM 1,5 Kompleks Perguruan Muhammadiyah Kota Palangkaraya dipenuhi jamaah ibu-ibu pengajian dan seluruh organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah se-Kota Palangkaraya.

Mereka menghadiri Pengajian Akbar Muslimah. Penyelenggaraannya adalah Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Palangkaraya, Ahad (24/8/2025). Pengajian Akbar ini menghadirkan narasumber dari Aisyiyah Kalimantan Selatan, Ustazah Nina Mudah, S.Pd., M.Pd., M.Kom. Pengajian mengangkat tema Keluarga Tangguh Tanpa Rapuh.

Dalam ceramahnya ustazah Nina menyampaikan, keluarga merupakan benteng pertama sekaligus pondasi utama dalam membangun kekuatan umat. “Ketangguhan keluarga tidak diukur dari materi, harta, dan kedudukan. Melainkan dari kemampuan menghadapi setiap ujian dengan iman, doa, dan kebersamaan,” ujarnya mengawali ceramah.

“Keluarga tangguh adalah keluarga yang menjaga nilai agama. Memperkuat ikatan cinta, dan saling menguatkan di tengah berbagai tantangan zaman,” tambahnya.

Baca Juga:  Tarhib Ramadan RS PKU Palangka Raya Kumpulkan Karyawan

Teladan Keluarga Imran dan Luqman

Untuk mempertegas pesan tersebut, Ustazah Nina mengutip kisah keluarga Imran dalam Al-Qur’an. Setelah sekian lama tidak dikaruniai anak, keluarga Imran bernazar apabila diberi anak laki-laki maka akan dipersembahkan untuk berkhidmat di Baitul Maqdis. Namun Allah justru menganugerahkan anak perempuan, yang diberi nama Maryam.

“Dengan penuh keikhlasan, istri Imran tetap menunaikan nazarnya dan menyerahkan Maryam untuk mengabdi. Dari keluarga yang sabar dan tawakal ini lahirlah Maryam, seorang wanita suci yang Allah muliakan. Kisah ini menjadi teladan bahwa doa, ikhtiar, dan ketundukan pada takdir Allah adalah kunci ketangguhan keluarga,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan jamaah dengan kisah Luqman. Seorang ayah yang memberikan nasihat penuh hikmah kepada anaknya tentang tauhid, ibadah, dan akhlak mulia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan. Tentu agar anak tumbuh menjadi generasi yang tangguh menghadapi zaman.

“Bahwa peran ibu muslimah sangatlah sentral. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, tempat pendidikan akhlak dan iman bermula. Selain itu, ibu juga menjadi penyemangat dan penopang suami agar tetap istiqamah sebagai pemimpin keluarga. Dengan demikian, ketangguhan keluarga dibangun atas dasar kerja sama, cinta, dan doa yang tidak pernah putus,” tegasnya.

Baca Juga:  Sebar Mubalig, Cahaya Muhammadiyah Terangi Pelosok Kalimantan Tengah

Pondasi Tegaknya Umat

Pengajian akbar ini tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga wahana penguatan ideologi dan spiritualitas bagi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kalimantan Tengah. PDA Kota Palangkaraya berharap para muslimah semakin termotivasi untuk membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan penuh keberkahan. Sebab, keluarga tangguh bukan hanya benteng pribadi, melainkan juga pondasi bagi tegaknya umat dan bangsa.

Jamaah terlihat antusias, serta banyak pesan penting yang diambil dari ceramah, sehingga semua aktif menyimak hingga akhir acara. Terakhir menutup acara dengan doa bersama. Memohon kepada Allah SWT agar keluarga muslim senantiasa dilindungi dan diberikan kekuatan dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. (#)

Jurnalis Muhammad Fitriani. Penyunting Sugiran.