Feature

Hal-Hal yang Baru dan Berbeda di Smamsatu

26
×

Hal-Hal yang Baru dan Berbeda di Smamsatu

Sebarkan artikel ini
Pasbrama menyambut kami yang didampingi Mohammad Hilman Fanani )(baju putih) (Tagar.co/Mardliyatul Faizun)

Kunjungan penilaian LLSMS 2025 di SMA Muhammadiyah 1 alias Smamsatu Gresik menyingkap sejumlah hal baru. Apa saja yang membuatnya terasa lain dari biasanya?

Tagar.co – Pagi itu, Jumat, 8 Agustus 2025, udara di halaman SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Jawa Timur, terasa segar. Saya dan Ernawati datang untuk bertugas sebagai juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) 2025.

LLSMS diselenggarakan Majeis Dikdasmen PNF dan Mejelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik.

Baru beberapa langkah memasuki area sekolah, sambutan hangat sudah menyapa. Mohammad Hilman Fanani, anggota Jaringan dan Alumni Smamsatu, menyalami kami lalu mengantar hingga ke hadapan Kepala Smamsatu, Nurul Ilmiyah, yang berdiri bersama tiga anggota Pasukan Pengibar Bendera (Pasmabra) berseragam hitam resmi berhias bordir emas, epaulet berjumbai, sabuk kuning, jilbab hitam, dan topi pet putih.

Satu di antaranya membawa nampan merah berhias rumbai emas, salah satunya berisi blangkon khas Jawa Timur yang kemudian dipakaikan kepada saya, sementara Ernawati menerima syal batik senada.

Dela Andika Tri Pamungkas memimpin Senam Anak Indonesia Hebat (Tagar.co/Mardliyatul Faizun)

Tak berhenti di situ, suasana akrab berlanjut ketika kami diajak bergabung dalam Senam Anak Indonesia Hebat yang dipimpin guru PJOK, Dela Andika Tri Pamungkas.

Iringan musik riang membuat halaman sekolah penuh energi. Pimpinan sekolah, guru, dan siswa berseragam oranye-hitam bergerak serempak, sementara sinar matahari pagi memantulkan keceriaan dari wajah-wajah yang tersenyum lepas.

Selesai senam, kami diarahkan menuju lobi gedung utama Smamsatu yang menjulang tujuh lantai.

Nanik Nurfarista sedang memandu kami saat mengisi buku tamu digital (Tagar.co/Mardliyatul Faizun)

Di sinilah saya menemukan salah satu sentuhan baru: proses registrasi tamu yang cepat dan praktis lewat pemindaian barkode, tanpa perlu menulis di buku tamu manual.

Sistem absensi digital ini dipandu oleh Nanik Nurfarista, resepsionis sekaligus Asisten Kepala Smamsatu Gresik, yang dengan ramah mengarahkan langkah kami hingga selesai.

Sistem ini terasa selaras dengan penataan lobi yang modern dan rapi, semakin memperkuat kesan profesional Smamsatu.

Baca Juga:  Siswa Smamsatu Gresik Tebar 400 Takjil, Hangatkan Ramadan bersama Masyarakat

Dari lobi, kami diantar masuk ke ruang kepala sekolah. Saya terkejut karena ada dua tanaman dalam pot kecil yang ditaruh di meja Bu Il dan meja tamu. “Wah ini baru, saya suka!”

Kepala Smamsatu Nurul Ilmiyah (kiri) bersama wakil kepala sekolah menerima kami di kantornya (Tagar.co/Mardliyatul Faizun)

Usai minum air putih yang disediakan dalam gelas (maklum kami haus habis senam) dan ngobrol bersama kami menaiki tangga menuju aula lantai dua. Di setiap langkah, mata kami dimanjakan oleh mural segar karya ekstrakurikuler Power Art yang baru selesai tiga hari lalu. Power Art dibimbing guru seni Akhmad Yoni Risal.

Di satu sisi, terbentang kalimat Langkah kecil hari ini, bisa jadi lompatan BESAR nanti” dengan kata BESAR yang tegas dengan line huruf berwarna biru, memberi dorongan motivasi di setiap tapak.

Di sisi tangga lain, mural bernuansa gradasi kuning-oranye bertuliskan “Be The Focus” dengan huruf putih tebal, dikelilingi lingkaran-lingkaran oranye menyerupai percikan cat—menciptakan aura kreatif yang menyenangkan.

Menurut Nurul Ilmiah yang akrab dispa Bu Il, selain menjadi hiasan bermakna, “Mural itu juga bagian dari pemberian wadah ekspresi seni anak-anak Powert Art yang sah.”

di samping tangga dengan dinding bermural karya Power Art yang masihh baru (Tagar.co/Mardliyatul Faizun)

Begitu memasuki aula, suasana segar kembali menyambut. Panggung kecil di ujung ruangan tampil dengan latar marmer putih elegan. Di tengahnya, logo sekolah 1 berdiri tegak di atas tulisan SMA Muhammadiyah 1 Gresik dengan aksen warna biru dan hijau.

Panel kayu vertikal di sisi panggung memberi nuansa hangat, sementara meja di depannya tertata rapi dengan taplak batik dan hiasan sulur hijau keemasan.

Backdrop baru ini melengkapi rangkaian pembaruan yang saya temui saat  melangkah di Smamsatu kali, menandai keseriusan sekolah ini berinovasi sesuai dengan taglinenya: Be the First.

Berbincang di panggung kecil aula lantai dua Smamsatu. Tempat ini juga disewakan untuk umum dalam kekguatan skala 200 peserta. (Tagar.co/Mardliyatul Faizun)

Dari aula lantai dua, kami bersama Kepala Smamsatu, Nurul Ilmiyah, melangkah menuju perpustakaan sekolah: Teras Mentari. Ruangannya terasa lapang dan terang, rak-rak buku tersusun rapi di bawah cahaya alami dari jendela besar.

Baca Juga:  Menko Pangan Kunjungi Smamsatu Gresik: Pantas Saja Jadi SMA Terbaik, Siswanya Keren

Di tengah ruang, terdapat rak unik dari kayu berbentuk kayu yang dijadikan rak buku, memberi sentuhan kreatif pada interior. “Itu sumbangan dari PT Petrokimia bersama isinya: beberapa buku,” terang Bu Il.

Kami disambut oleh Putri Tsaniya Imtiyaz, S.IP., pustakawan SMA Muhammadiyah 1 Gresik yang mengenakan busana hitam. Sambil berdiri di antara rak koleksi, kami berbincang ringan seputar layanan perpustakaan dan sudut-sudut tematik yang ada.

Salah satunya adalah Nihon no Yoko – Teras Mentari no Toshoshitsu, sudut baca yang berisi pengetahuan, buku, dan aksesori seputar Jepang, hasil kerja sama dengan PT Smelting.

Tak jauh dari situ, sekelompok siswa berseragam olahraga oranye-hitam duduk mengelilingi meja bundar, tampak asyik berdiskusi. Perpustakaan ini bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan belajar kolaboratif yang nyaman.

Saya senang melihat adanya rak buku baru di Teras Mentari. “Sebaiknya juga ada rak khusus buku best seller, maksudnya berisi daftar 10 buku yang paling banyak dibaca,” saran saya. Pengalaman dari berkunjung ke toko buku, dua rak seperti itu selalu menjadi tujuan pertama saya begitu masuk.

Di Perpustakaan Teras Mentari Smamsatu bersama pustakawan Putri Tsaniya Imtiyaz (kedua dari kiri). Beberapanak sedang membaca buku dan berdiskusi. (Tagar.co/Mardliyatul Faizun)

Kunjungan atau penilaian kami berlanjut ke beberapa kelas yang hari itu juga sedang menggelar lomba majalah dinding dan kebersihan kelas. Bu Erna—sapaan akrab Ernawati, Kepala Bagian Pusat Studi Eksakta dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gresik—memberikan wawasan sesuai kepakarannya di kelas-kelas tersebut.

Di sela kunjungan, Bu Erna juga mengabsen siswa yang membawa tumbler. Ternyata, sebagian besar siswa sudah membawanya. Kepada yang belum, Bu Erna mengimbau agar mengikuti jejak mayoritas demi mengurangi sampah plastik.

Kantin dan minimarket pun menjadi jujukan kami. Beberapa pelaku UMKM mendapat kesempatan berjualan di sana. Bu Erna memberi sejumlah catatan agar kantin lebih sehat dan ramah lingkungan, misalnya terkait masih adanya makanan yang mengandung zat pewarna nonalami dan penjualan mi instan yang mengandung MSG.

Baca Juga:  Ramadan Berbagi IPM MBS Madinatul Ilmi Smamsatu Salurkan Donasi Rp30 Juta

Penggunaan wadah kardus dan plastik juga menjadi sorotan. “Sebaiknya siswa membeli dengan membawa tepak makanan dan tumbler untuk isi ulang minuman,” sarannya.

Bu Il, yang setia mendampingi kami, berjanji akan menindaklanjuti saran-saran tersebut, termasuk menambah pohon keras di halaman depan dan pot-pot tanaman di sudut selasar maupun kelas.

“Beberapa sudut sudah ada tanaman, tapi jumlahnya masih kurang,” tambah saya.

Ernawati sedang “mengajar: di kelas (Tagar.co/Mardliyatul Faizun)

Toilet juga menjadi sasaran visitasi. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana Smamsatu, Choirul Isak, menjelaskan bahwa toilet-toilet di gedung baru Smamsatu sudah direnovasi. Ini juga hal baru.

“Alhamdulillah sekarang lebih lega dan sesuai syar’i karena menghindari najis,” ujarnya.

Kepada pimpinan sekolah, kami berpesan agar modal besar berupa gedung baru yang menjulang ini dirawat dengan baik dan lebih dihijaukan.

“Semua sudah saya catat, Pak. Ada 19 poin,” jawab Bu Il.

Kunjungan kami di Smamsatu hari itu berakhir dengan senyum dan semangat baru. Dari penyambutan yang hangat, mural segar di tangga, hingga diskusi ringan di perpustakaan dan penilaian di kelas serta kantin.

Semuanya meninggalkan kesan bahwa sekolah ini tidak hanya berbenah secara fisik, tetapi juga menumbuhkan budaya sehat dan peduli lingkungan.

Smamsatu terasa seperti rumah yang terus dirawat dan dipercantik oleh penghuninya. Setiap sudut bercerita, setiap langkah memberi inspirasi. Saya pulang dengan keyakinan, jika semangat ini dijaga, Smamsatu akan selalu menjadi sekolah yang wangi prestasi dan harum kebaikan. (#)

Jurnalis Mohammad Nurfatoni