Khotbah

Membekali Diri agar Tak Mampir ke Neraka: Teks Khotbah Jumat

70
×

Membekali Diri agar Tak Mampir ke Neraka: Teks Khotbah Jumat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI

Hidup di dunia adalah kesempatan emas untuk menyiapkan bekal terbaik menuju akhirat. Khotbah ini mengingatkan kita tentang pentingnya mencari rezeki halal, memilih teman saleh, menjauhi kebangkrutan spiritual, dan berdiri sendiri di hadapan Allah kelak. Jangan tertipu kenyamanan dunia—surga bukan untuk mereka yang lengah.

Oleh Muhammad Nashihudin, M.Si. Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur

Naskah khotbah lainnya: Bersih-Bersih dari Noda Syirik, Khotbah Jumat

Tagar.co – Naskah khotbah Jumat berjudul Membekali Diri agar Tak Mampir ke Neraka: Teks Khotbah Jumat selengkapnya:

اَلْـحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً. وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ. وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah setiap waktu, semoga kita menjadi hamba-hamba yang pandai bersyukur.

Selawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad Saw., beliau adalah rahmatanlilalamin, teladan dan panutan bagi kita semua.

Kehidupan akhirat yang begitu panjang harus dipersiapkan dengan bekal amal saleh sedini mungkin dan dengan keikhlasan dalam beribadah.

Kehidupan dunia adalah kesempatan untuk mencari bekal terbaik agar selamat di akhirat.
Sebaik-baik bekal adalah takwa, maka bertakwalah dengan sebenar-benarnya.

Allah Swt. berfirman

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

“Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.” (Yasin: 51)

قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۗ هَـٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ

“Mereka berkata, ‘Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?’ Inilah yang dijanjikan Allah Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul-Nya.” (Yasin: 52)

Manusia akan menghadapi persoalan berat di akhirat karena masing-masing akan mendapatkan balasan, dan mereka sendiri akan berdiri tanpa pendamping saat diadili di Padang Mahsyar.

Kaum Muslimin yang mulia

Untuk menghadapi hidup di akhirat, kita diberi bekal terbaik dan jurus jitu agar dapat masuk surga tanpa harus mampir terlebih dahulu ke neraka. Berikut beberapa bimbingan yang disampaikan:

1. Pentingnya mencari rezeki yang halal dan tayyib dalam kehidupan dunia

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (Al-Baqarah: 172)

2. Pentingnya berteman dan berkomunitas dengan orang saleh

Rasulullah Saw. bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karena itu, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (H.R. Abu Daud no. 4833)

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

“Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman, karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.” (Ma’alimut Tanzil, 4: 268)

3. Orang-Orang yang Bangkrut

Nabi ﷺ bersabda:

“Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?”

Mereka (para sahabat) menjawab: “Orang yang tidak memiliki dirham dan harta.”

Beliau bersabda: “Orang yang bangkrut dari kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) salat, puasa, dan zakat. Namun dia juga pernah mencaci, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka pahala kebaikannya akan dibagi kepada mereka. Jika habis sebelum selesai, dosa-dosa mereka akan dilemparkan kepadanya, lalu dia dilemparkan ke dalam neraka.” (H.R. Muslim NMo. 2581)

4. Berdiri Sendiri dengan Amal

Luqman ayat 33:
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat pula menolong ayahnya sedikit pun…”

Tafsir Ibnu Katsir menegaskan bahwa pada hari itu setiap manusia akan mempertanggungjawabkan amalnya masing-masing. Tidak ada bantuan, syafaat, atau tebusan dari siapa pun kecuali atas izin Allah.

Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا، وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Penyunting Mohammad Nurfatoni