Feature

Kisah Hijrah Nabi Semarakkan Tahun Hijriah di Madrasah Ini

18
×

Kisah Hijrah Nabi Semarakkan Tahun Hijriah di Madrasah Ini

Sebarkan artikel ini
Kisah hijrah Nabi Muhammad diceritakan kepada murid MI Muhammadiyah 28 media edukasi karakter untuk memperkuat keislaman, empati, dan budaya ramah anak.
Acara Safari Berkisah di MI Muhammadiyah 28 Surabaya bercerita hijrah Nabi Muhammad. (Tagar.co/Tiris Ahmadha)

Kisah hijrah Nabi Muhammad diceritakan kepada murid MI Muhammadiyah 28 media edukasi karakter untuk memperkuat keislaman, empati, dan budaya ramah anak.

Tagar.co – Semarak tahun baru Islam 1447 Hijriah di MI Muhammadiyah 28 (MIM 28) Jln. Raya Bangkingan Surabaya berlangsung penuh makna dan semangat.

Dengan tema Menggapai Keberkahan dengan Berbagi Kebahagiaan, sekolah Islam di Surabaya Barat ini menggelar kegiatan Safari Berkisah, Kamis (17/7/2025).

Acara digelar di aula madrasah dihadiri seluruh siswa kelas 1 hingga 6, guru, serta Kepala MIM 28,Rohim, S.HI., M.Pd.

Suasana aula langsung hening ketika sang pendongeng, Kak Aldo dari Insan Mandiri Sidoarjo, mulai berkisah tentang kisah hijrah Nabi Muhammad Saw dan semangat perjuangan menegakkan Islam.

Kisah pertama mengangkat perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah peristiwa penting yang menjadi tonggak penanggalan kalender Hijriah.

Kisah kedua dituturkan dengan penuh ekspresi dan ilustrasi menarik mengangkat tema anti perundungan di sekolah. Semua siswa terdiam, merenung, hingga akhirnya bertepuk tangan penuh semangat.

Cerita ini menjadi sorotan utama karena menyentuh kehidupan siswa secara langsung, tentang pentingnya anti bullying di sekolah.

Perundungan atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya.

Perundungan juga membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok.

“Anak-anak harus menjadi pemberani seperti Nabi Muhammad, tetapi bukan untuk menyakiti teman. Jadilah pemberani yang membela kebenaran dan menyayangi sesama,” ujar Kak Aldo saat berkisah, disambut anggukan penuh antusias dari para siswa.

Kegiatan ini bukan sekadar peringatan tahun baru Islam, tetapi juga sebagai media edukasi karakter anak.

Kepala Madrasah, Ustadz Rohim, menegaskan, momen Muharram kali ini dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, empati, dan budaya ramah anak.

“Kami ingin siswa tak hanya paham tentang sejarah Islam, tetapi juga membawa nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun madrasah yang bebas dari bullying,” katanya.

Dengan semangat Muharam 1447 H, sambung dia, MI Muhammadiyah 28 Surabaya terus menanamkan akhlak mulia dan sikap peduli pada sesama, menjadikan madrasah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh cinta.  (#)

Jurnalis Tiris Ahmadha  Penyunting Sugeng Purwanto