Feature

Anak Aset Paling Berharga bagi Bangsa: Pesan Camat Menganti di HAN 2025

51
×

Anak Aset Paling Berharga bagi Bangsa: Pesan Camat Menganti di HAN 2025

Sebarkan artikel ini
Camat Menganti, Bagus Arif Jauhari, S. STP saat memberikan sambutan pada acara pembukaan lomba Hari Anak Nasional, Menganti Gresik, Jawa Timu, Sabtu, 31 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Camat Menganti, Bagus Arif Jauhari, menegaskan anak adalah aset paling berharga. Di HAN 2025, ia berpesan: awasi penggunaan gadget, bangun komunikasi, dan lindungi anak dari bullying demi masa depan bangsa.

Tagar.co – Suasana Pendopo Kecamatan Menganti, Gresik, Sabtu pagi (31/5/2025), tampak berbeda dari biasanya. Ribuan anak-anak TK dari seluruh Kecamatan Menganti memadati area pendopo dan halaman untuk mengikuti rangkaian lomba dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025.

Di tengah keramaian yang riuh penuh tawa, Camat Menganti, Bagus Arif Jauhari, S.STP., hadir bersama sang istri. Mengenakan kaos berkerah hitam dan bertopi, ia tampak berbaur dengan peserta, guru, dan para orang tua.

Baca juga: Bukan Sekadar Menang: Pesan Pengawas TK di Lomba HAN Menganti

Dalam sambutannya, Bagus menekankan pentingnya memperingati HAN dengan penuh keceriaan, sembari mengingatkan semua pihak akan nilai berharga anak-anak sebagai aset masa depan bangsa.

“Mereka adalah calon pemimpin, oleh karena itu mari kita jaga dengan baik, kawal dengan baik, di sekolah maupun rumah,” ujarnya penuh semangat.

Baca Juga:  Zada yang Tak Pernah Diam

Bagus juga memberi pesan khusus kepada para orang tua terkait penggunaan gawai. Menurutnya, terlalu sering membiarkan anak bermain gadget demi meredam tangisan atau agar mereka tenang bisa membawa dampak negatif yang serius.

Pelepasan balon pada acara pembukaan lomba Hari Anak Nasional di Pendopo Kecamatan, Menganti Gresik, Jawa Timu, Sabtu, 31 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

“Jangan sampai terjadi penyalahgunaan gadget yang bisa mengakibatkan efek negatif bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya. Ia menyarankan agar para orang tua lebih banyak meluangkan waktu berkomunikasi langsung dengan anak-anak mereka, karena pengalaman berinteraksi nyata adalah pembelajaran terbaik.

Bagus mengingatkan seluruh guru dan orang tua untuk menjaga anak-anak dari tindakan perundungan, baik secara fisik maupun verbal.

Dengan penuh optimisme, Bagus menutup sambutannya, “Bismillah, kegiatan HAN di wilayah Kecamatan Menganti tahun 2025 secara resmi bisa dibuka dan dimulai.”

Gelaran lomba yang digelar oleh IGTKI Kecamatan Menganti itu menjadi ajang bukan hanya untuk unjuk kemampuan, tetapi juga untuk memperkuat ikatan antara anak-anak, guru, dan orang tua, sekaligus memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya melindungi generasi penerus. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni