Feature

Langkah Kecil, Dampak Besar: IPM Bawean Ajak Pelajar Mengelola Sampah dengan Cerdas

52
×

Langkah Kecil, Dampak Besar: IPM Bawean Ajak Pelajar Mengelola Sampah dengan Cerdas

Sebarkan artikel ini
Tim Peduli Sampah Bidang Lingkungan Hidup PC IPM Bawean. (Tagar.co/Khanitatul Imaniya)

IPM Bawean menggelar Bakti Alam, gerakan peduli sampah yang mengedukasi dan mengajak aksi nyata. Dari memilah sampah hingga mendaur ulang, pelajar diajak berkontribusi menciptakan lingkungan bersih dan kreatif. Langkah kecil, dampak besar!

Tagar.co – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bawean menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dengan menggelar kegiatan Bakti Alam pada 22-23 Februari 2025.

Kegiatan yang berlangsung di MTs Muhammadiyah 5 serta Dusun Daun Barat, Desa Daun, Sangkapura, Bawean, Gresik, ini mengusung konsep edukasi dan aksi nyata dalam pengelolaan sampah.

Kolaborasi Edukasi dan Aksi Nyata

Program kerja bidang Lingkungan Hidup (LH) PC IPM Bawean ini bertujuan mengedukasi pelajar agar memiliki kepedulian lebih terhadap kebersihan lingkungan. Dengan menggandeng siswa MTs Muhammadiyah 5—sekolah yang tengah dalam proses penilaian sebagai madrasah adiwiyata tingkat provinsi—diharapkan kegiatan ini semakin memperkuat pemahaman dan praktik pengelolaan sampah di kalangan pelajar.

Baca juga: Lepas Penat, IPM Bawean Mancing Bareng di Jembatan Apung Pamona

Menariknya, kegiatan ini juga dikolaborasikan dengan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang sedang dilaksanakan oleh Pimpinan Ranting (PR) IPM MTs Muhammadiyah 5. Melalui sinergi ini, PC IPM Bawean turut serta sebagai panitia LDKS dengan memasukkan sesi edukasi dan aksi peduli sampah dalam rangkaian kegiatan.

Baca Juga:  Sehari Penuh Mengabdi: IPM Bawean Hadirkan Ramadan Berdampak di Kepuhteluk

Turut hadir dalam acara ini Ketua Umum PC IPM Bawean Ilham Novian Ramadani, Ketua Bidang LH Bungariana Dwi Tiara, Ketua Pelaksana Sulistiawati Winarti Putri, Kepala MTs Muhammadiyah 5 Eklis Dinika, M.Pd.I.; serta pemateri utama, Eka Sabda Pertiwi.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Untuk mengurangi sampah plastik selama acara berlangsung, seluruh peserta dan panitia diwajibkan membawa totebag, kotak makan, dan tumbler. “Bayangkan jika kebiasaan ini diterapkan setiap hari, tentu tumpukan sampah plastik bisa berkurang drastis,” ujar Bungariana Dwi Tiara.

Dalam sesi edukasi, Eka Sabda Pertiwi mengajak peserta memahami pentingnya pengelolaan sampah mulai dari cara mengurangi, memilah, hingga mendaur ulang sampah. “Kalian sadar tidak kalau dalam kegiatan ini sudah melakukan aksi nyata dalam mengurangi sampah? Dengan membawa tumbler dan kotak makan saja, kalian sudah berkontribusi,” ungkap Eka.

Untuk memudahkan proses pemilahan sampah, panitia menyediakan tiga tempat sampah dengan warna berbeda: hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk B3 (bahan berbahaya dan beracun). Peserta diajak untuk mengumpulkan minimal tiga sampah dari lingkungan sekitar lalu memasukkannya ke tempat yang sesuai.

Baca Juga:  Sehari Penuh Mengabdi: IPM Bawean Hadirkan Ramadan Berdampak di Kepuhteluk
Peserta LDKS Peduli Sampah PR IPM MTs Muhammadiyah 5 (Tagar.co/Khanitatul Imaniya)

Sampah Bernilai Ekonomi

Eka juga mengenalkan konsep bank sampah kepada peserta. “Sampah yang kita anggap tidak berharga ternyata bisa menjadi uang. Jika kalian menyetorkannya ke Bank Sampah Majeti di Dusun Daun Laut, maka akan mendapat buku tabungan,” jelasnya.

Informasi ini disambut antusias oleh peserta, yang semakin sadar bahwa sampah bukan hanya sekadar limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

Sebagai bentuk inspirasi, Eka juga memamerkan produk hasil daur ulang seperti kotak tisu dan tempat pensil dari bahan bekas. Kotak tisu dibuat dari gulungan kertas dan koran bekas yang disusun rapi, sementara tempat pensil berasal dari botol dan kaleng bekas yang telah didesain ulang.

“Sampah yang kalian anggap tak berharga bisa disulap menjadi barang bernilai estetika dan ekonomi,” tambahnya.

Apresiasi dan Harapan

Kepala MTs Muhammadiyah 5, Eklis Dinika, M.Pd.I., mengapresiasi kegiatan ini yang sangat membantu dalam pembentukan karakter siswa sebagai kader Adiwiyata. “Semoga kolaborasi ini bisa terus berlanjut. Siswa kami sangat antusias dan mendapatkan banyak wawasan baru tentang pengelolaan sampah,” ujarnya.

Baca Juga:  Sehari Penuh Mengabdi: IPM Bawean Hadirkan Ramadan Berdampak di Kepuhteluk

Sementara itu, Ilham Novian Ramadani menekankan bahwa semangat peduli sampah juga bisa menjadi ajang kreativitas. “Ternyata, selain berkontribusi untuk lingkungan, kita juga bisa mengembangkan keterampilan baru melalui daur ulang. Bisa nih, ke depan kita adakan workshop kreativitas berbasis daur ulang,” ungkapnya penuh semangat.

Dengan adanya kegiatan Bakti Alam, diharapkan semakin banyak pelajar yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Langkah kecil seperti membawa tumbler dan memilah sampah bisa menjadi awal dari perubahan besar bagi lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (#)

Jurnalis Sony Elvianto Hermawan Penyunting Mohammad Nurfatoni