Feature

Angkat Kearifan Lokal, Siswa SD Ini Bikin Batik Jumput di Totebag

30
×

Angkat Kearifan Lokal, Siswa SD Ini Bikin Batik Jumput di Totebag

Sebarkan artikel ini
Angkat kearifan lokal jadi pilihan SD Muhammadiyah 2 Tulangan dalam mewujudkan P5. Beratap langit, para siswa praktik bersama bikin batik jumput di totebag.
Hasil karya batik jumput pada totebag oleh siswa kelas VI SD Muhammadiyah 2 Tulangan. (Tagar.co/Asri Dyah)

Angkat kearifan lokal jadi pilihan SD Muhammadiyah 2 Tulangan dalam mewujudkan P5. Beratap langit, para siswa praktik bersama bikin batik jumput di totebag.

Tagar.co – Senin (20/1/2025) pagi cuaca cerah. Para siswa kelas VI SD Muhammadiyah 2 Tulangan berbondong-bondong ke lapangan sekolah.

Masing-masing siswa membawa peralatan untuk membatik jumputan. Sebelum memulai, mereka kompak memakai sarung tangan plastik sekali pakai.

Dengan antuasias dan sesekali berseling canda tawa, mereka mengikuti arahan dari ketiga wali kelas VI. Arvi Andriani, S.Pd., Tanty Sukriya Hanum, S.Pd., dan Asri Dyah Soekwandari, S.E. kompak memberi arahan. Tahap demi tahap siswa jalani di bawah atap langit yang cerah.

Pertama, siswa membasahi tas dengan air agar pewarna dapat terserap dengan baik. Kedua, mereka mencampur pewarna dengan air secukupnya dalam botol plastik bekas.

Ketiga, melipat totebag sesuai selera masing-masing. Lipatan ini nanti yang akan membentuk motif pada tas.

Keempat, mengikat lipatan tas menjadi beberapa bagian ikatan secara kuat dengan tali. Fungsi ikatan tali ini juga memberikan motif atau corak pada tas.

Baca Juga:  Ketika Seribu Rupiah Menjadi Satu Miliar: Lazismu Nyalakan Empati Pelajar

Kelima, memberikan pewarnaan pada bagian ikatan dengan warna berbeda atau sesuai selera. Siswa dapat kebebasan berkreativitas dalam berkarya.

Terakhir, siswa menjemur di bawah terik matahari agar cepat kering.

Angkat kearifan lokal jadi pilihan SD Muhammadiyah 2 Tulangan dalam mewujudkan P5. Beratap langit, para siswa praktik bersama bikin batik jumput di totebag.
 Proses pembuatan batik jumput oleh siswa kelas VI SD Muhammadiyah 2 Tulangan.(Tagar.co/Asri Dyah)

Penguatan Keterampilan Hidup

Waka Kurikulum Endah Kurniyasari, S.Pd menerangkan, “Pelaksanaan P5 pada hakikatnya adalah penguatan keterampilan hidup yang setidaknya siswa ketahui dan kuasai.”

Di samping itu, lanjut Endah, siswa harus tahu potensi yang bisa saja muncul dari diri sendiri. “Sekolah memfasilitasi pelaksanaannya melalui pengajaran dengan pendekatan tematik-integratif,” ungkapnya saat mengunjungi pelaksanaan P5.

Sementara Koordinator Kelas VI Arvi Andriani, S.Pd. menjelaskan, P5 kali ini mengambil tema kewirausahaan yang mengangkat kearifan lokal. “Pilihan jatuh pada totebag karena memiliki beberapa pertimbangan,” katanya lalu memaparkan pertimbangan mereka.

Di antaranya, tas ini khas anak muda, bisa siswa pakai dalam suasana santai, serta tren di setiap masa. “Totebag ini tidak boleh dibawa pulang dulu karena akan dipamerkan dalam gelar karya P5,” imbuhnya.

Arvi menambahkan, anak-anak sangat antusias membatik dan tak sabar ingin melihat hasilnya. Terbukti, salah satu siswa kelas VI Tunisia, Afriza Aqiel P., mengatakan, “Asyik dan seru bisa praktik langsung membuat batik jumput bersama teman-teman!”

Baca Juga:  Dari Jalan Sehat hingga Bekam Gratis, Dakwah Sosial PRM Tritunggal Menguatkan Umat

Sambil menyelesaikan proses membatik, Aqiel menyatakan senang bisa saling bekerja sama dan membantu. Ia mengakui membatiknya kian seru karena selalu ada canda di sela-sela mengerjakan. (#)

Jurnalis Asri Dyah S. Penyunting Sayyidah Nuriyah