
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menyampaikan kunjungan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar para pejabat turun ke lapangan dan mendengar langsung ‘suasana kebatinan masyarakat’, khususnya tentang pendidikan.
Tagar.co – Demi mewujudkan pemerataan pendidikan hingga ke pelosok negeri, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kunjungan pada Jumat (19/1/25) ini dimaksudkan untuk berdialog langsung dengan kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Fajar menyampaikan kunjungan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar para pejabat turun ke lapangan dan mendengar langsung ‘suasana kebatinan masyarakat’, khususnya tentang pendidikan. “Kami harus sering turun ke lapangan dan hadir langsung mendengar suara-suara para guru dan tenaga pendidikan di Kabupaten Sintang, khususnya soal pendidikan di daerah 3T,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima Tagar, Selasa (21/1/25) siang.
Melalui dialog ini, Wamendikdasmen berharap dapat menjaring berbagai masukan dan aspirasi dari para kepala sekolah dan pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas dunia pendidikan di wilayah 3T. Beberapa topik utama yang dibahas antara lain adalah kesejahteraan guru dan sarana prasarana sekolah.
Disambut Antusias
Wakil Bupati Sintang, Melkianus, menyambut baik kehadiran Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq di Sintang. Ia menilai kunjungan ini sebagai bukti keberpihakan pemerintah pusat terhadap daerah-daerah terpencil. “Kehadiran Pak Wamen sangat penting bagi kami, khususnya dalam dunia pendidikan. Dengan luasnya wilayah Kabupaten Sintang, perlu mendapatkan perhatian kementerian, khususnya dalam hal infrastruktur dan kesejahteraan tenaga pendidik,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Rita Hastarita, juga menyampaikan hal senada. “Sebagai daerah 3T, Sintang memiliki tantangan cukup besar dalam bidang pendidikan, baik dari sisi geografis maupun dari sisi kesenjangan akses pendidikan dan pemerataan ekonomi. Hal ini menjadi prioritas pemerintah provinsi dalam upaya pemerataan pendidikan di Kalimantan Barat,” jelasnya.
Fajar menegaskan pentingnya sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal berbagai kebijakan pendidikan. “Kolaborasi dari pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia,” tegasnya.
Terkait dengan anggaran pendidikan, Fajar menjelaskan bahwa Kemendikdasmen hanya mengelola 4 persen dari total anggaran pendidikan dalam APBN. Sisanya didistribusikan melalui dana transfer daerah. Oleh karena itu, komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, menjadi sangat penting dalam mengelola anggaran pendidikan secara efektif.
Di akhir dialog, Fajar menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. “Pak Presiden Prabowo sangat jelas bahwa pemerintah akan memberikan tunjangan guru melalui program yang bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












