
Musypimcab I PCA Kebomas menjadi ruang konsolidasi dan harapan. Mengusung semangat tiga tauhid—fitrah, ukhuwah, dan harakah—para perempuan berkemajuan menyatukan langkah untuk mewujudkan keadilan sosial di tengah perubahan zaman.
Tagar.co – Suasana hangat Warung Apung Rahmawati di Gresik menjadi saksi berkumpulnya 80 anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, dalam Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I, Ahad (27/7/2025).
Mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Kebomas Berkeadilan,” forum ini bukan sekadar ajang musyawarah, tetapi juga ruang bertumbuhnya gagasan dan harapan baru bagi peran perempuan dalam kehidupan sosial yang adil dan berkemajuan.
Baca juga: Dari Sekolah ke Hati Warga: Program Jumat Berkah SD Almadany
Acara dibuka secara khidmat, dipandu oleh Pristy Novida, S.Pd., yang tampil sebagai pembawa acara. Ketua panitia, Dra. Saidah Wahyuni, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan Musypimcab perdana ini.
Perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas, H. Sugeng Santoso, turut hadir memberikan apresiasi dan semangat. Ia juga menyampaikan pengajian iftitah yang menegaskan kembali posisi manusia sebagai makhluk paling mulia yang diutus Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi.
“Sukses untuk PCA Kebomas yang telah menggelar Musypimcab I di tempat yang nyaman ini. Semoga acara ini membawa manfaat besar bagi gerakan dakwah Aisyiyah di Kebomas,” ujar Sugeng.

Sesi berikutnya diisi dengan sambutan dari Wakil Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik, Nurfadlilah, S.Ag., M.Pd. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya tiga prinsip utama dalam membangun Aisyiyah: Tauhidul Fikrah (bermimpi dan kembali pada jati diri penciptaan), Tauhidul Uhwah (menyatukan persaudaraan), dan Tauhidul Harakah (kesamaan arah gerak perjuangan).
“Pertama kesamaan fikiran atau visi akan melahirkan kesatuan, persaudaraan, dan selanjutnya akan melahirkan kesatuan gerakan,” ujarnya.
“Musypimcab ini jangan hanya menjadi agenda formal, tetapi harus menjadi ruang konsolidasi, revitalisasi, dan penciptaan program yang menyentuh dan terjangkau masyarakat,” pesan tambahnya dengan nada optimistis.
Musypimcab I PCA Kebomas ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat visi gerakan perempuan Islam berkemajuan. Di tengah perubahan zaman, konsolidasi pemikiran dan penyatuan langkah menjadi fondasi untuk terus menyalakan obor keadilan dan kemaslahatan di Kebomas.
Jurnalis Eli Syarifah Penyunting Mohammad Nurfatoni












