Feature

Di Samping Menara Pisa, PRNA Suci Dampingi Kader IPM Belajar Jurnalistik

48
×

Di Samping Menara Pisa, PRNA Suci Dampingi Kader IPM Belajar Jurnalistik

Sebarkan artikel ini
Pelatihan jurnalistik di World Park Gresik menghadirkan pengalaman belajar menulis yang menyenangkan, sejuk, dan bermakna bagi kader IPM Kids Berlian Primary School dan IPM Suci.
Kader IPM praktik menulis di samping miniatur Menara Pisa World Park PPS Gresik, Ahad (25/1/2026).

Pelatihan jurnalistik di World Park PPS Gresik menghadirkan pengalaman belajar menulis yang menyenangkan, sejuk, dan bermakna bagi kader IPM Kids Berlian Primary School dan PR IPM Suci.

Tagar.co — Di bawah rindangnya pepohonan di Taman World Park Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), tepat di samping miniatur Menara Pisa, 30 kader IPM duduk bersila di atas tikar. Minggu pagi itu, Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Suci mengajak mereka belajar jurnalistik—bukan di ruang kelas, melainkan di taman yang sejuk dan penuh cerita.

Pada kegiatan Youth Journalist Training tersebut, PRNA Suci menghadirkan peserta dari kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids Berlian Primary School (SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik) serta Pimpinan Ranting IPM Suci. Sejak pukul 07.30 WIB, panitia dari kader PRNA Suci sigap menggelar tikar dan membuka meja kayu lipat di area taman yang rindang. Mereka menyiapkan ruang belajar terbuka yang nyaman bagi para peserta.

Masing-masing anak sudah siap dengan perlengkapan belajarnya: papan dada, alat tulis, dan buku catatan. Kegiatan bermula dengan pembacaan Surat Al-Qalam oleh Ketua IPM Kids Berlian, Reyhan Ar-Rayyan. Kemudian berlanjut menyanyikan Mars IPM dan Mars Nasyiatul Aisyiyah sebelum memasuki sesi inti pelatihan.

Baca Juga:  Kisahkan Bilal, Guru Spemdalas Sentuh Hati Siswa SD Muhammadiyah Sidayu

Pemateri tunggal pagi itu, Sayyidah Nuriyah dari Sekretaris Redaksi Tagar.co, mengajak anak-anak belajar menulis dengan cara yang dekat dengan dunia mereka. Alih-alih langsung memberi teori, ia terlebih dahulu membagikan selembar komik kepada setiap peserta. Dari komik itu, anak-anak dia ajak berpikir kritis: mengapa perlu menulis dan untuk apa menulis.

Suasana belajar pun terasa hidup. Anak-anak menyampaikan pendapatnya dengan polos dan jujur. “Menulis itu amanah,” jawab Tasya, sapaan akrab putri Zahrotin Nisa, kader PRNA Suci itu.

Setelah itu, Sayyidah mulai mengenalkan dasar-dasar jurnalistik. Mulai dari unsur Adimsimba—akronim dari apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana; tebak kata baku, penulisan yang tepat sesuai PUEBI, kalimat efektif, hingga konjungsi yang menjembatani kata.

Kesejukan Taman

Taman World Park PPS sendiri menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman belajar hari itu. Dengan udara sejuk dan pemandangan Menara Eiffel, Menara Pisa, serta aneka ikon dunia, suasana taman membuat anak-anak betah belajar. “Aku senang karena belajarnya tidak di kelas, jadi tidak bosan,” ujar salah satu peserta, Adeeva Afsheen Myesha, Kader Tiwisada Berlian Primary School.

Baca Juga:  Padukan Musikal dan Animasi, Film Na Willa Tayang Lebaran 2026

Usai pemaparan materi, para peserta mendapat kesempatan praktik menulis berita sederhana berdasarkan kegiatan yang mereka ikuti. Di atas tikar pagi itu, pena-pena kecil mulai menari di atas kertas—siap menyampaikan cerita dengan jujur kepada dunia.

Tugas langsung mereka kumpulkan, lalu Sayyidah menilainya langsung. Dari seluruh karya yang masuk, terpilih enam tulisan terbaik hasil karya kader IPM yang kemudian tergabung menjadi berita ini.

Pelatihan jurnalistik di World Park Gresik menghadirkan pengalaman belajar menulis yang menyenangkan, sejuk, dan bermakna bagi kader IPM Kids Berlian Primary School dan IPM Suci.
Eldyan Ayu Puspitasari mengajak peserta menyanyikan “Laskar Pelangi”. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Belajar dan Bernyanyi Bersama

Sambil menunggu proses penilaian, suasana tetap tercipta hangat. Salah satu kader PRNA Suci, Eldyan Ayu Puspitasari, menghibur peserta dengan mengajak bernyanyi bersama. Dengan iringan gitar akustiknya, ia mengalunkan lagu Laskar Pelangi. Anak-anak pun ikut bernyanyi dari tempat duduk masing-masing, menciptakan suasana akrab dan penuh tawa.

Bagi salah satu peserta peserta dari Kader Sang Pencerah Berlian Primary School, Safeeya Dahayu Kirani, pelatihan ini bukan hanya tentang menulis, tetapi juga tentang keberanian menyampaikan gagasan, belajar amanah dalam bercerita, serta menjalin kebersamaan.

Seperti pesan moral yang ditulis salah satu peserta, Raisha Aqilla Wijaya. Kader Al-Maun Berlian Primary School itu menuliskan: kadang sesuatu yang terlihat biasa saja, ternyata bisa menjadi pengalaman yang sangat berharga. (#)

Baca Juga:  HW Spemdalas Borong Prestasi di Acapela Tingkat Jawa Timur

Jurnalis Raisha Aqilla Wijaya, Safeeya Dahayu Kirani,  dan Adeeva Afsheen Myesha Penyunting Sayyidah Nuriyah