Feature

Adu Kreasi, Siswa Spemdalas Bikin Gambar Garuda dan sang Praklamator

44
×

Adu Kreasi, Siswa Spemdalas Bikin Gambar Garuda dan sang Praklamator

Sebarkan artikel ini
Kreasi
Hasil kreasi menghias pot dalam IMSC Spemdalas. Ada lukisan sang Proklamator dan burung garuda (Tagar.co/Fitri Wulandari)

Kreativitas bisa dituangkan di mana saja. Tidak terkecuali, saat menggambar di galon air bekas. Mereka menuangkan ide kreasi bertema kemerdekaan. Tak tanggung-tanggung sang Proklamator pun mejeng di lukisan siswa

Tagar.co – Pagi, sekitar pukul 08.00 di bawah langit cerah, siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik yang mengenakan dress code merah putih mulai bersiap adu kreasi, Jumat (15/8/25).

Sambil membawa galon bekas, kuas, cat, serta pilox. Tak ketinggalan, gunting dan cutter pun dikeluarkan dari tasnya. Mereka duduk di lapangan basket. Beberapa siswa juga membawa pupuk kompos, tanah, dan juga tanaman bunga.

Dengan senyuman renyah, wajah mereka merekah diterpa sinar matahari. Sambil mendengarkan arahan dari MC, mereka mulai siap-siap untuk adu kreasi menghias pot dari galon dengan aneka cat. Ada yang langsung mengecat galon dengan warna merah putih. Ada juga yang membuat miniatur garuda. Ada juga yang menggambar sang Prolamator Ir. Soekarno yang memakai peci hitam.

Ya, pagi itu, siswa tiap kelas adu kreativitas membuat gambar yang unik menari sesuai dengan tema HUT ke-80 RI dengan durasi waktu 2 jam. Di hari ketiga, mereka dengan semangat mengikuti lomba terakhir yaitu Indonesia Merdeka Spemdalas Ceria (IMSC) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Day-3 dengan lomba menghias pot bertajuk One Class One Plant.

Spemdalas
Kelas VII Emphaty menunjukkan kreasi pot dalam gelaran IMSC Spemdalas, Jumat (15/8/25) (Tagar.co/Fitri Wulandari)

Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Spemdalas, Arya Bima Arrasyid menjelaskan bahwa banyak value yang dapat diambil dari lomba ini.

Baca Juga:  Wajah Baru Kurikulum Umsura Menuju Kampus Berdampak

“Kebersamaan adalah hal utama yang melatari lomba ini. Diperlukan kerja sama dari seluruh anggota kelas agar galon bekas dapat disulap menjadi pot tanaman yang estetik,” jelasnya.

Dia menambahkan ada 3 tim tiap kelas dengan tugas yang berbeda. Tim pertama bertugas memotong dan membuat sketsa pada pot, tim kedua bertugas melukis dan memperingati sketsa dengan cat, sedangkan kelompok ketiga bertugas memupuk dan menanam tanaman.

“Yang tak kalah penting dalam lomba ini adalah kampanye untuk menanam pohon. Seperti kita pahami, bahwa menanam pohon adalah salah satu cara untuk menjaga alam,” tambahnya.

Dia menuturkan, lomba ini diikuti olah 27 kelas, baik dari kelas VII, VIII, dan IX. Dari sejumlah pot yang terkumpul akan dipilih juara terbaik dalam tiap level,” tandasnya. (*)

Jurnalis Fitri Wulandari. Penyunting Ichwan Arif.