Feature

Mahasiswa UMM Ubah Maggot Jadi Cuan Warga

30
×

Mahasiswa UMM Ubah Maggot Jadi Cuan Warga

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UMM dampingi warga Kampung Semar, Malang, olah limbah maggot jadi pakan bernilai ekonomis. Inovasi ini wujudkan kemandirian ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Mahasiswa UMM dampingi warga Kampung Semar olah maggot.

Mahasiswa UMM dampingi warga Kampung Semar, Malang, olah limbah maggot jadi pakan bernilai ekonomis. Inovasi ini wujudkan kemandirian ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Tagar.co – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kepedulian mereka terhadap masyarakat. Para mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UMM mendampingi warga mengolah maggot basah (1/7/2025).

Mereka mengubah limbah ini menjadi pakan hewan yang lebih ekonomis. Seperti pakan ikan dan unggas. Kegiatan ini telah berlangsung sejak pertengahan Juni lalu di Kampung Semar, Arjosari, Kota Malang.

Sanggar Semar menjadi saksi proses demi proses yang mereka lalui bersama. Mahasiswa berjas merah itu tampak akrab dengan warga setempat.

Kata Bhilqis Khumairoh, salah satu mahasiswa pelaksana program, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi warga setempat. Ia juga berharap program ini menjadi contoh pengelolaan limbah organik berbasis komunitas yang produktif.

“Pendampingan ini implementasi nyata dari mata kuliah Politik Lingkungan, yang membuktikan komitmen UMM dalam menggabungkan teori dengan solusi praktis bagi masyarakat,” ujarnya.

Bhilqis menambahkan, maggot sumber protein alternatif yang ramah lingkungan dan memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah dengan benar. “Maka dari itu, saya dan tim ingin memberikan pelatihan teknis tentang proses pengeringan maggot yang efektif, higienis, dan efisien, bahkan memiliki nilai ekonomi jika dikomersilkan,” terangnya.

Baca Juga:  Tampilan Ramadan Penuh Cinta Siswa Spemdalas Meriahkan Iftar Ning Berlian

Selain itu, pihaknya juga ingin menggabungkan teori yang mereka pelajari di kampus dengan aksi nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Mahasiswa UMM dampingi warga Kampung Semar, Malang, olah limbah maggot jadi pakan bernilai ekonomis. Inovasi ini wujudkan kemandirian ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Produk maggot sangrai bikinan mahasiswa UMM dengan warga Kampung Semar Malang.

Meneruskan Manfaat ke Penjuru Negeri

Bhilqis tidak sendirian dalam menjalankan program mulia ini. Ia bersama Naia Sybilla Aura, Syella Vanessa Putri, Hana Indah Wahyuni, Devi Nazilatul Fitria, Nur Sakinah Salsabilah, Asfira Chisara Hasan, dan Ayu Carika Pangest.

Mereka menargetkan pengembangan program serupa ke daerah lain. Tentunya dengan menyesuaikan potensi unik masing-masing desa.

Bhilqis berharap, inisiatif ini mampu membawa dampak positif yang lebih luas bagi kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di berbagai wilayah. (#)

Penyunting Sayyidah Nuriyah