
Rasulullah Saw berkata, orang-orang selalu dalam kebajikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa.
Tagar.co – Berbuka puasa (iftar) dengan segera sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Jadi begitu matahari terbenam dan azan berkumandang segera batalkan puasa dengan makanan sederhana dan air putih.
Hal itu disampaikan Nabi Muhammad Saw dalam hadis riwayat dari Sahl bin Sa’d ra ini.
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Sahl bin Sa’d r bahwa Rasulullah Saw berkata, orang-orang selalu dalam kebajikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa. (Muttafaqun alaih)
عَجَّلُوا الْفِطْر ‘ajalul-fithr artinya menyegerakan atau mempercepat berbuka.
Dari kata عَجَّلُوا kemudian terbentuk kata تَعْجِيْلٌ (takjil). Arti harfiahnya segera. Tapi telah menjadi kata benda oleh masyarakat yang diartikan makanan untuk berbuka.
Makanan berbuka puasa di sarankan dengan kurma. Seperti hadis ini.
إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ، فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَالْمَاءُ، فَإِنَّهُ طَهُورٌ
Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena ia adalah berkah. Jika tidak ada, maka dengan air, karena ia adalah suci. (HR Abu Dawud No. 2355, Tirmidzi No. 694)
Hadis dari Abu Dawud (2356) dan Tirmidzi (696) riwayat dari Anas bin Malik ra menyebutkan lebih lengkap jenis kurma untuk iftar.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ، فَعَلَى تَمَرَاتٍ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ وصححه الألباني في “صحيح أبي داود
Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dahulu berbuka dengan beberapa ruthab sebelum salat, jika tidak ada ruthab maka dengan beberapa kurma dan jika tidak ada juga maka meneguk beberapa tegukan air.
Ruthab adalah kurma setengah matang. Inti pesan dari hadis ini adalah iftar dengan makanan sederhana. Di Indonesia berbagai macam kurma sudah banyak dijual di pasar. Tapi dibolehkan juga iftar dengan jajanan tradisional sesuai adat setempat.
Dalam kitab Syamail Muhammadiyah susunan Imam At-Tirmidzi ada hadis dari Aisyah ra menceritakan Nabi Muhammad Saw berbuka dengan roti hais.
Hais adalah roti dibuat dari adonan kurma, minyak samin/mentega, keju, dan tepung. Dibentuk bulatan kecil lalu dipanggang. Hadis ini menceritakan Rasulullah Saw sedang puasa sunah.
Aisyah ra bercerita
كان النبي يأتيني فيقول : أعندك غداء فأقول لا ، فيقول إني صائم، قالت: فأتاني يوماً فقلت يا رسول الله إنه أهديت لنا هدية، قال وما هي ؟ قلت حَيْس قال أما إني أصبحت صائماً :قالت ثم أكل
Nabi datang kepadaku seraya bersabda, adakah makanan untuk sarapan pagi? Aku menjawab, tidak ada. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab, (kalau begitu) aku berpuasa.
Aisyah radliyallahu anha melanjutkan ceritanya: Di lain hari datang pula Rasulullah shallallahu alaihi wasallam padaku, aku berkata kepadanya,kita diberi hadiah.
Nabi bertanya, apa itu? Aku menjawab, hais. Nabi berkata, sebenarnya aku sejak tadi pagi telah berpuasa.
Cerita Aisyah selanjutnya, kemudian Nabi memakan makanan itu.
(Hadis ini diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan dari Basyar bin Sari dari Sufyan dari Thalhah bin Yahya dari Aisyah radliyallahu anha)
Berbagi Makanan
Berbagi makanan buka puasa juga disarankan oleh Nabi Muhammad berdasarkan hadis ini.
ﻋﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺧﺎﻟﺪ اﻟﺠﻬﻨﻲ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: (ﻣﻦ ﻓﻄﺮ ﺻﺎﺋﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻣﺜﻞ ﺃﺟﺮﻫﻢ، ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﻥ ﻳﻨﻘﺺ ﻣﻦ ﺃﺟﻮﺭﻫﻢ ﺷﻴﺌﺎ)
Dari Zaid bin Khalid Al Juhani bahwa Rasulullah saw bersabda, barang siapa memberi makan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa maka ia mendapat seperti pahala orang-orang yang puasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.
Orang yang berbagi makanan untuk orang berpuasa malaikat mendoakannya.
عن ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ اﻟﺰﺑﻴﺮ، ﻗﺎﻝ: ﺃﻓﻄﺮ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻨﺪ ﺳﻌﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺎﺫ، ﻓﻘﺎﻝ: «ﺃﻓﻄﺮ ﻋﻨﺪﻛﻢ اﻟﺼﺎﺋﻤﻮﻥ، ﻭﺃﻛﻞ ﻃﻌﺎﻣﻜﻢ اﻷﺑﺮاﺭ، ﻭﺻﻠﺖ ﻋﻠﻴﻜﻢ اﻟﻤﻼﺋﻜﺔ»
Dari Abdullah bin Zubair bahwa Rasulullah saw berbuka di rumah Sa’ad bin Mu’adz, lalu Nabi berkata, “Orang-orang berpuasa telah berbuka di rumahmu, makanan kalian dimakan oleh orang-orang baik, dan malaikat mendoakan rahmat bagimu.” (#)
Penyunting Sugeng Purwanto












