Feature

Randome Art Exhibition Dibuka, 29 Karya Perupa Muda Smamsatu Gresik Dipamerkan

169
×

Randome Art Exhibition Dibuka, 29 Karya Perupa Muda Smamsatu Gresik Dipamerkan

Sebarkan artikel ini
_Tour gallery_ Randome Art Exhibition oleh Komunitas Seni Rupa Power Art Smamsatu Gresik di Sualoka Hub, Ahad (19/4/2026) (Tagar.co /Terry Angria Putri Perdana)

Tak ada tema, tak ada batas. Dalam “ketidakteraturan”, 16 perupa muda menghadirkan 29 karya yang merekam proses, rasa, dan pencarian jati diri.

Tagar.co – Sebanyak 29 karya dari 16 perupa muda memenuhi lantai dua Sualoka Hub, Kelurahan Pekelingan, Gresik, Ahad (19/4/2026). Karya-karya tersebut menjadi bagian dari Randome Art Exhibition, pameran yang digagas Komunitas Seni Rupa Power Art SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Jawa Timur.

Beragam medium ditampilkan, mulai dari lukisan, instalasi, patung, hingga animasi. Setiap karya hadir dengan karakter dan pendekatan yang berbeda, mencerminkan proses kreatif masing-masing perupa.

Ketua Panitia Pelaksana, Shafa Salsabila, siswi kelas XI Soshum 3, menjelaskan bahwa pameran ini terselenggara berkat dukungan Sualoka Hub, Gangsebelah, dan Loteng Kemasan. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya pameran ke-11 Power Art tersebut.

“Seluruh karya di sini merupakan hasil pemikiran dan rasa yang murni dari para perupa. Setiap karya seni menunjukkan bagaimana pribadi pembuatnya,” ujar Shafa.

Pameran ini akan berlangsung hingga 16 Mei 2026 dan terbuka bagi masyarakat yang ingin mengapresiasi karya para perupa muda.

Baca Juga:  Santunan Anak Yatim di Bungah Tutup Rangkaian Ramadan Berbagi IPM MBS Madinatul Ilmi Smamsatu
Sambutan kepala Smamsatu Gresik dalam pembukaan Randome Art Exhibiton di Sualoka Hub, Ahad (19/4/2026) (Tagar.co /Terry Angria Putri Perdana)

Tembus PTN Bergensi

Pembukaan pameran turut dihadiri oleh wali murid serta perwakilan komunitas seni rupa Gresik, Kak Komang. Sebelum seremoni pembukaan simbolis, Kepala Smamsatu Gresik, Nurul Ilmiyah, S.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh siswa yang terlibat.

“Selamat kepada seluruh perupa yang telah menghadirkan pameran ini. Karya yang nanti dinikmati pengunjung adalah hasil kreativitas siswa kelas X sampai XII yang tergabung dalam Power Art,” kata Bu Il, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan bahwa komunitas seni rupa di bawah naungan Smamsatu Gresik secara konsisten mengantarkan anggotanya melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri ternama, seperti DKV ITS, Desain Produk ITS, Pendidikan Seni Rupa Unesa, dan ISI Yogyakarta melalui jalur SNBP maupun SNBT.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa bidang seni memiliki masa depan yang sama luasnya dengan bidang lain.

“Orang tua tidak perlu khawatir. Cukup dukung apa yang menjadi kebutuhan anak-anak kita. Masa depan di bidang seni tidak kalah dengan teknik maupun teknologi,” tuturnya.

Bu Il juga menyoroti bahwa seni kini dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman, salah satunya melalui karya animasi yang turut dipamerkan. Ia pun mendorong para perupa untuk terus berkarya dan memperluas jejaring.

Baca Juga:  Fikih Wanita di PKDA Smamsatu: Taharah dan Tiga Macam Darah Dibahas Tuntas
Sambutan Kak Komang dalam pembukaan Randome Art Exhibition di Sualoka Hub, Ahad (19/4/2026) (Tagar.co /Terry Angria Putri Perdana)

Bekal dari Luar Kelas

Sementara itu, Dewi Musdalifah, penulis katalog pameran sekaligus tuan rumah kegiatan di Sualoka Hub, melihat bahwa sejumlah karya instalasi dalam pameran ini memuat keresahan para perupa tentang masa depan seorang seniman.

“Seorang seniman memiliki kesempatan yang sama besarnya untuk meraih kesuksesan seperti bidang-bidang lain,” ujarnya.

Menurut Dewi, pengalaman yang diperoleh siswa melalui komunitas seni rupa—mulai dari belajar berpikir, merasakan, hingga melahirkan karya—menjadi bekal penting yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas formal.

“Smamsatu melihat pentingnya pendidikan yang mewadahi pengalaman berpikir, merasa, dan berkarya. Hasilnya terbukti, anak-anak mampu menembus kampus elit dan memiliki portofolio yang dibutuhkan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap karya seni memiliki “kunci” berupa vibrasi yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang dengan frekuensi serupa. Karena itu, karya seni bukan untuk dikompetisikan, melainkan untuk diapresiasi melalui ruang pamer seperti ini.

Terkait tajuk pameran, Dewi menegaskan bahwa Randome bukanlah tema, melainkan kondisi kerja para perupa dalam pameran ke-11 Power Art.

Baca Juga:  Sekretaris PDM Gresik Ajak Guru dan Karyawan Smamsatu Rawat Semangat Kolektif

“Karya apa pun masuk. Ketidakteraturan tidak dikoreksi, tetapi digunakan. Yang tampak acak adalah akumulasi proses,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa menyeragamkan justru dapat menjadi belenggu, karena setiap manusia memiliki ide dan rasa yang berbeda.

Dalam sambutannya, Kak Komang selaku perwakilan Komunitas Gerakan Seni Rupa Gresik juga menekankan pentingnya dukungan orang tua terhadap proses kreatif anak.

“Mereka membutuhkan dukungan luar biasa dari ayah dan bunda semua. Anak-anak kita hari ini adalah seniman-seniman hebat karya Sang Maha Maestro,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketika anak-anak tampak berjalan berbeda, hal itu bukan berarti keliru, melainkan bagian dari proses menemukan bentuk terbaik dari dirinya.

Art must go on. Kita harus terus melewati hidup ini dengan berkarya,” tegasnya.

Usai pemotongan pita sebagai simbol pembukaan, para tamu undangan dan pengunjung dipersilakan memasuki galeri.

Para perupa pun telah bersiap di area pameran untuk berdialog dan menjawab pertanyaan pengunjung mengenai karya-karya mereka. (#)

Jurnalis Terry Angria Putri Perdana Penyunting Mohammad Nurfatoni