Feature

Ilmu tanpa Akhlak Hanya Hampa: Pesan Nurul Ilmiyah pada Lulusan Smamsatu

33
×

Ilmu tanpa Akhlak Hanya Hampa: Pesan Nurul Ilmiyah pada Lulusan Smamsatu

Sebarkan artikel ini
Kepala SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik Nurul Ilmiyah, S.Pd., menyampaikan sambutan

Kepala Smamsatu Gresik Nurul Ilmiyah menegaskan, sehebat apa pun pencapaian siswa, tanpa salat, ketulusan, dan akhlak, semua akan kehilangan makna dan tak membawa keberkahan.

Tagar.co – “Akhir masa SMA itu bukan tanda selesainya fase pendidikan, tapi awal dari fase baru dengan tanggung jawab yang lebih besar.” Kalimat penuh makna itu dilontarkan Nurul Ilmiyah, S.Pd., Kepala SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, saat memberikan sambutan pada acara Pariwara Pamitan Smamsatu.

Acara yang berlangsung di Graha Kartini Ballroom, Gresik, Kamis (22/5/2025), ini merupakan ajang perpisahan siswa Samamsatu Angkatan Ke-58, MBS Madinatul Ilmi Ke-22, dan Prodistik ITS Surabaya Ke-7.

Dalam ruangan yang penuh kehangatan, Bu Il, sapaan akrabnya, berdiri tegak, menyapa para siswa, guru, dan orang tua yang hadir. Ia mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal menuju kehidupan yang lebih luas, lebih menantang, dan, tentu saja, lebih bermanfaat.

“Ilmu yang kalian peroleh bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi harus bisa membawa kemanfaatan bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Baca Juga:  Menko Pangan Kunjungi Smamsatu Gresik: Pantas Saja Jadi SMA Terbaik, Siswanya Keren

Dengan suara lembut namun tegas, Bu Il mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi era informasi dan persaingan global. “Berpikirlah kritis, analitis, dan solutif. Kalian harus menjadi pemecah masalah, bukan pemikir masalah,” ujarnya, memotivasi.

Baginya, ilmu tanpa akhlak hanyalah hampa. Karena itu, ia menekankan pentingnya memiliki ketulusan hati, empati, dan kasih sayang sebagai pilar penting dalam menjadi pribadi yang membawa kebaikan dan kedamaian di mana pun berada.

Nurul juga mengingatkan bahwa perjalanan hidup tidak selalu mudah. Akan ada kegagalan dan rintangan. Namun, sikap tangguh, disiplin, semangat, dan kerja keras akan menjadi bekal utama.

“Jangan berhenti belajar, beranilah bermimpi, dan berusahalah, karena dunia terus berubah. Hanya mereka yang mau belajar dan pantang menyerah yang akan mampu bertahan,” katanya.

Dewan guru SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Tagar.co/M. Ali Safa’at)

Ingatkan Salat

Yang menarik, di tengah motivasi yang penuh semangat, Bu Il menyelipkan pesan yang menyentuh hati. Dengan nada serius, ia berpesan, “Jangan lupa salat. Saya ulangi, jangan lupa salat, anak-anakku, karena sehebat-hebatnya kalian, kalau kalian tidak salat, tidak akan ada artinya.” Pesan itu disambut senyap, seakan menggema ke relung hati setiap hadirin.

Baca Juga:  Pimpinan Ranting IPM Putra dan Putri MBS Madinatul Ilmi Dilantik Bersamaan

Bu Il juga meminta para siswa untuk selalu berbuat baik kepada orang tua. “Kami, bapak ibu guru, selalu mendoakan agar kalian semua menjadi anak-anak yang salih dan salihah, sukses dunia dan akhirat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Menutup sambutannya, Bu Ilberkata penuh harap, “Selamat berpisah, anak-anakku. Terbanglah setinggi-tingginya, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebaikan. Kami menunggu kalian, tiga atau empat tahun lagi, dengan versi terbaik kalian. Kami sangat menunggu dengan tangan terbuka dan hati yang terbuka.”

Sambutan itu bukan sekadar formalitas. Di balik setiap kalimatnya, terpancar doa, cinta, dan keyakinan akan masa depan gemilang para lulusan Smamsatu Gresik.

Sebuah pengingat lembut bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan mereka bawa selamanya. (#)

Jurnalis Zada Kanza Makhfiya Mohammad Penyunting Mohammad Nurfatoni