Opini

Trump – Netanyahu Mulai Pecah Kongsi

33
×

Trump – Netanyahu Mulai Pecah Kongsi

Sebarkan artikel ini
Trump melarang Israel meluaskan konflik wilayah Tepi Barat dengan terus membangun permukiman baru. Wilayah itu bagian dari perdamaian Palestina-Israel.
Benjamin Netanyahu dan Donald Trump (nyt)

Trump melarang Israel meluaskan konflik wilayah Tepi Barat dengan terus membangun permukiman baru. Wilayah itu bagian dari perdamaian Palestina-Israel.

‎ Oleh M. Rohanudin, praktisi penyiaran.

Tagar.co – Presiden AS, Donald Trump, beda pendapat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Soal Tepi Barat. Trump melarang Israel menganeksasi wilayah itu.

‎Upaya aneksasi wilayah Tepi Barat dikecam internasional. Walaupun de facto sekarang diduduki Israel.

‎Pernyataan Trump ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam dinamika politik Timur Tengah. Karena AS secara historis dikenal sebagai pendukung kuat Israel.

‎Pernyataan Trump disampaikan setelah melakukan pembicaraan intensif dengan Benjamin Netanyahu dan sejumlah pemimpin Arab di sela sidang Majelis Umum PBB.

‎Perubahan sikap Trump  itu sangat akumulatif. Makin kuat sejak bergesernya negara-negara Eropa mendukung kemerdekaan Palestina. Apalagi melihat separuh peserta sidang Majelis Umum PBB walk out ketika Netanyahu giliran berpidato.  ‎

‎Trump menegaskan bahwa langkah aneksasi Tepi Barat harus dihentikan karena dapat memperburuk konflik Israel-Palestina dan menghambat proses perdamaian.

Baca Juga:  Clickbait Geopolitik dan Krisis Fokus Dunia

‎Menurut laporan Politico, Trump sangat tegas saat membahas isu tersebut dalam pertemuan dengan para pemimpin Arab.

‎Tepi Barat merupakan wilayah yang dikuasai Israel sejak Perang Enam Hari tahun 1967. Wilayah ini menjadi bagian penting dalam wacana pembentukan negara Palestina merdeka.

‎Pada perang tersebut, Israel merebut wilayah Tepi Barat dari Yordania dan sejak itu terus mempertahankan kendali atas wilayah tersebut.

‎Meskipun ada upaya untuk mencapai perdamaian dan negosiasi antara Israel dan Palestina, status Tepi Barat tetap menjadi isu yang sangat sensitif dan kompleks.

‎Israel terus memperluas permukiman di Tepi Barat. Komunitas internasional  dan ‎Mahkamah Internasional (ICJ) menegaskan permukiman Israel di Tepi Barat ilegal dan harus dihentikan.

Suara negara anggota PBB mayoritas menyatakan, permukiman Israel di Tepi Barat tidak sesuai dengan hukum internasional.

‎Lebih dari 670.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat, termasuk sekitar 220.000 di Yerusalem Timur.

‎Situasi ini yang  menggiring  kompleksitas konflik Israel-Palestina, yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

‎Sikap Eropa

Baca Juga:  Gencatan Senjata yang Memalukan

‎Dukungan Eropa terhadap Palestina menunjukkan pergeseran besar dalam dinamika politik global, dengan implikasi luas bagi masa depan hubungan internasional dan resolusi konflik.

‎Faktor-faktor yang mendorong dukungan ini termasuk opini publik yang semakin pro-Palestina, peran generasi muda yang vokal, dan partai-partai progresif yang mendukung Palestina.

‎Survei menunjukkan, mayoritas warga Eropa, terutama kalangan muda, mendukung pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat.

‎Di Inggris, lebih dari 60% responden mendukung pengakuan Palestina, sementara di Spanyol dan Irlandia, angka dukungan publik bahkan lebih tinggi, mencapai hampir 70%.

‎Generasi muda Eropa lebih vokal dan kritis terhadap kebijakan Israel, serta lebih cenderung mendukung hak-hak Palestina.

‎Partai-partai kiri, hijau, dan progresif di Eropa telah lama mendukung Palestina. ‎Ketika partai-partai itu masuk ke pemerintahan atau menjadi mitra koalisi, isu Palestina akan semakin kuat di meja kebijakan.

‎Negara-negara Eropa yang telah menunjukkan dukungan terhadap Palestina seperti Swedia. Negara Barat pertama secara resmi mengakui Palestina pada 2014.

‎Irlandia juga mendorong pengakuan resmi Palestina, didorong oleh sejarah penjajahan dan solidaritas dengan Palestina.

Baca Juga:  Din Syamsuddin: PBB Harus Tegas atas Serangan Israel–AS ke Iran

‎Spanyol memiliki tradisi politik kiri yang kuat dan mendukung Palestina, terutama di kalangan progresif dan aktivis.

‎Dukungan Eropa terhadap Palestina berpotensi menciptakan efek domino, di mana semakin banyak negara Eropa yang mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

‎Semua dukungan itu, apalagi dengan janji Trump yang berbalik ke Palestina, telah memuluskan semakin dekatnya Palestina merdeka. Merdekanya  Palestina, tanda perdamaian di Timur Tengah  yang aman dan bersahabat. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto