Feature

Terinspirasi Orang Tua, Mahasiswa UMM Ini Raih Emas Cabor Jiu-Jitsu di Porprov Jatim

37
×

Terinspirasi Orang Tua, Mahasiswa UMM Ini Raih Emas Cabor Jiu-Jitsu di Porprov Jatim

Sebarkan artikel ini
Nabila Azzahra Dwi Arimbi
Mahasiswa Fakultas Hukum UMM Nabila Azzahra Dwi Arimbi meraih medali emas cabor jiu-jitsu kelas show system mewakili kota Malang Porprov IX Jawa Timur 2025. (Tagar.co/Istimewa)

Setiap saya mendapatkan medali, saya selalu berpikir bahwa jika hari ini bisa, besok juga bisa. Saya menanamkan mindset itu di setiap pertandingan

Tagar.co – Tekad kuat dan semangat juang yang tinggi membuahkan hasil yang maksimal. Sepatah kata penuh makna dari Nabila Azzahra Dwi Arimbi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang baru saja menorehkan tinta emas prestasi.

Nabila sapaan akrabnya, meraih medali emas pada cabang olahraga Jiu-Jitsu kelas show system mewakili kota Malang dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025.

Adapun ajang itu dilaksanakan pada 28 Juni hingga 5 Juli 2025 lalu di di Kota Malang sebagai tuan rumah. Porprov tahun ini menjadi panggung besar pertama bagi Nabila. Kisah hebat menuju podium bukanlah kisah yang terjadi hanya dalam waktu semalam.

Dia telah menekuni cabor Jiu-Jitsu sejak usia 6 tahun, terinspirasi dari orang tua serta keluarga yang menyukai olahraga ini. “Setiap saya mendapatkan medali, saya selalu berpikir bahwa jika hari ini bisa, besok juga bisa. Saya menanamkan mindset itu di setiap pertandingan,” katanya.

Baca Juga:  Reuni Bani Djamali: Rawat Silaturahmi dan Sejarah

Tak hanya fisik yang diuji, lanjutnya, dalam prosesnya, dia sempat mengalami cedera di bagian punggung belakang dan lutut. Cedera ini biasanya dapat kambuh sewaktu-waktu jika tidak melakukan pemanasan secara maksimal.

Meskipun begitu, semangatnya tak luntur. Dia dituntut untuk  belajar membagi waktu dengan baik antara kuliah, tugas, latihan, dan istirahat cukup dengan kedisiplinan tinggi. Beruntung, UMM selalu menyediakan berbagai keperluannya. Termasuk mendukung secara mental, finansial, dan support penuh.

Kemudian, Nabila mengatakan persiapan untuk pekan olahraga ini sudah dia lakukan selama satu tahun secara intens. Dia mengorbankan waktu bermainnya dan menghabiskan waktu untuk latihan mempersiapkan diri seperti teknik, fisik, materi dan terutama mental.

Selain itu adapula hal penting lain yang harus disiapkan yaitu manajemen emosi dan tekanan dari lawan. Ini diperlukan agar dapat tetap tenang ketika bertanding. Apalagi yang dihadapinya adalah alwan-lawan kuat dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Pada beberapa pertandingan awal, dia sempat ragu jika tidak dapat bermain dengan maksimal. Namun dia tetap menyakinkan diri bahwa pasti dia bisa. “Sempat merasa campur aduk ketika bertemu dengan lawan yang lebih kuat daripada saya. Tapi dari situ saya belajar tentang sportivitas dan semangat juang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Membuat Gantungan Kunci Makrame, Merajut Kedekatan Sekolah dan Wali Murid

Di balik kemenangan itu, Nabila menyimpan motivasi besar yaitu ingin terus membanggakan orang tua, pelatih dan almamater tercinta UMM. Dengan semua itu, dia ingin terus berkembang, dan membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa semuanya tidak akan sia-sia.

“Jangan takut, berani dan jangan menyerah. Apapun bidang yang kalian tekuni, itu kuncinya adalah konsisten. Kita harus kuat dan niat, karena prestasi itu tidak datang semalam,” pesannya. (#)

Penyunting Ichwan Arif.