
Siswa SD Muhammadiyah 1 (SD Mutu) Dukun mengenalkan Damar Kurung ke wisatawan asing. Bak duta budaya, mereka menjelaskan ke wisatawan yang sedang berada di Kapal Pesiar Seven Seas Voyager dari Italia.
Tagar.co – Siswa SD Muhammadiyah 1 (SD Mutu) Dukun, Gresik, Jawa Timur, akhirnya tiba di Surabaya North Quay, Senin (13/1/2025). 34 siswa berbatik merah itu mengikuti English Kids Community’s Outing Class.
North Quay merupakan kawasan pelabuhan yang menghubungkan kapal pesiar dengan fasilitas pelabuhan. Kapal pesiar yang berlabuh di sini menawarkan perjalanan wisata ke berbagai destinasi, baik domestik maupun internasional.
Keberuntungan di pihak mereka. Siang itu sedang ada Kapal Pesiar Seven Seas Voyager dari Italia bersandar.
Sambil menenteng damar kurung, para siswa sekolah berjargon Terampil, Optimis, Peduli, dan Semangat (TOPS) ini percaya diri mendekati beberapa wisatawan asing.
Mereka menjelaskan Damar Kurung sebagai salah satu warisan budaya asli Giri Kedaton, Gresik, Jawa Timur. Sambil menunjukkan lampion berbentuk kubus itu, mereka menjelaskan sejarah hingga cerita yang termuat dalam Damar Kurung masing-masing.
Sebelumnya, siswa mendapatkan pelatihan selama sepekan (6-12/1/2025). Untuk menyukseskan program ini, SD Mutu Dukun bekerja sama dengan Elfata English College (ECC) Dukun. Materinya Basic English Community at School (BEC at School).
Selama pelatihan dengan pendampingan GresTalk, komunitas anak muda binaan Elfata, Gatot Winarko selaku pembina bersyukur melihat para siswa SD Mutu Dukun bersama UPT SD 284 Gresik latihan berkomunikasi dengan wisatawan asing.
“Aksi ini tentu menjadi pionir inovasi pengembangan pendidikan bahasa Inggris sekolah dasar di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
“Menjadi istimewa ketika Damar Kurung mendunia di tangan anak-anak. Layakkah mereka jadi duta budaya?” imbuhnya dengan senyum lebar.

Jelajahi Sejarah
Surabaya North Quay bukan satu-satunya lokasi praktik berbahasa Inggris. Pada program Outing Class ini, siswa SD Mutu Dukun mengunjungi beberapa lokasi. Kepala SD Mutu Dukun Zakiyatul Faikhah, S.Pd. menjelaskan mereka juga berkunjung ke Tugu pahlawan.
“Di samping mengenal bangunan-bangunan sejarah di Tugu Pahlawan, juga memperdalam pemahaman tentang sejarah Indonesia dan menumbuhkan rasa kebanggaan serta penghargaan terhadap jasa para pahlawan,” terangnya.
Tujuan kedua berkunjung ke Armada Timur (Armatim) di Surabaya. Zakiyatul Faikhah berharap, Outing Class ini bisa bermanfaat baik dari sisi pendidikan.
“Generasi muda dapat mengetahui lebih banyak tentang tugas dan tanggung jawab TNI Angkatan Laut (AL). Serta pentingnya menjaga kekuatan AL dalam menghadapi tantangan pertahanan negara,” ungkapnya.
Di sana, anak-anak juga berkesempatan mengenal berbagai jenis kapal perang dan fasilitas militer untuk operasi di wilayah perairan Indonesia. Mereka juga melihat secara langsung alat utama sistem senjata (Alutsista) dan teknologi militer canggih yang TNI miliki.

Kunjungan ini, kata Zakiyatul Faikhah, juga menjadi sarana mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. “Ini juga membantu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap Indonesia, terutama di kalangan generasi muda,” tambahnya.
Kunjungan ke Armatim Surabaya, imbuhnya, memberikan berbagai manfaat. Baik dalam segi edukasi, pembinaan karakter, hingga memperkuat hubungan masyarakat dengan TNI AL.
Di sana, anak-anak mendapat edukasi tentang keamanan maritim, memperkenalkan teknologi pertahanan negara, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air. (#)
Jurnalis Mohammad Hasbi Amirudin Penyunting Sayyidah Nuriyah












