
Siap cetak 1000 mubalighat, Pimpinan Daerah Aisyiyah Depok, Jawa Barat menggelar pelatihan. Ada materi membuat flyer melalui canva, membuat materi presentasi melalui gamma, hingga praktik khitobah.
Tagar.co – Ibu-ibu berseragam batik hijau daun khas Aisyiyah, berdatangan memenuhi gedung SMA Muhammadiyah 4 Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (28/6/2025).
Ada yang memasuki ruangan acara sambil santai, ada juga yang tergopoh-gopoh. Keringat basah di wajah, tidak lantas membuat ibu-ibu itu berhenti melangkah. Pagi itu, sebagian dari mereka ada yang sedang berkejaran dengan waktu untuk mengikuti pembukaan pelatihan mubaligat.
Hari itu, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Depok menyelenggarakan Pelatihan Mubaligat yang bertempat di SMA Muhammadiyah 4 Depok. Tema yang diangkat adalah Peneguhan Ideologi dan Penguatan Kualitas Mubaligat untuk Peran Dakwah Aisyiyah di Era Digital.
Ketua pelaksana, Titin Upit Kartinah, menyampaikan, tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk mencetak 1000 mubalighat yang siap berdakwah dan terjun di masyarakat.
“Semoga setelah dilaksanakannya kegiatan ini, kalian semua menjadi mubalighat yang siap terjun di masyarakat,” ucapnya.
Adapun materi – materi yang dibahas dalam kegiatan ini di antaranya :
1. Adab dan Akhlak Muballighot
2. Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
3. Fikih Dakwah dan Teknik Khitobah
4. Strategi Dakwah di Era Milenial
5. pelatihan ini, Aisyiyah sebagai
6. Gerakan Dakwah Berjamaah
7. Risalah Perempuan Berkemajuan
Dakwah Kontekstual Tak Hanya dengan Mik
Selain materi-materi di atas, kegiatan Pelatihan Mubalighat ini juga dilengakapi dengan tilawah al Quran, praktik ibadah dan praktik khitabah yang dipandu oleh Master of Training, yakni Maratus Salehah.
Dia menjelaskan, pelatihan Mubaligat ini diikuti oleh 70 peserta, yakni 50 dari utusan Ranting dan Cabang serta 20 dari Pimpinan Daerah. “Sebagai organisai otonom perempuan Muhammadiyah, Aisyiyah mempunyai peranan strategis dalam pemberdayaan perempuan dan pembinaan ummat,” katanya.
Oleh sebab itu, dalam berdakwah, ada beberapa teknik berdakwah yang diajarkan dalam islam, yaitu bil hikmah dan mauidhatil hasanah. Berdakwah akan menjadi tepat sasaran jika disampaikan dengan cara yang santun dan lemah lembut.
“Di era serba digital seperti sekarang ini, dakwah tidak hanya dengan memegang mik, tidak hanya diucapkan dengan lisan. Tapi berdakwah dapat melalui media sosial seperti tiktok, instagram, facebook, canva dan lain sebagainya,” terang Maratus.
Dalam pelatihan ini, para mubalighat diajarkan membuat flayer melalui canva, membuat materi presentasi melalui gamma dan praktik khitobah.
Dari seluruh peserta, terpilih 3 peserta terbaik antara lain
- Nashihatud Diniyah dari PRA Bojong
- Fatimah dari PCA Bojong Sari
- Zamilah Siregar dari PCA Sukmajaya
(#)
Jurnalis Nashihatud Diniyah Penyunting Nely Izzatul









