Feature

Serunya Petualangan Arabic Camp di SD Muhammadiyah 4 Zamzam

594
×

Serunya Petualangan Arabic Camp di SD Muhammadiyah 4 Zamzam

Sebarkan artikel ini
SD Muhammadiyah 4 Zamzam
Persiapan pembukaan Arabic Camp di halaman SD Muhammadiyah 4 Zamzam (Tagar.co/Dava)

Kegiatan dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab melalui pendekatan tematik, permainan edukatif, simulasi percakapan, serta kegiatan keagamaan yang relevan.

Tagar.co – Petualangan baru seru telah dimulai. Siswa kelas I SD Muhammadiyah 4 Zamzam Sidoarjo sangat antusias begitu tiba di sekolah, Jumat (25/4/2025).

Bagaimana tidak, ini pertama kalinya siswa siswi kelas 1 menginap di sekolah. Tidak sekadar menginap, mereka diajak untuk camping sambil belajar bahasa Arab.

Bila biasanya menginap di sekolah identik dengan momen Pondok Ramadan maupun kegiatan kepanduan, hal lain coba diwujudkan SD Muhammadiyah 4 Zamzam lewat Arabic. Yang mana camp ini mengajak pesertanya belajar bahasa arab dan mempraktikkannya langsung.

Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Muhammad Anas Fikri, S.Pd., M.AP mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen sekolah dalam memberikan pengalaman pendidikan yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswanya.

“Di era globalisasi yang semakin kompetitif, kemampuan menguasai bahasa asing menjadi salah satu keterampilan penting bagi generasi muda,” katanya ditemui di sela kegiatan.

Dia menuturkan, bagi umat Islam, penguasaan bahasa Arab memiliki nilai strategis dan spiritual yang tinggi, karena merupakan bahasa sumber ajaran Islam, yakni Al-Qur’an dan Hadits.

Baca Juga:  Meriahnya Mugres Fest #3 Ceria Nusantara bagi Murid TK

“Pembelajaran bahasa Arab di lingkungan sekolah tidak hanya bertujuan untuk kemampuan komunikasi semata, tetapi juga sebagai sarana memahami dan mengamalkan ajaran agama secara lebih mendalam,” katanya.

siswa SD Muhammadiyah 4 Zamzam
Suasana upacara api unggun dan Pensi (Tagar.co/Dava)

Oleh karena itu, imbuhnya, maka dibutuhkan metode pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan aplikatif agar siswa tidak hanya memahami bahasa Arab secara teoretis, tetapi juga mampu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selaras dengan visi misi SD Muhammadiyah 4 Zamzam, tekannya, yakni Qurani mandiri dan berprestasi. Kegiatan ini mengusung tema menumbuhkan semangat berbahasa arab untuk menciptakan generasi yang berkarya. Melalui camp ini siswa diajak untuk belajar bahasa Arab dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif.

“Menginap di sekolah mungkin tidak asing lagi bagi siswa siswi kelas besar,” ucapnya.

Dalam beberapa kegiatan memang ada yang mengharuskan mereka untuk menginap, baik di sekolah maupun di pondok pesantren. Namun bagi kelas I, tentu ini menjadi pengalaman pertama bagi mereka dan orang tua. Maka pengalaman pertama ini kami upayakan untuk menjadi pengalaman baru yang seru dan tak terlupakan.

Baca Juga:  Kemenangan Manis Tim Basket SMA Muhi Yogyakarta di Yamaha Fazzio Youth Festival 2025

Kepala Urusan Ismuba dan Humas SD Muhammadiyah 4 Zamzam Herman M.Pd. mengatakan bukan sekadar camping biasa, kita belajar bahasa Arab dan coba mengaplikasikannya langsung melalui kegiatan sehari hari, games, dan lagu.

“Acara yang dimulai sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi ini diawali dengan apel pembukaan. Siswa dan ustadz ustadzah pendamping tampak kompak berbusana Muslim dengan nuansa putih. Lalu dilanjutkan dengan belajar mengenal kalimat dasar bahasa Arab,” jelasnya.

Dia menyampaikan, kita mulai dari kalimat kalimat dasar bahasa arab yang sederhana secara interaktif melalui tanya jawab antara guru dengan siswa. kemudian ada upacara api unggun yang dilanjutkan dengan penampilan siswa dan guru.

“Esoknya, kegiatan dimulai dengan salat subuh berjamaah, Ilqo’u Mufrodat, safari pagi kemudian sarapan bersama. Di akhir acara ada games menarik untuk me-recall materi yang telah diberikan,” jelasnya.

Menurutnya, semua kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab siswa melalui pendekatan tematik, permainan edukatif, simulasi percakapan, serta kegiatan keagamaan yang relevan. Melalui konsep pembelajaran yang berbasis pengalaman langsung (experiential learning).

Baca Juga:  Gesid di Empat Masjid, Merawat Empati Siswa Smantis

Dia berharap siswa lebih termotivasi dalam mempelajari bahasa Arab dan dapat menerapkannya dalam konteks nyata. (#)

Jurnalis Realita Tataguna CB. Penyunting Ichwan Arif