Opini

Seruan bagi Amil dan Pejuang Kebaikan Lazismu

24
×

Seruan bagi Amil dan Pejuang Kebaikan Lazismu

Sebarkan artikel ini
Seruan Bagi amil, setiap detik adalah peluang untuk menyalurkan manfaat. Menunda berarti mengabaikan potensi keberkahan.
Kesuksesan tidak menunggu tapi dicari.

Seruan bagi amil, setiap detik adalah peluang untuk menyalurkan manfaat. Menunda berarti mengabaikan potensi keberkahan.

Oleh Kuswantoro, Amil Lazismu Lumajang

Tagar.co – Seringkali kita menunda niat baik karena merasa waktu belum tepat. Kita berkata, ”Nanti saja, belum saatnya,” atau ”Tunggu momen yang pas.”

Namun, jika setiap orang berpikir seperti itu, kebaikan akan selalu tertunda, dan mereka yang membutuhkan akan tetap dalam kesulitan.

Sebagai amil Lazismu, kita tidak boleh berpikir demikian. Karena sejatinya, waktu terbaik untuk bergerak adalah sekarang. Ini bukan hanya soal manajemen waktu, tapi juga soal iman, tanggung jawab, dan keberanian untuk bertindak.

  1. Demi Waktu: Setiap Detik adalah Amanah

وَالْعَصْرِ  إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ  إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. (QS Al-Ashr: 1–3)

Waktu yang terus berlalu adalah sumpah Allah bahwa manusia rugi jika tidak mengisi hidupnya dengan iman, amal, dan dakwah.

Sebagai amil, kita harus melihat setiap detik sebagai peluang untuk menyalurkan manfaat. Menunda berarti mengabaikan potensi keberkahan.

  1. Jangan Terjebak Bisikan Setan yang Menakut-nakuti
Baca Juga:  Smamda Sidoarjo Bagikan Zakat dan Parsel Lebaran kepada Warga

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Setan menjanjikan kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji. Sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah: 268)

Banyak yang enggan bersedekah karena takut kekurangan. Tapi ayat ini menegaskan bahwa ketakutan akan kefakiran adalah bisikan setan.

Allah menjanjikan ampunan dan rezeki bagi orang yang memberi. Sebagai amil, tugas kita adalah melawan rasa takut itu dan mengajak umat yakin pada janji Allah.

  1. Jangan Menunda, Karena Kita Tidak Tahu Apa yang Terjadi Besok

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌۭ بِأَىِّ أَرْضٍۢ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ

Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (QS Luqman: 34)

Menunda adalah bentuk kelalaian, karena kita tidak tahu apa yang terjadi esok hari. Jangan menunggu sehat untuk bergerak, jangan menunggu lapang untuk memberi. Kebaikan yang bisa dilakukan sekarang, jangan ditunda hingga nanti.

  1. Allah Memerintahkan untuk Bersegera dalam Kebaikan
Baca Juga:  Bupati Hadiri Pembagian Kado Ramadan Lazismu Lumajang

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. (QS Al-Baqarah: 148)

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (QS Ali Imran: 133)

Allah tidak meminta kita menunggu, tapi memerintahkan untuk bersegera. Dalam konteks amil, ini berarti tanggap terhadap kebutuhan mustahik, aktif menggerakkan donatur, dan cepat dalam mengeksekusi program sosial.

Jangan Tunggu, Lakukan Sekarang: Ini Tindakan Nyata Amil Lazismu

Berikut adalah beberapa sikap yang harus kita tinggalkan sebagai amil, dan bagaimana seharusnya kita bersikap:

-Jangan tunggu dana besar untuk memulai program

Mulailah dari yang kecil tapi bermakna. Program beasiswa anak asuh, bantuan sembako, santunan yatim bisa dimulai dengan dana yang ada.

-Jangan tunggu ramai untuk galang donasi

Satu orang yang sadar bisa membawa 10 orang lain ikut berkontribusi. Amil adalah pemantik, bukan pengikut arus.

-Jangan tunggu Ramadan untuk berdakwah zakat

Baca Juga:  Kompetensi Amil, Pilar Strategis Performa dan Kepercayaan Publik Lazismu

Kebutuhan hidup tidak menunggu Ramadan. Maka edukasi zakat, infak, dan sedekah harus terus digerakkan sepanjang tahun.

– Jangan tunggu sempurna untuk melayani

Lakukan yang terbaik dengan keterbatasan yang ada. Allah melihat usaha, bukan hasil yang mewah.

 Amil yang Dicintai Allah Adalah Mereka yang Siap Bergerak

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي

سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَانٌ مَّرْصُوصٌ

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.” (QS As-Shaff: 4)

Amil adalah bagian dari barisan perjuangan itu. Maka jadilah seperti batu bata yang kokoh, tersusun rapi, dan tidak menunggu untuk berbuat kebaikan.

Ingat, detik ini adalah ladang amalmu. Maka jangan diam, wahai amil. Bangkit, gerak, dan tebarkan manfaat sekarang juga.

Penyunting Sugeng Purwanto