Feature

Semangat Qaryah Tayibah Aisyiyah Sejalan dengan Gagasan Presiden, Wamenkop: Negara Hadir untuk Lawan Rentenir

598
×

Semangat Qaryah Tayibah Aisyiyah Sejalan dengan Gagasan Presiden, Wamenkop: Negara Hadir untuk Lawan Rentenir

Sebarkan artikel ini
Dalam Resepsi Milad Ke-108 Aisyiyah, Wakil Menteri Koperasi RI menyebut semangat Qaryah Tayibah sejalan dengan visi Presiden Prabowo: membentuk 80.000 koperasi desa lawan rentenir.
Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Joko Yuliantono, S.E., Ak., M. Si, saat menyampaikan sambutannya pada Resepsi Milad Ke-108 Aisyiyah di Kulon Progo, Yogyakarta, Senin, 19 Mei 2025 (Tangkapan layar Youtobe).

Dalam Resepsi Milad Ke-108 Aisyiyah, Wakil Menteri Koperasi RI menyebut semangat Qaryah Tayibah sejalan dengan visi Presiden Prabowo: membentuk 80.000 koperasi desa lawan rentenir.

Tagar.co Resepsi Milad Ke-108 Aisyiyah yang berlangsung di Kulon Progo, Yogyakarta, Senin (19/5/2025), menjadi momentum penting terjalinnya kolaborasi strategis antara Pimpinan Pusat Aisyiyah dan Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Dalam acara tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan koperasi berbasis syariah dan penguatan unit simpan pinjam syariah.

Wakil Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Joko Yuliantono, S.E., Ak., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan Qaryah Tayibah Aisyiyah yang menurutnya memiliki semangat serupa dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Napas dan semangat Aisyiyah tentang Qaryah Tayibah mirip dengan semangatnya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” ungkap Ferry dalam sambutannya.

Baca juga: Aisyiyah Garda Terdepan Ketahanan Pangan, Bupati Kulon Progo: Kami Bangga Jadi Tuan Rumah Resepsi Milad

Ia menekankan bahwa saat ini negara hadir aktif memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, terutama dalam upaya melawan praktik rentenir dan jeratan pinjaman daring berbunga tinggi yang marak terjadi di pedesaan.

Baca Juga:  Ribuan Siswa TK Se-Kecamatan Menganti Mengikuti Manasik Haji Cilik

“Kegiatannya adalah simpan pinjam,” jelas Ferry, menyinggung rencana Presiden untuk membentuk 80.000 koperasi desa dan kelurahan merah putih yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. “Presiden dan pemerintah tahu persis bahwa banyak dari masyarakat Indonesia terutama di pedesaan yang terjerat dalam praktik rentenir dan pinjaman online.”

Ia menilai bahwa upaya perlawanan terhadap jeratan bunga tinggi tak cukup hanya dilakukan dengan fatwa atau gerakan masyarakat semata.

“Tidak cukup kita lawan hanya dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak cukup hanya dilawan dengan gerakan di masyarakat. Oleh karena itu, negara harus hadir,” tegasnya.

Ferry pun optimistis kolaborasi antara negara dan gerakan masyarakat seperti Aisyiyah dapat menekan praktik pinjaman merugikan tersebut.

“Insyaa Allah dengan negara ikut hadir bersama dengan gerakan masyarakat seperti Aisyiyah, maka kita akan bisa menghilangkan, mengurangi kegiatan pinjaman online, praktik rentenir dan kegiatan-kegiatan lain yang menggunakan bunga yang tinggi,” harapnya.

Ia menargetkan legalitas 80.000 koperasi desa rampung pada Juli mendatang, dan siap dioperasikan secara nasional pada Oktober 2025.

Baca Juga:  Dua Penampilan Menggemaskan dari TK Aisyiyah 40 PPS Buka Gathering Orang Tua Asuh 2025

Tak sekadar unit simpan pinjam, Ferry memaparkan bahwa koperasi desa akan memiliki banyak fungsi tambahan, mulai dari Apotek Desa yang menyediakan obat dengan harga terjangkau, Klinik Desa yang mendukung pelayanan kesehatan selain puskesmas, hingga toko gerai yang menjual kebutuhan pokok sekaligus menyuplai UKM lokal.

Ferry juga menjelaskan adanya gudang-gudang desa yang akan berfungsi sebagai pusat distribusi sarana pertanian dan logistik pemerintah, sekaligus tempat penampungan hasil pertanian warga.

“Gudang-gudang ini juga akan dilengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan agar hasil-hasil dari desa bisa terserap dan tersimpan lebih kuat,” tambahnya.

Untuk mendukung distribusi barang, pemerintah juga akan menyediakan armada truk berkapasitas kecil dan besar di masing-masing desa.

Ia menegaskan bahwa seluruh program tersebut telah masuk dalam regulasi formal.

“Semuanya sudah terinput pada Inpres No. 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan Kepres No. 9 Tahun 2025 tentang Pembentukan Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa,” paparnya.

Ferry berharap kehadiran negara dapat membalik ketimpangan struktur pasar yang selama ini dikuasai oleh pelaku besar.

Baca Juga:  43 Pendidik Ikuti Bimtek Anugerah Guru Prima 2025 Kabupaten Gresik

“Negara hadir untuk memastikan bahwa keadilan sosial berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni