Feature

Semangat PCM GKB Gresik Merakit Stan CRM Expo di Kota Seribu Sungai

128
×

Semangat PCM GKB Gresik Merakit Stan CRM Expo di Kota Seribu Sungai

Sebarkan artikel ini
Kisah tim PCM GKB Gresik berjibaku menyiapkan stan di CRM Expo VI 2025. Berpacu waktu dari siang hingga larut malam, mereka merakit kerangka kayu penuh ide dadakan.
Waviq Amiqoh dan tim stan PCM GKB Gresik merakit damar kurung di stan dengan penerangan cahaya damar kurung. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Kisah tim PCM GKB Gresik berjibaku menyiapkan stan di CRM Expo VI 2025. Berpacu waktu dari siang hingga larut malam, mereka merakit kerangka kayu penuh ide dadakan.

Tagar.co — Pukul 13.00 WITA, tim stan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik bertambah satu orang, yaitu Ichwan Arif, S.S., M.Hum. Arif, sapaan akrabnya, bergabung dengan Iqbal Fathoni Ramadhan, Waviq Amiqoh, M.Pd., dan Sayyidah Nuriyah, S.Psi. yang tiba lebih dulu di Kota Seribu Sungai itu sejak Selasa (11/11/2025) malam.

Setibanya di lokasi Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Expo—bagian dari rangkaian CRM Award VI Tahun 2025 di lapangan parkir Masjid Al-Jihad Banjarmasin—Arif dan Iqbal langsung menurunkan perlengkapan stan yang sudah timnya siapkan sejak dari Kota Pudak Gresik. Perlengkapan itu meliputi banner, suvenir, damar kurung khas Gresik, dan beberapa peralatan yang mencapai 29 kilogram ketika mereka timbang di bandara pada Selasa (11/11/2025) sore.

Setelah itu, mereka pun membagi diri menjadi dua tim. Tim laki-laki segera menata stan, sedangkan tim perempuan berbelanja kebutuhan stan.

Usai meletakkan koper di sisi stan, Arif dan Iqbal langsung mengambil kayu yang panitia sediakan untuk merakit stan. Panitia sudah mendirikan kerangka besi yang saling sambung-menyambung untuk 67 stan yang tersedia.

Tak kenal lelah, keduanya lantas bergantian mengukur kayu, menggergaji, hingga menyambung kayu-kayu tersebut menjadi kerangka stan. Beruntung, pada pukul 15.00 WITA, dua peserta utusan PCM GKB tiba. Mereka adalah Sekretaris PCM GKB Ir. Sugeng, M.M., dan Wakil Ketua Bidang Tablig Kader Masjid Muharjo. Kehadiran keduanya kian mempercepat pengerjaan kerangka stan karena mereka turut membantu.

Baca Juga:  IPM Spemdalas Komitmen Meneguhkan Langkah Dakwah di Soul up Talk

Kolaborasi merakit stan ini mulai terlihat hasilnya pada pukul 17.15 WITA. Kerangka utama stan PCM GKB dari kayu berhasil berdiri. Mereka juga merampungkan proses staples tembak banner ke kerangka kayu tersebut. Mereka tinggal memasang kerangka depan tempat menyematkan nama PCM GKB.

Baca Juga: Fasilitas Istimewa di Banjarmasin Sambut Penggembira CRM Award 2025

Kisah tim PCM GKB Gresik berjibaku menyiapkan stan di CRM Expo VI 2025. Berpacu waktu dari siang hingga larut malam, mereka merakit kerangka kayu penuh ide dadakan.
Iqbal Fathoni Ramadhan dan tim stan PCM GKB Gresik merakit instalasi listrik di stan. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Semangat hingga Tengah Malam

Setelah rehat salat Magrib di Masjid Al-Jihad Banjarmasin, mereka lantas kembali bergelut dengan penataan stan. Waviq Amiqoh merapikan barang-barang yang ada di stan. Sementara itu, Sayyidah lanjut membeli perlengkapan yang mereka butuhkan.

Berpacu dengan waktu, Sayyidah segera bergerak cepat memasuki satu toko ke toko lain. Mulai dari toko listrik, toko serba ada, hingga minimarket. Untuk menemukan peralatan listrik, Sayyidah harus mengunjungi beberapa toko karena beberapa kebutuhan tidak tersedia atau stoknya kosong di toko besar yang ia kunjungi.

Sayangnya, toko kain telah tutup. Pukul 21.00 WITA, toko-toko memang sudah banyak yang tutup. Ia pun kembali bergabung dengan ketiga rekannya di stan.

Baca Juga:  Dorong Mandiri, PDPM Lamongan Gelar Bincang Bisnis Inspiratif

Alhasil, selepas pukul 21.00 WITA, agenda tim stan berlanjut dengan merakit empat damar kurung, memasang karpet, dan instalasi listrik. Dengan mengerahkan segala sisa tenaga, proses ini berlangsung hingga pukul 23.30 WITA.

Saat itu, beberapa stan lain sudah sepi, ada pula yang hanya menyisakan pihak vendor atau tukang untuk proses pemasangannya. Namun, semangat tim PCM GKB masih terasa kuat di tengah kegelapan lokasi tersebut. Sambil merakit damar kurung dan instalasi listrik, mereka melakukan percakapan hangat dan merefleksikan perjalanan hari itu.

Baca Juga: PCM Gresik Kota Baru Siap Ikuti CRM Award VI Kategori Best of the Best

Kisah tim PCM GKB Gresik berjibaku menyiapkan stan di CRM Expo VI 2025. Berpacu waktu dari siang hingga larut malam, mereka merakit kerangka kayu penuh ide dadakan.
Peserta maupun penggembira utusan PCM GKB Gresik bekerja sama memasang kerangka stan di CRM Expo VI 2025. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Refleksi Perjalanan

Usai menata barang-barang di stan, Waviq Amiqoh, M.Pd.I., mengaku masih mampu mengerahkan 80% semangatnya. “Awalnya saya kira pembukaan mulai pagi jadi khawatir tidak nutut. Sehingga berpacu mengeluarkan seluruh energi agar besok pagi sudah siap dipamerkan,” ujar wanita yang sehari-harinya mengabdi di SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik itu.

Ia pun antusias merakit damar kurung untuk pertama kalinya. Begitu pula Sayyidah. Konselor di SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik ini baru mengetahui, merakit damar kurung tidak semudah yang ia bayangkan. Jika ukuran penempelannya tidak sesuai, damar kurung itu akan miring, sehingga perlu merakit ulang.

Ichwan Arif, S.S., M.Hum., yang sejak datang sudah berjibaku dengan gergaji, pun turut membantu merakit damar kurung. “Sudah biasa malu dan gergaji. Mungkin baru besok terasa capeknya,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik ini.

Baca Juga:  PWNA Jatim Gelar Latihan Dasar Kebencanaan: Perempuan Siap Selamat dan Menyelamatkan

Ia tidak terkejut ketika harus turun tangan menyiapkan stan karena ini bukan pengalaman pertamanya mengikuti CRM Expo. “Sudah saya perkirakan mulai awal. Datang langsung merakit stan,” katanya.

Arif juga menambahkan, “Dulu ketika LPCR di Makassar, kami juga datang langsung beli-beli bahan. Bedanya sekarang langsung turun tangan membuat kerangka stan tanpa melibatkan tukang.”

Iqbal Fathoni Ramadhan juga menunjukkan semangat yang jelas. Anggota bidang TI dan Pustaka Masjid Taqwa Spemdalas ini terkesan dengan ide konsep baru yang timnya pikirkan secara dadakan di lokasi.

“Jadi banyak ide baru yang di luar rencana awal, seperti merakit dedaunan dan dekorasi yang sebelumnya tidak terpikirkan,” ujarnya.

Ia juga mengenang, “Merakit dan membeli lampu juga di luar rencana. Awalnya kita mengira cukup memakai lampu di lokasi. Ternyata perlu menambah lampu.”

Mereka menutup persiapan stan tengah malam itu dengan menikmati sebungkus nasi lele, nila, bebek goreng. Usai mengikuti kajian subuh, mereka pun berlanjut memasang listrik di “atap” stan. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni