
SD Musix Surabaya tanamkan jiwa patriotik melalui upacara bendera. Kegiatan diikuti seluruh siswa dan guru dengan khidmat.
Tagar.co – Menumbuhkan rasa patriotik bagi para siswa, SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya menggelar upacara bendera yang diikuti seluruh siswa. Senin (3/2/2025)
Suasana halaman SD Musix tampak bersih dari kendaraan yang biasa berparkir. Bahkan terpal yang biasa digelar untuk salat Duha pun tidak terlihat. Hal ini dikarenakan halaman akan digunakan untuk upacara bendera.
Baca juga: SD Musix Surabaya Juara! Paskibra Cilik Gondol Piala Kemenpora
Bel sekolah tepat pukul 07.00. Seluruh siswa, guru, dan karyawan berduyun-duyun menuju halaman sekolah. Para siswa yang mengenakan seragam putih merah itu mulai memenuhi lapangan. Guru kelas satu dan dua sibuk menata para siswa yang baru pertama kali mengikuti upacara bendera. Sedangkan siswa kelas besar sudah bisa mengatur diri sesuai arahan.
“Ustazah, di sini kita mau ngapain?” bisik Abimanyu Putra Ar-Rasyid kelas 1-B. “Hari ini kita akan upacara bendera bersama kakak-kakak kelas semua,” jawab Chatarina Lestari S.Pd, wali kelas 1-B.
Dalam waktu singkat barisan para siswa, guru, dan karyawan telah membentuk angkare (huruf U). Kelas satu menghadap ke utara bersebelahan dengan petugas pengibar bendera, kelas dua, tiga, dan empat menghadap ke barat, sedangkan kelas lima dan enam menghadap ke selatan.
“Guru kelas mendampingi para siswanya, sedangkan guru mata pelajaran menghadap ke timur, sebelah selatan tiang bendera!” seru M. Al-Amin, guru Al-Islam sekaligus koordinator lapangan.
Setelah seluruh peserta upacara menempati posisi masing-masing, upacara bendera dimulai. Bertindak sebagai pemimpin upacara adalah Muhammad Zidan Al Makkah kelas 4-ICP. Suara lantang sedikit parau mulai menyiapkan pasukan menjelang pembina upacara memasuki lapangan. Seluruh peserta upacara dengan khidmat mengikuti aba-aba pemimpin upacara.
Langkah tegap pengibar bendera memulai upacara bendera, dengan kostum seragam putih-merah, berselempang petugas upacara dengan warna dasar merah, menambah percaya diri mereka.
“Kepada bendera merah putih, hormat… grak!” seru Zidan, panggilan akrab Muhammad Zidan Al Makkah.
Alunan lagu Indonesia Raya mengiringi perjalanan bendera merah putih menaiki tiang setinggi 10 meter. Para peserta memberikan hormat dan menghadap bendera hingga lagu selesai.
“Anak-anakku yang berbahagia, pagi ini kita berkumpul di sini untuk melaksanakan upacara bendera,” tutur Munahar, S.H.I., M.Pd, pembina upacara.
Tujuan dari upacara ini, lanjutnya, untuk melatih disiplin, menumbuhkan sikap disiplin dan jiwa patriotisme anak-anakku semua. Untuk itu ikuti upacara ini dengan penuh semangat dan khidmat.
“Kami juga ucapkan terima kasih kepada anak-anak yang taat peraturan sekolah untuk tidak membawa gadget, karena gadget itu akan merusak otak kita, jika hanya digunakan untuk main game saja,” sambungnya.
Acara demi acara berlangsung dengan lancar. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti upacara. Lebih-lebih para petugas upacara merasa lega, seolah terlepas dari beban berat.
“Alhamdulillah, akhirnya selesai juga,” teriak Aqilah Khanza Mahira Ahfazhani kelas 6-C yang didampingi oleh Farahdilla Zain kelas 6-B dan Qyara Anjani Devanti kelas 5-A sebagai petugas pengibar bendera. Mereka bertiga saling berpelukan melampiaskan kebahagiaan.
Penyerahan Medai IKCS
Setelah rangkaian upacara selesai, acara dilanjutkan penyerahan medali bagi para pemenang International Kangaroo Science Contest (IKCS) 2024.
IKCS adalah salah satu kompetisi sains internasional bergengsi yang bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan inovatif siswa dalam menyelesaikan soal-soal sains berbasis pengetahuan global.
“Pada kesempatan ini kami akan membagikan kepada 60 anak peraih medali emas, 39 peraih medali perak, dan 79 peraih medali perunggu,” ujar Hidayatun Ni’mah, S.Ag, M.Pd, Kaur Kesiswaan.
Satu per satu para peraih medali dipanggil ke depan untuk menerima medali, yang langsung diserahkan oleh Kepala Sekolah.
“Kami ucapkan selamat kepada anak-anak hebat, jangan berhenti menjadi juara dan selalu Fastabiqul Khairat,” seru Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu. (#)
Jurnalis Basirun Penyunting Muhammad Nurfatoni












