
Mungil, enerjik, berprestasi! SD Musix Surabaya taklukkan Paskibra se-Pulau Jawa. Kostum unik, medley lagu daerah, dan semangat baja antarkan mereka raih Piala Kemenpora.
Tagar.co – Bukan pesulap, bukan pula pemain sirkus, tapi 13 bocah cilik dari SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya ini berhasil menyihir dewan juri dan penonton dengan kepiawaian mereka dalam Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB). Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil menggondol Juara I Piala Kemenpora di ajang Lomba PBB Lentera 2025 Medan Perjuangan Se-Pulau Jawa, Ahad (26/01/2025).
Berbekal semangat baja dan latihan keras di bawah terik matahari maupun rintik hujan, tim LKBB SD Musix membuktikan bahwa usaha takkan mengkhianati hasil. Bayangkan, anak-anak yang masih duduk di bangku SD ini rela mengorbankan Sabtu dan Minggu mereka untuk berlatih.
“Saya terharu melihat semangat anak-anak ini! Mereka yang minta latihan setiap hari, padahal jadwal awalnya hanya dua kali seminggu,” ungkap Tutur Muhammad Syaiful Siregar, sang pelatih yang akrab disapa Syaiful, dengan bangga. “Apalagi seminggu menjelang lomba, mereka latihan dari pagi sampai sore,” tambahnya.
Baca juga: Lewat Persari, SD Musix Tanamkan Nilai-Nilai Hizbul Wathan
Tampil dengan nomor urut 7, tim yang baru dua kali mengikuti lomba ini langsung unjuk gigi. Faradilla Zain, sang komandan pasukan (danpas) yang masih duduk di kelas 6-B, dengan lantang dan mantap memimpin pasukannya memasuki arena lomba di halaman SMKN 12 Surabaya. “Pasukan. Perhatian, Siaap grak! Langkah tegap maju jalan!” komando Farah, sapaan akrab Faradila Zain, menggelegar.
Mengenakan kostum krem dipadu rompi merah selutut, mereka bak pahlawan kecil yang siap bertempur. Mata penonton pun terpaku, takjub melihat formasi dan gerakan yang kompak dan energik.
Yang unik, saat sanpas memberi aba-aba “kreasi!”, pasukan berteriak “Siap, laksanakan!” dan menghentakkan kaki dengan semangat. Diiringi medley musik instrumen lagu daerah, mulai dari musik tari Hong Wilaheng Bawono Langgeng, musik khas Bali, musik khas suku Batak, hingga musik tari kecak, mereka menampilkan formasi barisan yang memukau. Gerakan rancak mereka sukses menghipnotis para penonton dan dewan juri.
Perasaan Campur Aduk
Namun, di balik aksi heroik itu, tersimpan perasaan campur aduk. “Saya takut keliru tadi,” gumam Auliya Muhammad Daffa Al Haq, satu-satunya peserta pria, dari kelas 6-B.
“Al-Hamdulillah, akhirnya lega juga,” sambung Kieran Cetta Azzahra, siswi kelas 6-A.
Bahkan, Kaleena Athalla Azizah, siswi kelas 5-A, sempat pesimis, “Kayaknya kecil kemungkinan kita bisa menang, ya. Karena peserta yang lain juga bagus-bagus!”.
Rasa cemas memang wajar, mengingat kriteria penilaian yang ketat, meliputi kekompakan, kedinamisan, keindahan, tingkat kesulitan gerak, penguasaan lapangan, unsur PBB, kepresisian bentuk formasi, dan konfigurasi buka dan tutup formasi.
Detik-detik pengumuman pemenang pun menjadi momen menegangkan. Satu per satu juara diumumkan, namun nomor 7 tak kunjung disebut. Anak-anak SD Musix mulai lemas, harapan seakan pupus.
Dan… jeng jeng jeng! “Nah, siapakah pemenang juara satu Kategori Potensial kali ini? Inilah nomor peserta tujuh dari SD Musix Surabaya!” seru MC, memecah keheningan.
Sontak, teriakan histeris dan pelukan haru mewarnai tim yang tadinya hampir putus asa. “Alhamdulillah, ternyata kita juara satu, teman!” ungkap Farahdilla Zain, sang Danpas, dengan mata berbinar.
Kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan raihan juara tiga kategori best kostum. Meski belum meraih juara umum, mereka tetap bersyukur dan bertekad untuk lebih baik lagi.
“Kalian sudah sangat hebat, hari ini telah mengharumkan nama sekolah kita. Insya Allah lain waktu kalian akan bisa menjadi juara umum,” tegas Hidayatun Ni’mah, S.Ag., M.Pd., Kaur Ismuba SD Musix, menyemangati.
Dengan kemenangan ini, tim LKBB SD Musix telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, dan kekompakan, mimpi setinggi apapun bisa diraih. Semangat untuk menjadi juara umum pun semakin membara di hati para pahlawan kecil ini.
Adapun anggota Paskibra alias Pasukan Pengibar Bendera SD Musix terdiri dari Putri Adelia Asifa (4-A), Bilqis Nadyra Putri (5-A), Iftinanisa Rafifa Zahra (5-A), Kaleena Athalla Azizah (5-A), Qyara Anjani Devanti (5-A), Zoya Fattiya Rukmansha (5-A), Alanazwa Aisyha Laksono (6-A), Kieran Cetta Azzahra (6-A), Anggun Vania Azalia (6-B), Auliya Muhammad Daffa Al-Haq (6-B), Chealsea Nabila Hanum (6-B), Faradilla Zain (6-B), dan Aqilah Khanza Mahira Ahfazhani (6-C)
Jurnalis Basirun Penyunting Mohammad Nurfatoni












