
Satu Tahun Tempeh Community Independent (TCI) bakal mengangkat grup seni budaya yang tumbuh di desa.
Tagar.co – Cahaya kuning lembut menyinari ruang tamu rumah sederhana milik Ahmad Basofi di Desa Tempeh Lor. Malam itu, Senin, 21 Juli 2025, angin sejuk membawa suasana akrab di antara puluhan anak muda yang duduk melingkar.
Mereka membahas perayaan ulang tahun komunitas yang lahir dari semangat gotong royong dan cinta kampung halaman.
Tempeh Community Independent (TCI) telah genap berusia satu tahun pada 7 Juli 2025 lalu. Karena berbagai persiapan, momen tasyakuran baru bisa digelar pada Ahad, 27 Juli 2025 mendatang.
Tapi bagi para anggotanya, ini bukan sekadar tanggal. Ini tentang komitmen, kebersamaan, dan harapan panjang untuk tanah kelahiran mereka.
“Usianya memang baru satu tahun, tapi semangatnya sudah seperti organisasi lama,” ucap Firdaus Eko Sucahyo, salah satu penggerak komunitas itu, malam itu di tengah rapat persiapan.
Rapat digelar untuk mematangkan konsep acara. Tema yang diusung: Satu Tahun Bersatu, Bergerak, Berkarya.
Bukan sembarang slogan, tapi cerminan perjalanan anak-anak muda Tempeh yang ingin mengabdi melalui karya nyata.
Rencana Hari Ulang Tahun TCI akan digelar di Wisata Baru Pemandian Sumbertiyo, Desa Tempeh Tengah.
“Tempat ini dikelola BUMDes. Kami ingin dukung potensi wisata lokal yang dibangun oleh masyarakat sendiri,” tambah Firdaus.
Dari simpang lampu merah Tempeh, lokasi ini bisa dijangkau dengan berjalan ke arah timur. Sebuah kawasan alami yang mulai ramai dikunjungi, kini akan menjadi saksi perayaan syukur sekaligus silaturahmi lintas tokoh dan warga.
Meskipun dikemas sederhana, acara milad akan terasa hangat. Bukan hanya konsumsi dan undangan yang dipersiapkan, tapi juga ruang bagi seni dan budaya lokal. Salah satunya adalah penampilan karawitan campursari Asmaraloka dari Desa Jokarto.
“Kami ingin budaya Tempeh tetap hidup. Campursari bukan sekadar hiburan, tapi identitas,” ujar Firdaus lagi.
Undangan telah dikirim ke berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan Karang Taruna se-Kecamatan Tempeh, para kepala desa sekitar, tokoh masyarakat, hingga mitra-mitra yang selama ini mendukung perjalanan TCI.
Dari kalangan pejabat, dijadwalkan hadir Hj. Heri Nani Hariyati, S.P, anggota dewan yang selama ini aktif mendampingi kegiatan pemuda di wilayah Lumajang.
Camat Tempeh dan para kepala desa diharapkan hadir untuk menyaksikan geliat kecil yang sedang tumbuh dari bawah.
Firdaus menyampaikan, undangan telah dikirimkan kepada Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati, Sekretaris Daerah, serta Dinas Pariwisata. “Mudah-mudahan bisa hadir semua,” ucapnya berharap.
Firdaus menyampaikan, semangat teman-teman TCI luar biasa. Demi menyukseskan acara HUT ini, mereka tak segan urunan dengan caranya masing-masing.
“Ada yang siap bawa beras, ada yang nyumbang telur, ada juga yang sumbang lele,” ungkapnya, tak bisa menyembunyikan rasa haru.
Ada juga yang menyiapkan tahu dan tempe, bahkan bumbu dapur. Karena mayoritas anggota TCI adalah laki-laki, mereka sampai harus minta bantuan istri di rumah untuk ikut turun tangan memasak.
Sound system pun disokong oleh salah satu anggota yang memilikinya. Bahkan grup karawitan yang akan tampil, Asmaraloka, juga milik salah satu anggota TCI sendiri.
“Inilah wajah TCI. Bukan organisasi besar, tapi kebersamaan dan keikhlasan anggotanya yang membuat semua terasa besar,” kata Firdaus.
HUT pertama ini adalah tonggak, bukan klimaks. Sebab bagi mereka yang tergabung dalam TCI, satu tahun hanyalah awal untuk kerja-kerja panjang di masa depan.
Di bawah cahaya remang dan obrolan hangat malam itu ditemani secangkir teh, dan wajah-wajah muda yang percaya bahwa Tempeh punya masa depan asal bersatu dan mau bergerak. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












