Opini

Santri Panti Tahan Banting Jalan Menuju Sukses

37
×

Santri Panti Tahan Banting Jalan Menuju Sukses

Sebarkan artikel ini
Santri panti asuhan mempunyai ketangguhan lahir batin dalam menghadapi hidup. Fisik dan mental teruji oleh lingkungan. Semangat ini bekal sukses di masa depan.
Ilustrasi AI. Anak-anak panti asuhan menyapu halaman.

Santri panti asuhan mempunyai ketangguhan lahir batin dalam menghadapi hidup. Fisik dan mental teruji oleh lingkungan. Semangat ini bekal sukses di masa depan.

Oleh Sutikno, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya.

Tagar.co – Kehidupan dalam panti asuhan seringkali dipandang sebelah mata. Terlebih lagi santri panti dipandang sebagai kekurangan.

Namun jika kita menyelami lebih dalam di balik kesederhanaan itu tersimpan potensi besar yang sering kali tidak kita sadari, yaitu sebuah fenomena luar biasa: ketangguhan (resiliensi) yang melampaui batas.

Banyak tokoh besar yang lahir dari keterbatasan, ruang yang sederhana dan dari kehidupan yang penuh perjuangan.

Dalam surah Al-Hujurat ayat 13 menegaskan yang paling mulia di sisiNya adalah yang paling bertakwa.

Ada empat pilar utama yang menjadi fondasi kuat bagi santri panti untuk bertransformasi menjadi pribadi yang tangguh.

Pertama, Ibadah

Dalam surat Ad-Dzariyat ayat 56 Allah berfirman bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepadaNya.

Ibadah bukan sekadar rutinitas dan formalitas. Seperti salat saja, tetapi juga tilawah Al-Quran setiap hari, puasa sunnah, zikir, doa, dan berbakti kepada pengasuh.

Baca Juga:  Menjaga Ukhuah ketika Ada Perbedaan Awal Ramadan

Ibadah memberikan rasa aman bahwa mereka tidak sendirian. Keyakinan kasih sayang Tuhan menggantikan absennya figur orang tua biologis sehingga mereka memiliki kesehatan mental yang stabil dan tidak mudah putus asa.

Kedua, Ilmu

Ilmu adalah paspor untuk keluar dari nasib masa lalu, maka diperlukan kedisiplinan yang kuat dan ketat karena peluang tidak datang dua kali.

Allah berfirman dalam surat Al-Mujadilah ayat 11 bahwa Dia akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

Karena itu jangan malas untuk belajar dan menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Ketiga, Mimpi Besar

Mimpi merupakan kompas di tengah badai, tanpa mimpi santri akan terjebak dalam rasa kasihan pada diri sendiri. Kesuksesan tidak dari rasa malas, melainkan disiplin dan hormat pada guru.

Santri panti yang tangguh adalah berani melukis langit, meski kaki masih di tanah. Punya mimpi besar sebagai motor penggerak hidup.

Keempat, Ujian Hidup

Berbeda dengan anak-anak pada umumnya, santri panti sudah lulus dari ujian hidup sejak dini. Ujian hidup bukan untuk melemahkan tapi menguatkan. Kesulitan hidup bukan hambatan melainkan anak tangga menuju kedewasaan sehingga menjadi tungku pembakaran yang memurnikan karakter yang ada.

Baca Juga:  Idulfitri, Kelas Terbuka Pengajaran Nilai Akhlak

Ketangguhan santri panti tidak datang secara instan, tetapi hasil pemupukan spiritualitas yang dalam, intelektualitas yang tajam, visi yang luas dan pengalaman hidup.

Keterbatasan bukan akhir dari segalanya melainkan sebuah kemenangan yang gemilang. (#)

Penyunting Sugeng Purwato