FeatureUtama

Rusia-Dunia Islam Berpotensi Ciptakan Ekosistem Global yang Berkeadilan

23
×

Rusia-Dunia Islam Berpotensi Ciptakan Ekosistem Global yang Berkeadilan

Sebarkan artikel ini
Rusia-Dunia Islam. Din Syamsuddin bersama peserta Sidang Kelompok Visi Strategis Rudia-Dunia Islam di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (11/12/2024). (Din Syamsuddin for Tagar.co)

Menurut Din Syamsuddin yang sedang berada di Kuala Lumpur Malaysia, Rusia-Dunia Islam berpotensi menciptakan ekosistem global yang berkeadilan, menggantikan tatana dunia saat ini yang mengalami kerusakan akumulatif.

Tagar.co – Dunia yang tengah mengalami kerusakan akumulatif dewasa ini harus segera diatasi dan diganti dengan sistem yang baru.

Untuk itu kolaborasi Dunia Islam dan Federasi Rusia dapat menjadi alternatif bagi penciptaan ekosistem global yang baru.

Prof. Dr. Din Syamsuddin mengatakan hal itu pada Sidang Kelompok Visi Strategis Rudia-Dunia Islam di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (11/12/2024).

Pertemuan dibuka oleh Presiden Republik Tatarstan Rustam Minikhanov sebagai Ketua Kelompok, dan mendengarkan pidato kunci dari Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia A. Yu Rudenko.

Sidang dihadiri sekitar 100 anggota kelompok dan tamu peninjau.

Menurut Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu, ekosistem global dewasa ini mengalami kerusakan serius dengan adanya ketiadaan damai dalam berbagai bentuk, menampilkan dehumanisasi dan demoralisasi, serta membawa umat manusia ke titik nadir dari kemanusiaannya.

Baca Juga:  Momen Liputan Halalbihalal: Dari Naik Tangga Lima Lantai hingga Satu Lift dengan Din Syamsuddin

Hal itu disebabkan karena sistem dunia yang mengarahkan peradaban dunia selama hampir satu abad bertumpu pada humanisme sekuler yang abai terhadap nilai-nilai etika keagamaan.

“Maka sistem alternatif haruslah bersifat theosentristik yakni berbasis pada nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab, untuk adanya keadilan sosial bagi semua,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Tagar.co, Kamis (12/12/24).

Dalam makalahnya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2010 dan 2010-2015 itu mengusulkan kolaborasi Rusia-Dunia Islam dapat mengambil bentuk nyata baik dalam bidang politik dan keamanan, ekonomi dan perdagangan, serta budaya dan pendidikan.

Secara khusus, ia menyarankan ada langkah-langkah nyata dan segera dalam mengatasi krisis regional Timur Tengah khususnya menghentikan genosida Israel atas Gaza, Lebanon Selatan, serta menghentikan krisis kemanusiaan yang merusak ekosistem global itu.

Din Syamsuddin bersama PM Malaysia Anwar Ibrahim (Din Syamsuddin for Tagar.co)

Bertemu Anwar Ibrahim

Di sela sidang Din Syamsuddin diterima oleh PM Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim di kantornya di lingkungan Parlemen Malaysia.

Keduanya berbincang-bincang sejenak tentang Wawasan Negara Madani yang digagas Anwar Ibrahim, dan strategi perwujudan dalam skala nasional, regional, dan global. (#)

Baca Juga:  Din Syamsuddin Nilai Board of Peace sebagai Nekolim Gaya Baru

Penyunting Mohammad Nurfatoni