
Tarawih ramah anak, sahur berantai, hingga kegiatan berbagi menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai keislaman secara menyenangkan kepada siswa SD Muhammadiyah Manyar.
Oleh Athiq Amaliyah; Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Tagar.co – Ramadan selalu menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam. Selain menghadirkan suasana ibadah yang lebih kuat, Ramadan juga menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak dini.
Di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Gresik, Jawa Timur, momentum Ramadan kami kemas melalui program bertema “Ramadan Ceria.” Tema tersebut diangkat untuk menghadirkan suasana Ramadan yang menyenangkan, penuh semangat, sekaligus sarat dengan pembelajaran nilai-nilai keislaman bagi para siswa.
Baca juga: Diundang Khusus ke Jember, SDMM Siap Perkuat Misi Kekhalifahan
Kami ingin memastikan bahwa para siswa tidak hanya menjalani ibadah Ramadan sebagai rutinitas, tetapi juga merasakan kegembiraan dalam melaksanakannya serta memahami makna spiritual di balik setiap kegiatan yang mereka lakukan.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah tarawih ramah anak. Kegiatan ibadah malam ini dirancang agar nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak. Tarawih ini tidak hanya diikuti oleh siswa SDMM, tetapi juga terbuka bagi anak-anak di lingkungan sekitar sekolah.
Pendekatan yang digunakan pun disesuaikan dengan dunia anak. Di sela-sela kegiatan, para imam menyampaikan kisah-kisah islami serta doa-doa ringan yang mudah dipahami. Dengan pendekatan tersebut, anak-anak dapat mengikuti ibadah dengan lebih khusyuk tanpa merasa terbebani.
Setelah mengikuti tarawih, setiap anak mendapatkan snack serta kesempatan memperoleh hadiah melalui pertanyaan-pertanyaan ringan yang berkaitan dengan kajian yang disampaikan oleh imam. Imam tarawih tidak hanya berasal dari para ustaz di lingkungan sekolah, tetapi juga melibatkan para alumni SDMM yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dering Sabar
Kegiatan lain yang tidak kalah menarik adalah program “Dering Sabar” atau dering sahur berantai. Program ini melibatkan siswa kelas IV, V, dan VI. Dalam kegiatan ini, para siswa saling menelepon teman dalam satu kelompok untuk membangunkan sahur.
Selain menumbuhkan kebiasaan bangun sahur, kegiatan ini juga melatih kepedulian dan kebersamaan di antara para siswa.
Rangkaian kegiatan Ramadan juga diisi dengan Training Centre Darul Arqam (TCDA) yang dilaksanakan pada 2 hingga 5 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan karakter dan pemahaman keislaman bagi para siswa melalui berbagai materi serta aktivitas yang mendidik.
Program TCDA kemudian ditutup pada 6 Maret 2026 dengan kegiatan dongeng Islami inspiratif yang dibawakan oleh Kak Ari dan Paijo. Kegiatan penutupan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas I hingga VI dengan penuh antusias.
Selain pembinaan ibadah, SDMM juga menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari siswa, guru, dan warga sekolah. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada Panti Asuhan Muhammadiyah sebagai bentuk kepedulian sekaligus pembelajaran berbagi kepada sesama.
Melalui rangkaian kegiatan Ramadan ini, kami berharap nilai-nilai kebaikan yang dipelajari para siswa tidak hanya berhenti pada bulan Ramadan saja. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi para siswa untuk terus menerapkan nilai-nilai ibadah, kepedulian, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan tema “Ramadan Ceria,” kami berharap seluruh kegiatan yang dilaksanakan mampu menghadirkan pengalaman Ramadan yang menyenangkan, penuh makna, dan membekas bagi para siswa.
Dengan suasana belajar yang gembira namun tetap sarat nilai keislaman, siswa SDMM diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas ilmunya, kuat imannya, dan indah akhlaknya. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












