Feature

PWM Maluku Terus Berbenah: Dari Klinik hingga Kewirausahaan Inovatif

26
×

PWM Maluku Terus Berbenah: Dari Klinik hingga Kewirausahaan Inovatif

Sebarkan artikel ini
Amirsyah Tambunan (kelima dari kiri)

PWM Maluku tak hanya membangun klinik strategis di Ambon, tetapi juga menyiapkan lahan wakaf dan mendorong lahirnya wirausaha inovatif demi memperkuat dakwah dan pemberdayaan umat.

Tagar.co Selepas prosesi pengukuhan dan taaruf Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Provinsi Maluku, Kamis (17/4/2025), suasana hangat menyelimuti ruang silaturahmi Klinik Pratama Rawat Jalan PKU Muhammadiyah Abu Sofyan.

Acara dipandu oleh Dr. H. Muh. Taib Hunsow, M.Ag dan Abdullah Marasabessy, S.E.—Ketua dan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku. Namun pertemuan ini bukan sekadar temu ramah. Ada semangat pembenahan dan transformasi yang dibicarakan serius dalam forum tersebut.

Amirsyah Tambunan, Ketua Majelis Pendayagunaa Wakaf (MPW) PP Muhammadiyah yang turut hadir, menegaskan pentingnya menjadikan silaturrahmi sebagai ruang produktif. “Silaturrahmi bukan sekadar berkumpul. Di dalamnya ada silatul fikri dan silatul amal yang memperkuat visi dakwah dan pemberdayaan,” ujarnya.

Baca juga: Muhammadiyah pada Peran Kebangsaan Harus Wujudkan Umat Terbaik

Salah satu bentuk nyata dari semangat itu adalah keberadaan amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang kini terus berbenah di Maluku, khususnya di Kota Ambon. Klinik Pratama Rawat Jalan PKU Muhammadiyah Abu Sofyan menjadi contoh konkret. Terletak di lokasi strategis, klinik ini telah menjadi rujukan layanan kesehatan masyarakat kota.

Baca Juga:  AUM dan Tantangan Menjaga Roh Kaderisasi Muhammadiyah

Tak berhenti di situ, PWM Maluku kini tengah menyiapkan pengembangan lahan satu hektare yang merupakan tanah wakaf di sebelah klinik. Dalam foto yang diperlihatkan, tampak lokasi tersebut sedang dipersiapkan untuk ekspansi.

Setidaknya ada dua pendekatan yang disiapkan. Pertama, melalui Cash Waqf Linked Deposit (CWLD)—produk wakaf uang temporer yang menggunakan instrumen deposito milik wakif dan dikelola nazir. Skema ini diharapkan bisa menggalang dana signifikan untuk membiayai pengembangan fasilitas kesehatan.

Kedua, lewat optimalisasi lembaga filantropi Lazismu. Lembaga zakat, infak, dan sedekah milik Muhammadiyah ini mencatat tren peningkatan penghimpunan dana tiap tahun di Maluku, dan diyakini bisa memperkuat basis pembiayaan AUM secara berkelanjutan.

Dari diskusi yang dipandu oleh Abdullah Marasabessy, PWM Maluku juga memandang bahwa pembenahan tidak hanya cukup pada aspek kelembagaan, tetapi juga pada penguatan jiwa kewirausahaan. “Kami ingin mendorong semangat entrepreneur, terutama dari kalangan muda yang punya ide-ide segar dan belum banyak diperkenalkan ke pasar,” tuturnya.

Entrepreneur, menurutnya, bukan hanya tentang berdagang, tapi soal keberanian untuk melakukan inovasi, menciptakan sesuatu dari yang tidak ada, dan mengembangkan dari yang sudah ada.

Baca Juga:  PCM Blimbing Berguru ke GKB, Belajar Inovasi Dakwah dan Manajemen AUM

“Kalau kita bisa menggabungkan kekuatan amal usaha, wakaf produktif, dan kewirausahaan inovatif—Insyaallah, Muhammadiyah Maluku akan menjadi kekuatan penting dalam memajukan umat dan masyarakat,” ujarnya optimistis. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni