Feature

Praktik Zakat Fitrah di SD Muri, Siswa Timbang Beras Sendiri

85
×

Praktik Zakat Fitrah di SD Muri, Siswa Timbang Beras Sendiri

Sebarkan artikel ini
Siswa putri kelas V SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik mempraktikkan penimbangan beras zakat fitrah di selasar sekolah, Rabu (11/3/2026). (Tagar.co/Qomariyah)

Pembelajaran agama di SD Muhammadiyah 1 Kebomas Gresik dibuat aplikatif. Siswa diajak mempraktikkan penimbangan dan pengemasan beras zakat fitrah secara langsung.

Tagar.co – Suasana selasar SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, Jawa Timur tampak berbeda pada Rabu (11/3/2026). Puluhan siswa kelas V berkumpul sambil membawa kantong beras dan timbangan. Mereka tidak sekadar belajar teori zakat fitrah di kelas, tetapi mempraktikkan langsung cara menimbang dan mengemas beras zakat.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dirancang secara aplikatif. Para siswa diajak memahami zakat fitrah tidak hanya sebagai konsep, tetapi juga sebagai praktik ibadah yang nyata.

Baca juga: Bazar Ramadan SD Muri Diserbu Warga, Baju Layak Pakai Dijual Mulai Rp2.000

Sebelum praktik dimulai, para siswa terlebih dahulu mendapatkan pengarahan. Mereka kemudian melihat langsung proses penimbangan beras zakat fitrah yang telah dikumpulkan dari seluruh siswa kelas I hingga VI.

Koordinator zakat fitrah SD Muri, Dra. Erna Hamidah, S.Pd, menjelaskan bahwa sebagian beras zakat sudah dalam bentuk kemasan tiga kilogram, sementara sebagian lainnya masih perlu ditimbang ulang.

“Beras zakat yang sudah terkumpul ada yang sudah dikemas tiga kilogram dan ada juga yang masih belum. Oleh karena itu, hari ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung menimbang zakat fitrah,” jelasnya.

Siswa putra kelas V SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik mempraktikkan penimbangan beras zakat fitrah dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Rabu (11/3/2026). (Tagar.co/Qomariyah)

Belajar Praktik Menimbang Zakat

Guru yang akrab disapa Ustazah Midah itu kemudian membagi kegiatan praktik menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti siswa perempuan, sedangkan sesi berikutnya diikuti siswa laki-laki.

Sebelum praktik dimulai, ia mengajak para siswa memastikan kondisi timbangan agar hasilnya tetap akurat. Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan kembali ketentuan zakat fitrah.

Menurutnya, zakat fitrah di Indonesia umumnya ditunaikan sebesar 2,5 kilogram beras per orang. Namun, ada pula ulama yang menganjurkan ukuran 2,7 hingga 3 kilogram sebagai bentuk kehati-hatian.

“Zakat wajibnya tetap 2,5 kilogram. Jika seseorang membayar tiga kilogram, maka 2,5 kilogram dihitung sebagai zakat, sedangkan sisanya menjadi sedekah,” jelasnya kepada para siswa.

“Bagaimana? Bisa dimengerti, siswa-siswa?” tanyanya.

“Mengerti, Ustazah!” jawab para siswa serempak.

Setelah penjelasan tersebut, para siswa langsung mempraktikkan proses menimbang beras dengan penuh semangat. Mereka secara bergantian menakar beras, menimbangnya hingga tepat, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik.

Sebanyak 225 paket beras zakat fitrah yang telah ditimbang dan dikemas oleh siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik siap disalurkan kepada para penerima, Rabu (11/3/2026). (Tagar.co/Qomariyah)

Menanamkan Empati sejak Dini

Kegiatan praktik menimbang zakat fitrah berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB. Selain menimbang beras, para siswa juga belajar mengemas beras ke dalam plastik yang telah diberi logo SD Muri.

Setelah selesai, seluruh paket beras dipindahkan ke ruang kelas I di lantai bawah untuk memudahkan proses distribusi kepada para penerima zakat.

Guru Pendidikan Agama Islam SD Muri, Muhammad Fail Khairit Tamma, S.Pd, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi siswa.

“Pembelajaran seperti ini memiliki manfaat yang luar biasa. Ketika mereka dewasa nanti, mereka sudah memahami bagaimana cara menunaikan zakat karena telah diajarkan sejak dini oleh guru-gurunya. Selain itu, mereka juga dapat berbagi pengetahuan tersebut kepada orang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang ditunaikan sekali dalam setahun, sehingga pemahaman tentang cara pelaksanaannya perlu ditanamkan sejak dini.

Hal senada disampaikan Kaur Kesiswaan SD Muri, Bellah Iasyah Meylindah, S.Pd. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengajarkan praktik ibadah, tetapi juga menanamkan nilai sosial.

Para siswa belajar memahami rukun Islam secara nyata, menumbuhkan empati dan kepedulian sosial, sekaligus melatih keterampilan berhitung dan literasi numerasi.

“Intinya, kegiatan menimbang zakat fitrah ini mengubah pelajaran agama menjadi pengalaman hidup yang mengasah hati, otak, dan akhlak siswa,” jelasnya.

Dari hasil penimbangan yang dilakukan para siswa serta beras yang telah dikemas sebelumnya, tercatat 225 paket beras zakat fitrah siap disalurkan kepada masyarakat. Masing-masing paket berisi 3 kilogram beras.

Jurnalis Qomariyah Penyunting Mohammad Nurfatoni