Feature

Pertemuan Bumdes Se-Kanigoro: Fokus Ketahanan Pangan dan Tata Kelola Keuangan

27
×

Pertemuan Bumdes Se-Kanigoro: Fokus Ketahanan Pangan dan Tata Kelola Keuangan

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Bumdes Kanigoro perkuat ketahanan pangan dan tata kelola keuangan. Dorong kemandirian, inovasi, serta transparansi pengelolaan usaha desa.
Pertemuan Bumdes di Kantor Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (25/6/2025) siang. (Tagar.co/Agus Fawaid)

Pertemuan Bumdes Kanigoro perkuat ketahanan pangan dan tata kelola keuangan. Dorong kemandirian, inovasi, serta transparansi pengelolaan usaha desa.

Tagar.co – Seluruh direktur atau ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) se-Kecamatan Kanigoro berkumpul dalam pertemuan di Kantor Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (25/6/2025) siang. Kegiatan ini bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Kanigoro, Jalan Kota Baru Nomor 17, Lingkungan Jajar, Kelurahan Kanigoro.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Bumdes dalam pembangunan desa. Terutama dalam bidang ketahanan pangan, tata kelola keuangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Salah satu peserta, Mahya Sarjana, Direktur Bumdes Jatinom yang akrab disapa Mahya, menyampaikan hasil pertemuan tersebut.

“Ada banyak hal penting yang dibahas. Terutama soal arah proposal program-program ketahanan pangan dan peningkatan kualitas pengelolaan Bumdes,” ujar Mahya.

Menurut Mahya, peserta mendapatkan arahan langsung terkait prosedur penyusunan proposal usaha agar selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, tersampaikan pula pentingnya pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) sebagai bagian dari proses administratif sebelum pengajuan program.

Baca Juga:  Menata Hati lewat Riyadus Salihin di Masjid Al-Ghifari Blitar

“Layanan konsultasi juga tersedia supaya kami bisa lebih siap dalam menyusun proposal usaha yang layak dan sesuai aturan. Kami juga diminta segera melaksanakan Musdesus dan melengkapi seluruh dokumen administratif,” tambah Mahya.

Tak hanya itu, para peserta juga mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) yang akan terfokuskan pada kepatuhan pelaporan keuangan. Bimtek ini harapannya mampu memperkuat integritas dan transparansi pengelolaan keuangan di setiap Bumdes.

Pihak kecamatan juga menegaskan, pertemuan ini bukan sekadar koordinasi biasa. Inilah bagian dari komitmen untuk memperkuat peran Bumdes sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi desa.

Harapannya, Bumdes benar-benar mandiri, inovatif, dan bisa menjawab tantangan desa. “Ketahanan pangan adalah prioritas, tetapi tata kelola keuangan yang baik juga menjadi syarat utama keberlanjutan usaha,” ungkap Mahya.

Sinergi Bumdes Majukan Ekonomi Lokal

Mahya lebih lanjut menjelaskan mengenai Bumdes atau Badan Usaha Milik Desa. “Ini lembaga usaha oleh desa dimana masyarakat dan pemerintah desa mengelolanya untuk memperkuat perekonomian desa,” terangnya.

Badan usaha ini, lanjutnya, terbentuk berdasarkan kebutuhan serta potensi desa itu sendiri. Bumdes dapat bergerak di berbagai sektor usaha. Seperti perdagangan, jasa, pertanian, dan lainnya.

Baca Juga:  Gema Literasi dan Langit Jingga di Pesantren Ramadan UPT SDN 94 Gresik

Di Kecamatan Kanigoro sendiri terdapat 12 wilayah administratif yang terdiri atas 10 desa dan 2 kelurahan. Yaitu Kelurahan Kanigoro, Desa Jatinom, Desa Sawentar, Kelurahan Satreyan, Desa Minggirsari, Desa Papungan, Desa Gogodeso, Desa Banggle, Desa Gaprang, Desa Karangsono, Desa Tlogo, dan Desa Kuningan.

Seluruh perwakilan dari kelurahan dan desa tersebut hadir serta aktif menyimak arahan dalam pertemuan ini. Harapannya, melalui sinergi dan pembinaan yang konsisten, Bumdes se-Kecamatan Kanigoro mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang profesional serta berkelanjutan. (#)

Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sayyidah Nuriyah