Opini

Pendidikan Investasi untuk Remaja Lebih Penting daripada Menabung

65
×

Pendidikan Investasi untuk Remaja Lebih Penting daripada Menabung

Sebarkan artikel ini
Pendidikan investasi bagi remaja sangat penting di zaman ini untuk menghidari jebakan pinjaman online atau investasi bodong.
Investasi

Pendidikan investasi bagi remaja sangat penting di zaman ini untuk menghindari jebakan pinjaman online atau investasi bodong.

Oleh Choirul Hidayat, Pengusaha, dan Sekretaris Yayasan Rintis Bisnis Nusantara.

Tagar.co – Dulu siswa diserukan rajin menabung. Bahkan ada gerakan menabung di bank atau kantor pos. Zaman sekarang menabung di bank dengan uang receh tidak lagi menguntungkan.

Uang tabungan yang sedikit bisa habis dipotong untuk biaya admin, pajak, dan lain-lain. Sementara pendapatan bunga bank sangat kecil.

Sekarang sangat penting siswa dan remaja dikenalkan pendidikan investasi. Topik ini bukan milik orang dewasa saja. Anak SMP perlu dikenalkan tentang bisnis investasi. Ini menjadi langkah strategis untuk masa depan finansial generasi muda Indonesia.

Di usia 12-15 tahun, pelajar berada pada fase kognitif yang tepat untuk mulai memahami konsep nilai uang dan perencanaan jangka panjang.

Pendidikan investasi sangat krusial bagi pelajar SMP dengan pertimbangan ini.

Pertama, menanamkan konsep compound growth syariah (Pertumbuhan modal secara eksponensial dan akumulasi bagi hasil pada instrumen halal).

Baca Juga:  Sikap Tahu Diri Pejabat

Salah satu aset terbesar yang dimiliki pelajar SMP adalah waktu. Dengan memahami investasi sejak dini, mereka belajar tentang kekuatan compound growth syariah).

Semakin awal seseorang memulai, semakin kecil modal yang dibutuhkan untuk mencapai target finansial di masa depan.

​Logika sederhana, menginvestasikan Rp100 ribu per bulan mulai usia 13 tahun akan memberikan hasil yang jauh lebih besar dibandingkan mulai di usia 30 tahun dengan nominal yang lebih besar.

Kedua, membangun literasi keuangan dan melawan inflasi.

​Pelajar perlu memahami bahwa menabung di bawah bantal atau sekadar di rekening bank sering tidak cukup untuk melawan inflasi.

Dengan pendidikan investasi, siswa belajar:

  • Perbedaan antara aset dan liabilitas.
  • ​Cara kerja inflasi yang menurunkan daya beli uang dari tahun ke tahun.
  • ​Diversifikasi, agar tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang.

Ketiga, membentuk karakter dan disiplin

​Investasi bukan sekadar tentang angka, melainkan tentang kontrol diri. Pendidikan ini mengajarkan pelajar untuk:

  • ​Menunda Kepuasan (Delayed Gratification): Memilih menyisihkan uang jajan untuk masa depan daripada membelanjakannya untuk tren sesaat.
  • ​Melatih mereka untuk tidak mudah tergiur oleh tawaran cepat kaya, investasi bodong, pinjaman online yang marak di media sosial.
Baca Juga:  Sikap Tahu Diri Pejabat

Keempat, ​mengenal instrumen investasi rendah risiko

Untuk tingkat SMP, fokus pendidikan bukanlah pada perdagangan saham harian yang berisiko tinggi, melainkan pada pengenalan instrumen yang aman dan legal di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), seperti:

  • Reksa Dana syariah: Cocok untuk pemula dengan modal sangat terjangkau.
  • Emas: Instrumen klasik yang mudah dipahami sebagai pelindung nilai.
  • Surat Berharga Negara (SBN): Mengenalkan cara berkontribusi pada pembangunan negara.

Mengajarkan investasi pada pelajar SMP bukan berarti mendorong mereka menjadi spekulan, melainkan membekali mereka dengan tameng finansial.

Di tengah gempuran budaya konsumtif dan pinjaman online, literasi investasi adalah keterampilan hidup (life skill) yang sama pentingnya dengan matematika atau bahasa. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto