Feature

Pembelajaran Coding dan AI Masuk Kurikulum SD

18
×

Pembelajaran Coding dan AI Masuk Kurikulum SD

Sebarkan artikel ini
Pembelajaran Coding dan AI (Artificial Intelligence) bakal diberikan kepada siswa SD pada tahun pelajaran 2025-2026.
Menteri Abdul Mu’ti ikut diskusi Pengembangan Pembelajaran Coding dan Kecerdasan Buatan untuk Siswa SD di Kemendikbud.

Pembelajaran Coding dan AI bakal diajarkan kepada siswa sekolah dasar mulai tahun depan. Ini upaya mengenalkan anak pada teknologi.

Tagar.co – Pembelajaran Coding dan AI (Artificial Intelligence) bakal diberikan kepada siswa SD pada tahun pelajaran 2025-2026.

Penyiapan kurikulum masalah ini dibahas lewat Diskusi Kelompok Terpumpun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Jumat (29/11/2024).

Acara ini diadakan oleh Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen).

Tema diskusi Pengembangan Pembelajaran Coding dan Kecerdasan Buatan untuk Siswa Sekolah Dasar. Diskusi berlangsung mulai 29 November sampai 1 Desember 2024.

Dalam sambutannya Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan pentingnya pembelajaran coding dan kecerdasan buatan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang kompetitif dan mampu bersaing di kancah global.

Menurutnya, dengan perkembangan pesat teknologi digital saat ini, keterampilan seperti coding dan AI akan sangat membantu anak-anak Indonesia untuk menghadapi tantangan zaman.

”Banyak negara maju sudah memulai pengajaran teknologi tinggi seperti coding dan AI sejak dini. Kami juga berencana untuk memperkenalkan pembelajaran ini mulai dari sekolah dasar, dengan rencana menjadikannya sebagai mata pelajaran pilihan pada tahun ajaran 2025-2026,” tutur Menteri Mu’ti.

Baca Juga:  Bangsa Unggul Butuh Budaya Ilmu, Ini Tiga Strategi Abdul Mu’ti

Meskipun ada pro dan kontra terhadap kebijakan ini, sambung dia, kebanyakan respon positif yang diterima berasal dari pihak-pihak yang memahami pentingnya keterampilan digital bagi anak-anak Indonesia.

”Meskipun ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa literasi dasar lebih penting, kami percaya bahwa penguasaan teknologi justru akan mendukung perkembangan literasi dan numerasi anak-anak kita,” ujarnya.

Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat, menekankan pentingnya pemahaman coding dan AI sebagai bagian dari literasi digital.

”Seperti halnya pendidikan mengenai teknologi ruang angkasa yang diperkenalkan di Amerika Serikat sejak tahun 1970-an, kami ingin memastikan bahwa generasi muda Indonesia tidak tertinggal dalam hal penguasaan teknologi,” ujarnya.

Menurut dia, coding dan AI bukanlah hal yang menakutkan, justru mereka akan membuka peluang besar bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi.

Sementara Sekretaris Ditjen PAUD Dikdasmen, Praptono, dalam laporannya menyampaikan, coding dan AI tidak sekadar alat teknologi, melainkan juga keterampilan penting yang harus dimiliki oleh generasi muda.

Menurutnya, keterampilan ini akan membantu anak-anak untuk menjadi individu yang kreatif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan global di masa depan, baik dalam hal perubahan iklim, kesehatan, maupun bidang lainnya.

Baca Juga:  Sekolah di Atas Kebun Teh

”Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menggali pandangan dan masukan dari berbagai pihak mengenai urgensi pembelajaran coding dan AI bagi siswa muda. Kami juga berharap dapat merumuskan strategi yang tidak hanya efektif dalam memfasilitasi perkembangan keterampilan digital, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan pelajaran dasar lainnya,” jelas Praptono.

Penyunting Sugeng Purwanto