Feature

Pariwara Pamitan: Perpisahan Penuh Makna Siswa Smamsatu Angkatan Ke-58

1295
×

Pariwara Pamitan: Perpisahan Penuh Makna Siswa Smamsatu Angkatan Ke-58

Sebarkan artikel ini
Salah satu kelas angkatan 58 (Tagar.co/Istimewa)

Smamsatu menggelar acara kelulusan bertajuk ‘Pariwara Pamitan,’ sebuah perpisahan penuh makna yang menginspirasi para wisudawan untuk melangkah dengan pemikiran tajam, akhlak mulia, dan perilaku tangguh.

Tagar.co – Graha Kartini, Kamis (22/5/2025) pagi diselimuti suasana cerah. Wajah-wajah ceria penuh semangat dan kegembiraan tampak hilir mudik. Suara riuh siswa dan para orang tua yang hadir untuk merayakan hari kelulusan menggema di sekitar gedung di Jalan Kartini No. 148 Gresik itu.

Baca juga: Bikin Air Mata Meleleh, Pidato Dhagit di Pariwara Pamitan Smamsatu

Angin sejuk yang berhembus menambah suasana hangat, sementara stan foto yang terpasang di depan gedung dan para penjual buket bunga yang menyemarakkan area, memberikan warna tersendiri pada momen bersejarah ini.

Para orang tua berdatangan di Graha Kartini Ballroom sebelum acara dimulai (Tagar.co/Zada Kanza Makhfiya Mohammad)

SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu)  Gresik kali ini mengggelar acara kelulusan yang istimewa bernama “Pariwara Pamitan.” Acara ini tidak hanya menandai perpisahan siswa Samamstu  Angkatan Ke-58, MBS Madinatul Ilmi Ke-22, dan Prodistik ITS Surabaya Ke-7, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai yang diusung para peserta didik, yakni berpikir tajam, berakhlak baik, dan memiliki perilaku yang tangguh. Nilai-nilai ini menjadi bekal yang akan mereka bawa untuk menghadapi tantangan hidup selanjutnya.

Baca Juga:  Pimpinan Ranting IPM Putra dan Putri MBS Madinatul Ilmi Dilantik Bersamaan

Pukul 07.20, prosesi dimulai dengan kedatangan siswa kelas XII yang diiringi oleh paduan suara dari Ekstrakurikuler Paduan Suara (Smamchoir). Lagu Kisah Cintaku yang dibawakan dengan lirik, “Datang akan pergi… Lewat kan berlalu… Ada kan tiada… Bertemu akan berpisah,” memberikan kesan haru dan mendalam, menyadarkan para hadirin akan perpisahan yang tak bisa dihindari.

Siswa putri yang anggun dengan kebaya (Tagar.co/Zada Kanza Makhfiya Mohammad)

Acara dimulai dengan proses kelulusan perwakilan kelas 12 Soshum 4, dan berakhir dengan kelas XII Saintek 4. Para siswa tampak berseri-seri, mengenakan setelan jas hitam dengan selempang kelulusan yang membanggakan. Tak kalah menarik, para siswi tampil menawan dengan kebaya berwarna-warni yang cerah, riasan spesial hari itu, serta selempang yang melengkapi penampilan mereka.

Suasana semakin khidmat dengan kehadiran kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas XII, serta para guru dan staf yang turut mendampingi. Semua prosesi ini dikawal dengan penuh semangat oleh Pasukan Baris-Berbaris (PBB) Pasbrama Smamsatu, yang dengan gagah membawa bendera-bendera: Merah Putih, Muhammadiyah, Smamsatu, dan ortom

Baca Juga:  Karya Tugas Akhir Prodistik ITS Smamsatu Gresik Dipamerkan Terbuka
Pasbrama Smamsatu dengan panji-panji bendera diukuti pimpinan sekolah (Zada Kanza Makhfiya Mohammad)

Salah satu momen yang menyentuh hati adalah saat beberapa siswa diberikan kesempatan untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Di antaranya Gana Faizun Ath-Thaariq hanil, Nabila Aulia Arbas Syahrani, yang suaranya merdu dan menenangkan hati para hadirin, memberikan ketenangan di tengah suasana yang penuh haru dan kebahagiaan.

Hari itu, lebih dari sekadar perpisahan, acara kelulusan ini menjadi simbol perjalanan yang telah mereka tempuh, dan sebuah awal baru untuk menggapai impian. “Tajam Berpikir, Teduh di Hati, Tangguh dalam Perilaku” bukan hanya tema, tetapi menjadi pedoman yang akan membawa mereka mengarungi dunia dengan pemikiran yang tajam, hati yang teduh, dan sikap yang tangguh. (#)

Jurnalis Zada Kanza Makhfiya Mohammad Penyunting Mohammad Nurfatoni