Feature

Optimis Emas di Olimpiade Kimia Internasional, Garuda Muda Melaju ke Dubai

43
×

Optimis Emas di Olimpiade Kimia Internasional, Garuda Muda Melaju ke Dubai

Sebarkan artikel ini
Empat siswa terbaik Indonesia siap harumkan nama bangsa pada International Chemistry Olympiad (IChO) 2025 di Dubai. Target medali emas jadi penyemangat.
Empat siswa terbaik Indonesia siap berlomba pada International Chemistry Olympiad (IChO) 2025 di Dubai.

Empat siswa terbaik Indonesia siap harumkan nama bangsa pada International Chemistry Olympiad (IChO) 2025 di Dubai. Target medali emas jadi penyemangat.

Tagar.co — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan talenta muda Indonesia.

Empat siswa terbaik di bidang kimia mereka berangkatkan untuk berlaga di ajang prestisius International Chemistry Olympiad (IChO) ke-57. Kompetisi tingkat dunia ini berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, mulai 5 hingga 14 Juli 2025.

Para delegasi yang mewakili Merah Putih merupakan hasil seleksi ketat dari pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA/MA/Sederajat bidang Kimia. Mereka ialah Darren Mikael Chauhari (SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta), Muhammad Clerisyad Atthahirzi (SMA Al Wafi IBS Bogor), Bramantyo Abimanyu (SMA Labschool Kebayoran Jakarta), dan Sultan El Shirazy (SMA Negeri 17 Palembang).

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan keyakinannya terhadap kesiapan para siswa. “Untuk tahun ini, delegasi pertama yang berangkat dari bidang Kimia, yaitu IChO,” tutur Irene saat acara Pelepasan Delegasi Indonesia untuk IChO, Jumat (4/7) lalu.

Baca Juga:  Menyibak Kabut Merapi: Menilik Sejarah Kelam Bunker dan Menikmati Guyuran Adrenalin

Ia menambahkan, para siswa telah menjalani serangkaian persiapan intensif melalui tiga tahap pembinaan. “Anak-anak sudah siap dengan berbekal berbagai materi dari para pembina,” imbuhnya.

Optimisme pun melambung tinggi. Irene berharap raihan medali pada ajang IChO tahun ini meningkat pesat hingga mendapatkan medali emas. “Pasti mendapatkan hasil yang terbaik. Tahun lalu IChO mendapatkan empat medali perunggu, semoga tahun ini hasilnya maksimal dan meraih medali emas,” ujar Irene dengan nada penuh harap.

Persiapan Matang

Tim pembina dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang terdiri dari Deana Wahyuningrum, Fainan Failamani, dan Rindia Maharani Putri, turut mendampingi para siswa selama kompetisi. Koordinator Pembina IChO Deana Wahyuningrum menjelaskan, pada Pembinaan Tahap III, keempat siswa telah mematangkan persiapan materi dan praktikum.

“Untuk teorinya terkait bidang Kimia Fisik, Kimia Organik, Kimia Anorganik, Kimia Analitik, dan Biokimia. Sementara itu, untuk praktikum meliputi Kimia Organik, Kimia Anorganik, dan Kimia Analitik. Para siswa sudah menguasainya dengan baik,” jelas Deana.

Ia berharap, bekal dari tim pembina akan sangat bermanfaat bagi para siswa saat berkompetisi. “Kompetitor mereka dari berbagai belahan dunia itu juga sama-sama mengirimkan talenta terbaik,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ketika Kepala Spemdalas Lantumkan Lagu Sepohon Kayu di Leadership Training PR IPM

“Mudah-mudahan mereka bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Kami akan selalu mendukung dan mendoakan mereka untuk melakukan yang terbaik untuk Indonesia,” pungkas Deana.

Motivasi Penuh, Siap Beri Terbaik

Dua dari empat siswa perwakilan Indonesia, Sultan El Shirazy dan Bramantyo Abimanyu, merasakan langsung manfaat pembinaan yang Puspresnas fasilitasi itu. Sultan, siswa asal SMA Negeri 17 Palembang, menyatakan pembinaan tersebut sangat berguna sebagai persiapan IChO.

“Sangat bermanfaat. Pembinaan ini terancang untuk mempersiapkan kita mengikuti ajang IChO. Jadi sesuai dengan silabus IChO, kita dapat apa saja yang kita butuhkan,” ungkap Sultan.

Dengan bekal yang mumpuni, ia merasa siap memberikan yang terbaik. “Insya Allah siap memberikan yang terbaik karena sudah berbekal berbagai materi dan praktikum,” tegasnya.

Senada dengan Sultan, Bramantyo Abimanyu dari SMA Labschool Kebayoran Jakarta juga mengungkapkan keyakinannya. “Berkat pembinaan ini, saya menjadi lebih yakin dengan kemampuan saya untuk berkompetisi di ajang IChO,” kata Bramantyo.

International Chemistry Olympiad (IChO) merupakan kompetisi kimia tingkat dunia yang menguji pengetahuan dan keterampilan siswa setingkat sekolah menengah. Sekitar 90 negara dari seluruh dunia mengirimkan tim yang terdiri dari empat siswa terbaik mereka. Tim Indonesia telah bertolak menuju Dubai dan siap menghadapi tantangan global ini. (#)

Baca Juga:  Tampilan Ramadan Penuh Cinta Siswa Spemdalas Meriahkan Iftar Ning Berlian

Penyunting Sayyidah Nuriyah