
Prestasi gemilang Muhammad Syaifulloh di Festival Keagamaan KUA Pare, membawa piala harapan 3 lomba azan subuh, jadi kado terindah HUT ke-80 RI.
Tagar.co — Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pare kembali menggelar Festival Keagamaan. Acara tahunan yang memasuki tahun kedua ini menjadi ajang apresiasi bagi para siswa yang memiliki bakat di bidang keagamaan.
Berlangsung di Masjid Agung An-Nur Pare, festival ini memperlombakan empat cabang. Yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an, Azan Subuh, Kaligrafi, dan Salat Jenazah. Setiap lomba diikuti oleh dua peserta, baik putra maupun putri. Kecuali salat jenazah, pesertanya tujuh siswa per kelompok, Senin (25/8/2025).
Tak ketinggalan, Sekolah Talenta MTs Muhammadiyah 1 Pare mengirimkan dua siswanya, Muhammad Syaifulloh dan Prelsa Ginotyo, untuk berkompetisi dalam lomba Azan Subuh. Cabang lomba ini menarik minat 14 lembaga pendidikan tingkat SMP/MTs, dengan total 27 siswa sebagai peserta.

Kado untuk Sekolah Talenta
Perjuangan Muhammad Syaifulloh berbuah manis. Ia berhasil membawa pulang piala harapan 3. Meskipun sempat merasa gugup, Syaifulloh memaksakan diri untuk tampil maksimal. “Meskipun sedikit grogi karena berada di urutan ke-10, saya paksakan untuk mengeluarkan kemampuan saya,” tuturnya.
“Alhamdulillah, mendapatkan juara harapan 3. Insyaallah ke depannya saya akan berusaha lebih giat lagi untuk bisa tampil di festival tahun depan,” tambahnya.
Kepala Madrasah, Ustadzah Rhadiesty Megha Putri, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih siswanya. “Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil membawa pulang juara lagi,” ucapnya.
“Saya sangat bangga atas kerja keras ananda Syaiful dan para ustaz-ustazah. Semoga tahun depan bisa mengikuti lagi dan menjadi juara di cabang lain. Aamiin,” harapnya.
Keberhasilan Syaifulloh menjadi kado terindah bagi MTs Muhammadiyah 1 Pare dalam menyambut HUT RI. Harapan untuk terus mengukir prestasi semakin kuat.
Senada dengan harapan kepala madrasah, Syaifulloh juga bertekad untuk terus mengasah kemampuannya agar bisa meraih juara pertama di tahun berikutnya. Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum bagi para siswa untuk mengukur dan meningkatkan bakatnya di bidang keagamaan. (#)
Jurnalis M. Faisol Teguh Fahmi Penyunting Sayyidah Nuriyah












