
Ketangguhan, kemandirian, dan standar kerja berkelas dunia yang ditunjukkan relawan Muhammadiyah membuat Menteri Kesehatan RI angkat topi. Di Magelang, Budi Gunadi Sadikin menyebut mereka sebagai teladan nasional dalam penanganan bencana.
Tagar.co — Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam bidang kerelawanan, khususnya dalam penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra dan Aceh.
Apresiasi tersebut disampaikan Menkes saat memberikan sambutan dalam acara Launching Kedokteran dan Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Jawa Tengah Kamis (8/1/25). Ia menilai relawan Muhammadiyah memiliki karakter dan kapasitas yang membedakan mereka dari kelompok relawan lainnya.
“Teman-teman Muhammadiyah ini berbeda. Ketika saya melihat langsung relawan Muhammadiyah di kawasan bencana, mereka sangat tangguh, mandiri, dan memiliki standar kerja yang tinggi,” ujar Budi.

Menurutnya, Muhammadiyah telah membangun sistem kerelawanan yang tidak hanya kuat secara semangat, tetapi juga profesional dan berstandar internasional. Hal itu dibuktikan melalui keberhasilan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang telah memperoleh verifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Ini bukan capaian biasa. Standar kerja seperti ini menjadi modal penting dalam memperkuat sistem penanganan bencana nasional,” tambahnya.
Lebih lanjut, Menkes berharap etos kerja, kedisiplinan, dan profesionalisme relawan Muhammadiyah dapat menjadi contoh bagi lembaga-lembaga relawan lainnya di Indonesia, sehingga penanganan kebencanaan nasional semakin terukur, sistematis, dan berkelanjutan.
“Muhammadiyah tidak banyak bicara, tetapi banyak bergerak. Progres Muhammadiyah di dunia kerelawanan sangat luar biasa. Saya berharap semangat ini menular ke seluruh lembaga relawan di Indonesia,” ujarnya. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












