Feature

Menjadi Remaja Hebat: SD Almadany Ajak Siswa Kenali Diri dan Kendalikan Emosi

258
×

Menjadi Remaja Hebat: SD Almadany Ajak Siswa Kenali Diri dan Kendalikan Emosi

Sebarkan artikel ini
Bunda Maria Ulfa (berjilbab hitam) memberikan materi Guest Teacher “Menjadi Remaja Hebat” kepada siswa kelas V dan VI SD Almadany di ruang interaktif sekolah, Rabu (5/11/2025). (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Lewat program Guest Teacher, Maria Ulfa membimbing siswa kelas V dan VI SD Almadany memahami perubahan fisik, mengelola emosi, dan menjaga diri di masa remaja. Suasana belajar pun penuh tawa dan refleksi diri.

Tagar.co – Suasana Rabu pagi (5/11/25) terasa lebih hidup di salah satu ruang kelas SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, Jawa Timur.

Barisan siswa kelas V dan VI duduk rapi di lantai putih, mengenakan seragam biru bertuliskan School of Experiences, menyimak layar interaktif yang menampilkan tema “Menjadi Remaja Hebat: Kenali Diri, Hadapi Tantangan dengan Bijak.”

Di depan ruangan, tampak sosok Maria Ulfa. Petugas bimbingan rohani di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG) itu pagi itu hadir sebagai narasumber Guest Teacher.

Baca juga: Dari Kolam Sekolah, SD Almadany Tanamkan Cinta Lingkungan lewat Budidaya Lele dan Nila

Kegiatan Guest Teacher kali ini dibuka oleh Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan siswa menghadapi perubahan menuju masa remaja.

Baca Juga:  Pasar Mini di Sekolah: ABC Day Latih Jiwa Wirausaha Murid SD Almadany

“Setiap anak akan mengalami masa remaja. Di masa ini akan timbul berbagai permasalahan, mulai dari perubahan fisik, emosi, hingga pergaulan,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini menjadi ruang bagi siswa untuk memahami diri dan belajar bersikap bijak sejak dini.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan kesadaran, bahwa menjadi remaja itu bukan hanya soal tumbuh besar, tetapi juga tumbuh tanggung jawab dan iman,” ujarnya.

Mengenal Diri dan Mengendalikan Emosi

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Bunda Ulfa. sapaam narasumber, memulai dengan pertanyaan ringan yang membuat anak-anak tersenyum malu-malu. Ia menjelaskan bahwa usia 10–12 tahun merupakan awal masa remaja, masa ketika tubuh dan perasaan mulai berubah.

“Kalian akan mengalami perubahan fisik seperti tumbuhnya jerawat, perubahan suara, dan tumbuhnya rambut di beberapa bagian tubuh. Itu tanda tubuh sedang tumbuh,” ujarnya ramah.

Perempuan kelahiran 26 Juli 1976 itu juga memperkenalkan tiga tipe kepribadian: introvert, ekstrovert, dan ambivert. Ia menjelaskan, anak introvert biasanya nyaman dalam situasi tenang, sementara ekstrovert lebih terbuka dan ekspresif.

Baca Juga:  Menjajaki Pendirian Sekolah Alam, PCM Singosari Belajar ke SD Almadany Gresik

“Emosi itu wajar. Tapi kalau sampai meluap-luap dan sulit dikendalikan, itu bisa mengarah ke gangguan mental,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketidakseimbangan hormon serotonin bisa menyebabkan depresi atau perilaku agresif. Karena itu, ia berpesan agar para remaja menenangkan diri dengan zikir, ikhtiar, dan istirahat yang cukup.

Cinta, Iman, dan Batas Pergaulan

Bagian paling dinanti siswa datang ketika Bunda Ulfa membahas soal perasaan cinta pada lawan jenis.

“Suka lawan jenis itu biasa. Tapi kalau tidak dikontrol dengan iman, jangankan di akhirat, di dunia pun bisa sengsara,” tegasnya.

Mengutip surah Al-Isra’ ayat 32, ia mengingatkan agar tidak mendekati zina karena merupakan perbuatan keji. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada istilah pacaran syar’i.

“Yakinlah Allah tidak tidur. Jaga diri, bertakwa, dan semangat belajar. Itulah cara menjadi remaja hebat,” katanya menutup sesi dengan pesan yang mengena.

Sesi Tanya Jawab yang Seru

Suasana semakin cair saat sesi tanya jawab dimulai. Azarine Ayu Zahira Wicaksono, siswa kelas 6, membuka dengan pertanyaan seputar menopause, yang dijawab Bunda Ulfa dengan penjelasan ilmiah:

Baca Juga:  Kasi Pemerintahan Kebomas Pimpin Upacara 10 November di SD Almadany

“Menopause adalah masa ketika perempuan tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, biasanya di usia sekitar 52 tahun.”

Pertanyaan berikutnya datang dari Yaqdhan Pratama, siswa kelas 5yang juga Ketua Penegak Disiplin Sekolah. Dia bertanya, apakah boleh mengucapkan kata mesra setelah menikah nanti.

“Kalau sudah sah menjadi suami istri, justru bernilai ibadah,” jawabnya disambut tawa ringan siswa.

Sementara Dayana Batrisya Sudjatmiko, siswi kelas 6, penasaran tentang batas pergaulan antara laki-laki dan perempuan.

“Batasannya jelas: jaga aurat, jaga jarak, jaga lisan, dan bermedia sosial dengan cerdas,” jawab Bunda Ulfa dengan tenang.

Kegiatan Guest Teacher ini menjadi ruang edukatif yang hangat dan penuh makna. Anak-anak Almadany tidak hanya memahami perubahan fisik dan emosional yang akan mereka alami, tetapi juga belajar menata hati, menjaga diri, dan menumbuhkan iman sejak dini. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni