Feature

Menghidupkan Masjid lewat Inovasi: Rapat Subuh Ar-Royyan Berbuah Tiga Terobosan

814
×

Menghidupkan Masjid lewat Inovasi: Rapat Subuh Ar-Royyan Berbuah Tiga Terobosan

Sebarkan artikel ini
Suasana diskusi Takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Sidoarjo, Senin (12/5/25)

Usai Subuh, Takmir Masjid Ar Royyan berdiskusi di halaman masjid. Ditemani teh Mesir dan roti goreng, lahir tiga program strategis untuk menarik jemaah dan memakmurkan masjid.

Tagar.co – Libur nasional bukan alasan untuk berhenti beraktivitas. Justru di pagi yang lengang itu, pengurus takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Sidoarjo, memanfaatkan momen libur untuk berkumpul dan berdiskusi merancang program masjid.

Senin (12/5/2025), selepas salat Subuh berjemaah, halaman masjid menjadi ruang musyawarah yang hangat, ditemani teh hitam Mesir dan kudapan ala kampung halaman.

Baca juga: Jagalah Agama-Nya, Niscaya Allah Menjagamu

Udara sejuk, langit cerah, dan suasana yang syahdu menjadi latar pertemuan pagi itu. Ditemani teh hitam khas Mesir yang dibawa Usama Nabhan—mahasiswa Al-Azhar Kairo yang sedang pulang kampung—serta biskuit, onde-onde, dan roti goreng, obrolan santai berubah menjadi diskusi penuh semangat.

Diskusi dibuka oleh Bayu Firdaus selaku sekretaris takmir, sementara Ridwan Manan memandu jalannya pembahasan. “Kita sengaja rapat di halaman agar suasana lebih segar. Harapannya, ide-ide baru akan lebih mengalir demi memakmurkan masjid,” ujar Ridwan.

Baca Juga:  Menguatkan Spirit Amanah: Pesan Mendalam Kajian Ahad PCM Ngusikan

Ia menekankan bahwa masjid yang baru beroperasi sejak 1 Ramadan 1446 ini perlu terobosan karena lokasinya tidak berada di tengah permukiman warga, melainkan di pinggir Jalan Raya Lingkar Timur, Desa Siwalanpanji, Buduran.

“Kita harus banyak berinovasi agar semakin banyak jamaah yang hadir, dengan program-program menarik yang memanfaatkan potensi masjid dan sumber daya manusianya,” tegas Ridwan yang juga Kepala SMA Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo.

Ia juga mengingatkan peran strategis takmir masjid dengan mengutip Surah At-Taubah ayat 18, tentang siapa yang layak memakmurkan rumah Allah. “Takmir harus siap berjuang dan berkorban, baik tenaga, pikiran, waktu, bahkan harta,” pesannya.

Diskusi yang berakhir pukul 06.15 WIB itu menghasilkan tiga program utama:

  1. Salat Idul Adha 1446 akan diselenggarakan di halaman Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, dengan khatib Ustaz Mohammad Mas’al, S.H.I., M.Ag.

  2. Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada Sabtu, 11 Dzulhijjah 1446 di halaman utara masjid.

  3. Pelayanan makan gratis bagi jemaah dan masyarakat, sebagai inovasi lanjutan dari program “Jumat Berkah.” Program ini dinamai Café Kemadjoean dan akan dimulai pada Sabtu, 31 Mei 2025 usai salat Isya. Pelaksanaan dijadwalkan dua kali dalam sebulan, setiap hari Sabtu.

Baca Juga:  Tata Cara Menjawab Salam ketika Salat

Untuk pelaksanaan program ini, Hilmi Putra Azhar, Ketua PCPM Buduran, ditunjuk sebagai penanggung jawab Café Kemadjoean, sementara M. Alfian dipercaya sebagai Ketua Panitia Idul Adha 1446.

Dengan semangat kebersamaan dan visi inovatif, Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran siap menebar manfaat lebih luas di tengah masyarakat. (#)

Jurnalis Ridwan Manan Penyunting Mohammad Nurfatoni