Feature

Menggali Ilmu Bisnis dari Pengusaha Ternak

69
×

Menggali Ilmu Bisnis dari Pengusaha Ternak

Sebarkan artikel ini
Menggali ilmu bisnis dilakukan pengurus koperasi desa dan BUMDes Jatinom Blitar. Mereka berkunjung ke pengusaha ternak sukses Hidayatur Rahman.
Hidayatur Rahman

Menggali ilmu bisnis dilakukan pengurus koperasi desa dan BUMDes Jatinom Blitar. Mereka berkunjung ke pengusaha ternak sukses Hidayatur Rahman.

Tagar.co – Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, silaturahmi ke pengusaha ternak Hidayatur Rahman, S.E., M.M., Ahad (15/2/2026) malam.

Pertemuan berlangsung di rumah Hidayatur Rahman di Jalan Maluku, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Pertemuan membahas SPPG MBG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis) dan peluang usaha bagi KDMP dan BUMDes menyuplai dapur MBG.

Rombongan yang hadir berjumlah delapan orang, terdiri kepala desa, sekretaris sesa, pamong, Ketua BUMDes, Ketua KDMP bersama tiga orang pengurus. Rombongan untuk makan malam dahulu. Setelah itu diskusi menggali ilmu bisnis.

Kepala Desa Jatinom, Muhamad Daru Purwinanto menyampaikan, selain silaturahmi , tujuan kunjungan meminta masukan dan menggali ilmu binsis dengan berbagi pengalaman untuk program desa melalui KDMP dan BUMDes.

Hidayatur Rahman yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bercerita pengalaman pengelolaan usaha pertanian dan peternakan hingga kaitannya dengan program desa.

Baca Juga:  Zakat untuk Program MBG? Ini Penjelasan Amil Lazismu

Dayat menyinggung peran Baznas juga memiliki keterkaitan erat dengan desa, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat berbasis komunitas desa.

Lantas dia mengulas peluang usaha ternak unggas yang masih sangat terbuka. Pelaku usaha harus memahami keinginan dan kebutuhan ayam, mulai dari pakan, suhu lingkungan, hingga sistem kandang yang cocok dan aman.

“Kalau di dalam desa sudah tidak memungkinkan untuk membuka kandang, bisa mencari lokasi lain, misalnya di dataran yang lebih tinggi dan sejuk,” kata Hidayat yang Direktur PT Jatinom Indah Blitar, usaha peternakan ayam.

Dayat menjelaskan, ada masa tertentu ketika permintaan ayam sangat tinggi, namun pasokan anak ayam sedikit, sehingga kebutuhan kandang dan suplai menjadi kurang. Kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi desa yang mampu membaca momentum pasar.

Dia menyampaikan sebuah hadis yang menganjurkan memilih lingkungan yang baik untuk mendukung kemajuan.

اَلْجَلِيْسُ الصَّالِحُ كَحَامِلِ الْمِسْكِ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً

Baca Juga:  Habis Lebaran Menunggu Lonjakan Ekonomi

Teman duduk yang baik itu seperti penjual minyak wangi, bisa jadi ia memberimu minyak wangi, atau kamu membeli darinya, atau setidaknya kamu mendapatkan bau harum darinya.

Ia menekankan, ketika sudah masuk ke dunia bisnis, modal bukanlah satu-satunya hal utama. “Ilmu, pengalaman, dan kepercayaan itu yang lebih dulu dibangun. Kalau itu sudah ada, modal bisa menyusul. Semua harus diperhitungkan,” ujarnya.

Potensi Ternak Unggas

Ia lantas membahas potensi usaha ternak unggas desa dengan SPPG MBG. Menurutnya, kebutuhan daging ayam dan telur dalam program makan bergizi gratis sangat besar dan berkelanjutan.

Jika dikelola dengan baik oleh KDMP dan BUMDes, desa bisa menjadi pemasok bahan pangan sekaligus mendapatkan nilai ekonomi yang stabil.

Terkait kebutuhan telur, Dayat juga menyampaikan ide inovatif, yakni mengemas telur dalam bentuk saset.

Telur mentah dipecah lalu dikemas dalam kemasan kecil sekali pakai. Salah satu sasaran utamanya adalah para penjual nasi goreng. “Kalau mau menambahkan telur, tinggal buka saset telur tersebut, praktis dan higienis,” jelasnya.

Baca Juga:  Khotbah di Masjid At-Taqwa Hasan Ungkap Definisi Jenius Sesungguhnya

Ia juga mengingatkan bisnis harus sejalan dengan nilai-nilai agama. “Rukun Islam dan Rukun Iman jangan ditinggalkan. Apapun bisnis, usaha, dan kesibukan kita, ibadah tetap harus dilaksanakan,” pesannya.

Ketua KDMP Jatinom, Waluyo, menyampaikan, gedung KDMP selesai dibangun menggunakan sebagian dana desa. “Alhamdulillah, gedung KDMP sudah jadi. Selanjutnya kami masih merencanakan program apa saja yang akan dijalankan, sehingga kami sangat membutuhkan arahan tentang usaha apa yang cocok untuk desa kami,” katanya.

Direktur BUMDes Jatinom, Mahya Sarjana, menjelaskan, BUMDes telah menjalankan program pengelolaan sampah dan mulai merintis usaha ternak ayam.

“Kami juga berencana menambah kandang lagi. Saat ini semua kandang milik warga kami sewa dengan sistem bagi hasil,” ujarnya.

Ia berharap mendapat menggali ilmu bisnis pengelolaan dan pengembangan usaha ternak ayam agar dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (#)

Jurnalis Agus Fawaid  Penyunting Sugeng Purwanto