
Bersepeda motor melintasi jalanan perbukitan, ibu-ibu Aisyiyah Sendangagung, Paciran, Lamongan, menyalurkan 121 paket sembako. Bukan sekadar bantuan, tapi juga silaturahmi dan empati menyambut Ramadan penuh berkah.
Tagar.co – Matahari sore masih hangat saat belasan ibu-ibu dari Pimpinan Ranting Aisyiyah Sendangagung, Paciran, bersiap menjalankan misi mulia. Mengenakan seragam khas berlogo Aisyiyah—atasan hijau segar, jarit batik coklat, dan kerudung kuning cerah—mereka menaiki motor masing-masing, membawa bingkisan penuh makna untuk warga yang membutuhkan.
Untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1446, Aisyiyah Sendangagung menggelar bakti sosial dengan menyalurkan 121 paket sembako kepada keluarga prasejahtera di Sendangagung dan Sendangduwur. Kecamatan paciran, Kabupaten Lamongan.
Baca juga: Ibu-Ibu Aisyiyah Paciran Senam Pakai Jarik
Dengan penuh semangat, mereka bergerak dari kediaman Bendahara Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), Widiawati, tepat pukul 16.00 WIB, membagi tugas untuk menyampaikan bantuan ke rumah-rumah penerima manfaat.

Tidak sekadar memberikan sembako, metode penyaluran langsung ini dipilih agar para penerima merasakan sentuhan empati dan hangatnya silaturahmi. “Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga berbagi kebahagiaan,” ujar Titin Zuliana, S.P., Ketua PRA Sendangagung.
Medan yang menantang di desa perbukitan tak menyurutkan semangat para ibu-ibu ini. Dengan motor yang dinaiki berboncengan, masing-masing membawa tujuh hingga sepuluh paket, mereka harus ekstra hati-hati melintasi jalanan naik-turun. Tak jarang, mereka harus berhenti sejenak untuk memastikan paket-paket tetap aman hingga sampai ke tangan penerima.
Sumber dana kegiatan ini berasal dari hasil persewaan alat-alat dapur yang dikelola oleh Majelis Ekonomi PRA Sendangagung, serta sumbangan dari para dermawan. Total dana yang terkumpul mencapai Rp 9.815.000,00, dengan setiap paket bernilai Rp 82.000,00, berisi bahan pokok seperti 3 kg beras dan 2 liter minyak goreng—cukup untuk menemani awal Ramadhan yang tinggal dua hari lagi.

Kebahagiaan jelas tergambar di wajah para penerima. Salah satunya, Ibu Tiyami, yang dengan mata berkaca-kaca mengucapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, matursuwun. Mugi-mugi Allah membalas kebaikan Panjenengan semua, memberi umur panjang dan kesehatan,” tuturnya penuh haru.
Bakti sosial ini bukan yang pertama. Tahun lalu, kegiatan serupa juga digelar, dan Titin berharap program ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Semoga paket sembako ini bisa sedikit membantu keluarga Aisyiyah Sendangagung yang membutuhkan, dan bisa menyenangkan hati mereka untuk menemani berbuka puasa pada Ramadhan yang tinggal 2 hari lagi, ujar Umi Marwati, istri Dr. Piet Khisbullah Khaidir—Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, pungkasnya.
Di penghujung hari, saat langit mulai meredup, ibu-ibu Aisyiyah kembali ke rumah masing-masing dengan hati lapang. Lelah tak terasa ketika perjalanan mereka diiringi doa-doa tulus dari warga yang menerima manfaat. Ini bukan sekadar perjalanan menyalurkan sembako, tapi juga perjalanan menebar kebaikan yang membawa berkah bagi semua. (#)
Jurnalis Sri Asian Penyunting Mohammad Nurfatoni












