Feature

MDMC Jatim Kirim Tiga Tim Bantu Bencana Sumatra

34
×

MDMC Jatim Kirim Tiga Tim Bantu Bencana Sumatra

Sebarkan artikel ini
MDMC Jatim secara bergelombang mengirim tiga tim relawan membantu korban bencana Sumatra. Ada yang berangkat lewat darat dan udara.
Tiga relawan MDMC Jatim antre masuk kapal di Pelabuhan Merak, Banten, menuju Aceh.

MDMC Jatim secara bergelombang mengirim tiga tim relawan membantu korban bencana Sumatra. Ada yang berangkat lewat darat dan udara.

Tagar.co – Secara bertahap tiga tim relawan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jawa Timur berangkat membantu korban bencana Sumatra.

Tujuannya Aceh Tamiang, daerah yang paling parah terdampak.

Relawan dibagi berangkat lewat udara dan darat. Tim pertama telah berangkat pertengahan Desember dan telah tiba di Aceh naik mobil Hilux membawa bantuan sembako.

Tim kedua terdiri tiga relawan menempuh jalur darat naik mobil Hilux membawa sembako bantuan SD Katolik Kota Malang dan dua motor trail berangkat Ahad (28/12/2025) dari Ponorogo.

Tim ini berangkat setelah menerima hasil asesmen tim pertama yang membutuhkan tambahan mobil lapangan dan motor trail untuk menjelajah daerah terisolasi.

Awalnya mobil tim kedua mau berangkat naik kapal. Tapi kondisi cuaca dan gelombang besar membuat rencana naik kapal dibatalkan. Lebih baik menempuh jalur darat.

Tim ketiga beranggota tujuh orang berangkat naik pesawat transit Kuala Lumpur lalu ke Aceh pada Selasa (30/12/2025).

Baca Juga:  Sebanyak 28 Relawan Penjaga Lintasan KA Terima Kado Ramadan

Tim kedua terdiri tiga relawan yaitu Aris Nurhadi, A. Mufatachi, dan Harun Arafat. Aris relawan MDMC Blitar menjadi komandan tim.

Aris mengambil mobil Hilux di Kantor PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Jawa Timur Jln. Kertomenanggal Surabaya.

Mobil ini mengangkut bahan bantuan dan dua motor trail. Setelah itu dia menyusul dua relawan MDMC Ponorogo, A. Mufatachi dan Harun Arafat.

“Keberangkatan kami dilepas oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo,” ujar Aris.

Aris menuturkan, semula dia dan dua rekannya satu rombongan dengan tim yang naik pesawat. Setelah menerima laporan hasil asesmen tim pertama, Ketua MDMC Jatim membagi dua tim lagi. Harus ada tim yang membawa mobil, motor trail, dan bantuan sembako ini.

Dari Ponorogo tim menyusuri jalan tol. Di perjalanan tim bertemu dengan relawan MDMC Jawa Tengah dan berbagai daerah lainnya dengan tujuan sama membantu bencana Sumatra.

Tim relawan MDMC Jatim istirahat di Kantor PWM Sumatra Selatan.

Singgah di Palembang

Tim kedua tiba di Pelabuhan Merak, banten, pada Senin (29/12/2025) pukul 11.39 WIB. Pukul 13.00 WIB menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Kemudian menyusuri jalur Sumatra.

Baca Juga:  Elpiji Langka, Laporan Rakyat saat Halalbihalal dengan Bupati

Senin (29/12/2025) malam, tim kedua singgah ke Kantor PWM Sumatra Selatan di Palembang. Mereka koordinasi dengan MDMC Sumatra Selatan.

Pada Selasa, 30 Desember 2025, pukul 15.44 WIB, Aris dan timnya memasuki wilayah lintas timur Jambi. Perjalanan tidak selalu mudah. Di beberapa titik, jaringan komunikasi sangat terbatas.

“Sinyal sulit. Kami lanjut ke arah Riau,” tutur Aris.

Tiba di Pekanbaru malam hari. Mereka istirahat di Universitas Muhammadiyah Riau. Esok pagi berangkat melintasi Sumatra Utara menuju Aceh.

Di sepanjang perjalanan kali ini, Aris mulai menjumpai tanda-tanda bencana. Kondisi jalan rusak, rumah-rumah roboh, lumpur menumpuk, dan kayu gelondongan yang terseret banjir masih berserakan.

“Mudah-mudahan hari Kamis, 1 Januari 2026, sudah sampai di Aceh bergabung dengan relawan MDMC Jatim dan lainnya,” ujar dia.

Meskipun terasa lelah selama perjalanan, semangat Aris dan teman-temannya tetap bersemangat  dengan senyum dan tawa demi tugas dakwah kemanusiaan.

“Ini perjalanan melewati tahun 2025 ke 2026,” ujarnya sambil tertawa lepas. “Pengalaman tahun baru kami habiskan di jalan dalam misi kemanusiaan.” (#)

Baca Juga:  Tarhib Ramadan dalam Bayangan Asap Semeru

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto