Feature

Lailatulqadar, Malam Kedamaian yang Mengalir hingga Fajar

17846
×

Lailatulqadar, Malam Kedamaian yang Mengalir hingga Fajar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi freepik.com premium

Al-Qur’an menyebut Lailatulqadar sebagai malam yang penuh kedamaian hingga terbit fajar. Malam ini menjadi momentum ketika doa naik ke langit dan rahmat Allah turun ke bumi.

Serial Ramadan (25); Muhammad Hidayatulloh (Cak Muhid); Penulis buku seri Epistemologi Qur’ani

Tagar.co – menggambarkan Lailatulqadar sebagai malam yang dipenuhi kedamaian hingga terbit fajar. Pada malam itulah para malaikat turun membawa rahmat, doa-doa manusia melangit, dan hati orang-orang beriman merasakan ketenangan yang sulit ditemukan pada malam-malam lainnya.

Allah berfirman:

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Malam itu penuh kedamaian hingga terbit fajar.” (Al-Qadr: 5)

Ayat ini adalah penutup dari Surah Al-Qadr sekaligus puncak gambaran tentang Lailatulqadar.

Baca juga: Lailatulqadar: Malam ketika Malaikat Turun Berbondong-bondong

Jika sebelumnya Allah menjelaskan kemuliaan malam ini dan turunnya para malaikat, maka ayat terakhir ini menggambarkan suasana spiritualnya: malam yang dipenuhi kedamaian.

Salām: Kedamaian yang Menyeluruh

Kata salām dalam bahasa Arab tidak sekadar berarti “damai”.

Ia juga berarti keselamatan, keberkahan, dan terbebas dari keburukan.

Baca Juga:  Jangan Dekati Batas Allah: Epistemologi Takwa dalam Penutup Ayat Puasa

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa malam ini disebut malam kedamaian karena pada malam itu tidak terjadi keburukan yang menimpa hamba-hamba Allah yang sedang beribadah.

Para malaikat turun membawa rahmat, bukan azab.

Malam tanpa Gangguan

Sebagian ulama juga menafsirkan bahwa malam ini dipenuhi dengan salam dari para malaikat kepada orang-orang yang beribadah.

Menurut penjelasan Al-Qurthubi, para malaikat menyampaikan salam kepada hamba-hamba Allah hingga terbit fajar.

Ini menggambarkan kedekatan yang sangat indah antara langit dan bumi.

Hingga Terbit Fajar

Ayat ini juga menegaskan bahwa keberkahan malam Lailatulqadar berlangsung sepanjang malam:

حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya, peluang ibadah terbuka dari awal malam hingga terbit fajar.

Tidak ada bagian malam yang sia-sia.

Setiap doa, setiap istigfar, setiap ayat yang dibaca memiliki nilai yang sangat besar.

Epistemologi Kedamaian

Dalam kehidupan dunia, manusia sering mencari kedamaian di banyak tempat:

  • harta

  • kekuasaan

  • hiburan

  • popularitas

Namun Al-Qur’an menunjukkan bahwa kedamaian sejati lahir dari kedekatan dengan Allah.

Lailatulqadar adalah malam ketika hati manusia paling dekat dengan sumber kedamaian itu.

Baca Juga:  Tauhid sebagai Spiritual Power: 350 Siswa Smamda Ikuti Darul Arqam di eLKISI

Momentum Hari Ke-24

Hari ke-24 berarti kita masih berada di tengah pencarian Lailatulqadar.

Bisa jadi malam kemarin adalah malamnya.
Bisa jadi malam ini.
Bisa jadi malam berikutnya.

Karena itu Rasulullah ﷺ tidak menentukan satu malam tertentu, tetapi mengajarkan umatnya untuk mencari dengan kesungguhan.

Refleksi

Bayangkan sebuah malam yang dipenuhi kedamaian.

Tidak ada kegelisahan.
Tidak ada kekacauan.
Tidak ada kegundahan.

Hanya doa yang naik ke langit dan rahmat yang turun ke bumi.

Malam itu berlangsung hingga fajar.

Pertanyaannya:

Apakah hati kita ikut merasakan kedamaian itu?
Ataukah kita masih tenggelam dalam kesibukan dunia?

Karena Lailatulqadar bukan hanya malam kemuliaan, tetapi juga malam ketika Allah membuka pintu kedamaian bagi hamba-hamba-Nya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni