
Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Brondong, Kusnul Abidin, S.Pd., M.Pd. mengunjungi PAUD Aisyiyah Mencorek. Dia mengajak guru maupun wali murid untuk sama-sama menjaga kualitas lembaga. Selain itu juga mengajak semua untuk menyukseskan gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
Tagar.co – Rabu pagi yang masih syahdu, (16/7/2025). Sebanyak 51 siswa-siswi PAUD Aisyiyah Mencorek, Sendangharjo, Brondong, Lamongan, Jawa Timur berbaris rapi di halaman sekolah. Tepat pukul 07.30 WIB mereka mengambil posisi siap.
Di belakang anak-anak itu telah berdiri ibu-ibu wali murid. Ada yang mengenakan jilbab warna marun, ungu, hingga kuning gading. Semua tersenyum menyambut kedatangan Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Brondong, Kusnul Abidin, S.Pd., M.Pd., Penilik PAUD Kecamatan Brondong, Khotimatuzahro, S.Pd. dan Kunik, S.Pd., M.Pd., serta Pengawas TK, Alvin Nurul Khoiriyah, S.Pd., M.Pd.
Kedatangan Korwil Kecamatan Brondong beserta rombongan disambut yel-yel dari para guru, ibu-ibu wali murid dan putra-putrinya.
Selamat datang bapak
Selamat datang ibu
Selamat datang kami ucapkan
Di PAUD Aisyiyah
Mencorek tercinta
Salam hangat kami haturkan
Salam….
Salam…..
Terimalah salam dari kami
Yang ingin maju bersama-sama
Salam….
Salam…..
Terimalah salam dari kami
Yang ingin maju bersama-sama
Senenge.. Senenge.. Yo Rahpakat….
Dikunjungi pak Korwil hebat…
Ibu Pengawas Ibu Penilik..
Sugeng rawuh ten PAUD Mencorek…

Bangga Dikunjungi Korwil
Usai bersalaman dan foto bersama, Bapak Korwil beserta rombongan masuk ke ruang TK untuk menyapa lebih dekat anak-anak dan ibu-ibu wali murid.
Didapuk untuk memberikan sambutan pertama, sesepuh Dusun Mencorek, M. Thohir Taqrib, S.Pd.I menyampaikan ucapan selamat datang Bapak Korwil Pendidikan Kecamatan Brondong bersama rombongan di PAUD Aisyiyah Mencorek.
“Walaupun lembaga kami tergolong di lokasi terpencil, tapi Alhamdulillah dikunjungi Bapak Korwil. Mohon maaf jika kami banyak kekurangan,” ujarnya.
Kepada ibu-ibu wali murid, Thohir berpesan agar semua menjaga amanah yang sudah diberikan oleh Allah SWT berupa anak. “Amanat itu harus ibu-ibu jaga dan tunaikan,” pesannya.
Sementara itu, Kusnul Abidin juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya karena kedatangannya sudah disambut sangat meriah.
“Ibu-ibu wali murid semua berseragam. Ini tandanya semua kompak,” pujinya.
Dia juga mengapresiasi PAUD Aisyiyah Mencorek yang beberapa bulan lalu meraih juara I lomba Ayah Bunda Bercerita tingkat Kecamatan Brondong, dan Juara Harapan I tingkat Kabupaten Lamongan.

Ajak Semua Jaga Kualitas Sekolah
Kepada seluruh stakeholder yang hadir, Kusnul berpesan agar semua ikut menjaga kualitas sekolah. Karena memperjuangkan lembaga itu susahnya luar biasa.
“Ini lembaga satu-satunya yang ada di Mencorek, maka ayo kita pertahankan kualitas. Karena kalau tidak dijaga, kita akan kalah. Orang tua sekarang lebih memilih antar jemput anak sekolah, walaupun jaraknya jauh,” katanya.
Dia juga memotivasi para guru agar selalu bersukur dengan profesi yang saat ini dijalani, bersabar dan semangat dalam mendidik anak-anak.
“Saya itu heran. Ibu-ibu guru TK itu HPnya lebih canggih, sepeda motor lebih bagus, baju gonta ganti. Mungkin itu cara Allah meluaskan rejeki. Barangkali tidak dari yang perempuan (istri) ya dari yang laki-laki (suami),” ucapnya.
“Ibu-ibu juga agar semangat mendidik anak-anak. Kita tidak tahu masa depan mereka. Bisa jadi hari ini kita anggap anak yang biasa, ternyata besok bisa jadi orang sukses,” imbuhnya.
Kepada wali murid yang hadir, Kusnul menegaskan bahwa orang tua harus punya tanggung jawab yang besar terhadap pendidikan putra-putrinya.
“Kalau sekolah jangan minta gratis terus nggeh bu? Berkahnya beda. Toh, biaya 2 juta sudah cukup untuk membiayai sekolah putra-putrinya njenengan to?” tanyanya. Hal itu dia komparasikan dengan mudahnya orang tua membeli pulsa. Padahal anak adalah investasi masa depan.

Ajak Sukseskan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Kusnul juga mengingatkan kepada orang tua bahwa pendidikan tidak cukup hanya di TK. Tapi perlu terus berlanjut, bahkan kalau bisa hingga perguruan tinggi. “Tapi jangan lupa untuk selalu mengontrol kondisi anak saat sekolahnya jauh. Karena tidak sedikit, mereka yang izinnya kuliah di luar kota, namun tidak pernah masuk. Justru di kos terus,” paparnya.
Dia juga mengajak para orang tua untuk menyukseskan program Mendikdasmen tentang 7 kebiasaan anak Indonesia hebat. Pertama bangun pagi. Kedua, beribadah. Ketiga, berolahraga. Keempat, makan sehat dan bergizi. Kelima, gemar belajar. Keenam, Bermasyarakat. Ketujuh, tidur cepat.
Kusnul menjelaskan, saat ini Kementerian Sosial membuat program Sekolah Rakyat. Jika ada orang tua yang mendapatkan surat dari Kemensos agar anaknya disuruh sekolah di Sekolah Rakyat, maka dia menyarankan orang tua tersebut agar gerak cepat dan serius untuk mendaftar.
“Sekolah rakyat itu dikhususkan untuk warga miskin. Jadi kalau ibu-ibu di sini besok-besok ada yang mendapatkan surat, segera daftarkan anaknya. Karena tidak banyak yang diterima. Contohnya di Brondong ini kemarin hanya menerima 75 anak. Sekolah rakyat ini berasrama, dan gratis sampai lulus,” jelasnya.

Pentingnya Asah, Asih, Asuh
Senada dengan Kusnul, Penilik PAUD Kecamatan Brondong, Khotimatuzzahro juga mengajak ibu-ibu wali murid untuk memperhatikan tumbuh kembang anak dengan rumus 3 A. Yakni Asah, Asih, Asuh.
“Asah. Pisau kalau diasah kan semakin tajam ya bu? Begitu juga dengan otak anak kita. Maka ayo asah otak anak kita dengan belajar. Belajar dengan cara bercakap-cakap, bercerita. Ajak mereka bermain di luar, bersosialisasi, bermasyarakat. Main ke gunung dan lain-lain. Semua itu untuk mengasah otak mereka. Biarkan anak berkembang sesuai usianya,” ungkapnya.
Kedua, Asih. Yakni memberikan kasih sayang. “Ini penting. Bahwa kita bisa sabar tidak? Ya harus sabar bu. Kalau anak-anak hari ini disayangi, besok mereka akan sayang kita,” ucapnya.
Ketiga, Asuh. Ini berhubungan dengan makanan bergizi dan investasi pendidikan untuk anak. “Bahwa anak adalah investasi masa depan. Maka mari kita asuh sebaik-baiknya. Kalau beli baju, besok-besok akan jadi lap. Tapi kalau pendidikan anak, semua untuk jangka panjang. Karena doa anak saleh dapat terus mengalirkan pahala bagi orang tua,” paparnya.
Di akhir acara, dilaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama Gerakan Paduraksa Hebat dalam rangka mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Wajib Belajar 13 Tahun. (#)
Jurnalis Nely Izzatul












