Feature

Kisah Haji Tukang Sapu Legiman Jadi Sorotan Media Internasional

1747
×

Kisah Haji Tukang Sapu Legiman Jadi Sorotan Media Internasional

Sebarkan artikel ini
Legiman dan istri (Foto Saudi Press Agency)

Legiman, petugas kebersihan asal Ambarawa, menabung selama hampir 40 tahun demi berangkat haji bersama istrinya. Kisahnya viral hingga diberitakan media internasional sebagai simbol ketekunan dan harapan dari rakyat kecil.

Tagar.co – Tidak ada yang menyangka, dari sudut kecil Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, muncul sosok sederhana yang kisah hidupnya menembus batas negara. Ia bukan tokoh terkenal, bukan pula orang berkecukupan. Ia hanya Legiman, seorang petugas kebersihan jalanan, yang mengukir sejarahnya sendiri dengan ketekunan dan harapan.

Selama 39 tahun, Legiman menabung sedikit demi sedikit, menyisihkan Rp1.000 setiap hari sejak 1986. Tujuannya satu: bisa berangkat haji bersama istri tercinta. Meskipun penghasilan terbatas dan hidup dalam kesederhanaan, ia tidak pernah menyerah. Baginya, melihat Ka’bah bukan hanya impian, tetapi tujuan hidup yang tak boleh dilewatkan.

Dari Kisah Lokal Menuju Panggung Internasional

Kisah Legiman mendapat perhatian setelah diberitakan oleh Kemenag.go.id pada 30 April 2025. Cerita itu lalu menyebar cepat ke berbagai media nasional, sebelum akhirnya menjadi buah bibir di tingkat global. Saudi Press Agency (SPA) memberitakannya pada 17 Mei 205 dengan judul, Four Decades of Dedication: Sanitation Worker, Wife Fulfill Hajj Dream through Makkah Route Initiative.

Lalu sebuah media Islam internasional, The Islamic Information, mengangkat kisahnya dengan tajuk: “Indonesian Couple Arrive To Perform Hajj 2025 After 40 Years of Saving.”

Bersama sang istri, Baniyah, Legiman tergabung dalam Kloter 35 Embarkasi Solo (SOC 35) dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 11 Mei 2025. Mereka menjalani perjalanan spiritual yang telah ditunggu hampir empat dekade lamanya.

Baca Juga:  Kartel Haji, Babat Saja!

Tak hanya menyentuh pembaca di Indonesia, kisah Legiman juga menggugah publik dunia. Ia dianggap sebagai lambang keteguhan iman dari kalangan paling bawah—sebuah bukti bahwa ibadah haji tidak hanya milik mereka yang berharta, melainkan juga milik mereka yang bersabar dan bersungguh-sungguh.’

Kepada Saudi Press Agency (SPA), Legiman mengungkapkan rasa bahagianya yang mendalam. “Kebahagiaan ini luar biasa. Saya tidak pernah membayangkan akhirnya bisa melihat Ka’bah dengan mata kepala sendiri. Saya bersyukur kepada Allah, dan kepada semua pihak yang telah mendukung kami, terutama mereka yang terlibat dalam Inisiatif Rute Makkah yang telah membuat perjalanan ini jauh lebih mudah dari yang saya bayangkan,” ungkapnya.

Dibantu Inisiatif Rute Makkah

Keberangkatan Legiman dan istri difasilitasi oleh Mecca Route Initiative, program unggulan Pemerintah Arab Saudi yang menyederhanakan proses pemberangkatan haji. Melalui program ini, proses pemeriksaan kesehatan, perekaman biometrik, dan visa dilakukan sejak di Indonesia, sehingga para jemaah dapat langsung fokus menjalani ibadah setibanya di Saudi.

Program ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga menjadi simbol perhatian Kerajaan terhadap jemaah dari negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia.

Baca Juga:  Saatnya Tata Kelola Haji Berkelas Dunia: Integritas, Digital, dan Spiritual

Iman, Sabar, dan Doa yang Tidak Pernah Padam

Perjuangan Legiman dimulai pada tahun 1986, ketika ia mulai menyisihkan sebagian kecil dari penghasilannya yang sangat terbatas. Pada 2012, ia berhasil mendaftar haji, namun harus masuk daftar tunggu hingga 2026. Takdir berkata lain: ia justru diberangkatkan lebih cepat, pada 2025.

“Ini benar-benar hadiah dari Allah,” ucapnya singkat.

Bersama istrinya, ia meninggalkan kampung halaman membawa rasa syukur yang tak terkira. Tak ada koper mewah atau rombongan elit. Hanya sepasang suami istri yang membawa tekad dan cinta kepada Tuhan.

Pesan dari Legiman untuk Dunia

Kini, nama Legiman dikenal di berbagai negara sebagai simbol harapan dan ketulusan. Dari pekerjaan menyapu jalanan, ia mengajarkan dunia tentang arti ketabahan dan kekuatan niat.

“Yang penting yakin dan jangan menyerah. Allah pasti buka jalan,” kata Legiman, seakan menitipkan pesan kepada siapa saja yang merasa impian mereka terlalu tinggi.

Dari jalan-jalan kecil di Ambarawa, Legiman melangkah ke Tanah Suci, dan dari sana kisahnya menjangkau dunia. Ia tidak hanya menunaikan rukun Islam kelima, tapi juga menunaikan takdirnya sebagai inspirasi bagi jutaan orang. (#)

Baca Juga:  Siskohatkes Jadi Fondasi Baru Layanan Kesehatan Jemaah Haji

Penyunting Mohammad Nurfatoni