Feature

Ketua PWM Jatim Resmikan Apotek Mentari Farma dan Gedung Dakwah Muhammadiyah Bondowoso

135
×

Ketua PWM Jatim Resmikan Apotek Mentari Farma dan Gedung Dakwah Muhammadiyah Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Ketua PWM Jawa Timur meresmikan Apotek Mentari Farma dan Gedung Dakwah sebagai tonggak kemajuan ekonomi serta kesehatan bagi masyarakat Bondowoso dalam momentum hangat pengajian Syawalan.
Ketua PWM Jawa Timur meresmikan Apotek Mentari Farma dan Gedung Dakwah Muhammadiyah Bondowoso. (Tagar.co/Arif Efendi)

Ketua PWM Jawa Timur meresmikan Apotek Mentari Farma dan Gedung Dakwah sebagai tonggak kemajuan ekonomi serta kesehatan bagi masyarakat Bondowoso dalam momentum hangat pengajian Syawalan.

Tagar.co — Ratusan warga dan simpatisan Muhammadiyah memadati Masjid Al-Huda Bondowoso, Ahad, 5 April 2026. Suasana hangat Idulfitri masih terasa kental saat mereka berkumpul untuk mengikuti pengajian Syawalan.

Namun, agenda hari itu bukan sekadar silaturahmi biasa. Kehadiran Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., membawa semangat baru bagi persyarikatan di Kota Tape ini.

Acara bermula dengan penandatanganan prasasti untuk enam gedung baru yang telah rampung pembangunannya. Momentum ini menandai akselerasi infrastruktur Muhammadiyah di Bondowoso. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bondowoso M. Malik, M.Ag.  menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan ini memiliki tujuan besar untuk memperkuat rasa kepemilikan warga terhadap persyarikatan.

“Kami bertujuan memperkuat rasa kepemilikan persyarikatan dan membangun kebersamaan. Dengan kebersamaan, kita bisa mencapai segala sesuatu di masa depan,” ujarnya dengan nada optimis.

Baca Juga:  Seni Memaafkan: Pesan Sejuk Sukadiono di Bondowoso

Setelah itu, Malik menekankan, dakwah tidak boleh berhenti pada lisan semata. Menurutnya, perluasan jaringan dan komunikasi dengan berbagai kelompok menjadi kunci agar jangkauan dakwah Muhammadiyah semakin luas dan inklusif di tengah masyarakat.

Baca Juga: Seni Memaafkan: Pesan Sejuk Sukadiono di Bondowoso

Ketua PWM Jawa Timur meresmikan Apotek Mentari Farma dan Gedung Dakwah sebagai tonggak kemajuan ekonomi serta kesehatan bagi masyarakat Bondowoso dalam momentum hangat pengajian Syawalan.
Kepak sayap merpati menandai peresmian Apotek Mentari Farma dan Gedung Dakwah Muhammadiyah Bondowoso. (Tagar.co/Arif Efendi)

Dari Kepak Merpati hingga Apotek

Usai pengajian yang mencerahkan, Prof. Sukadiono beserta jajaran PDM Bondowoso melakukan long march kecil. Mereka berjalan kaki menuju lokasi Apotek Mentari Farma dr. Rauf yang letaknya tak jauh dari masjid. Langkah kaki para kader dan simpatisan ini menjadi simbol gerak maju organisasi menuju kemandirian ekonomi di bidang kesehatan.

Setelah sampai di depan apotek, suasana berubah menjadi riuh penuh syukur. Prosesi peresmian berlangsung unik dan sarat makna. Pengurus melepaskan burung merpati ke udara sebagai simbol kebebasan dan cita-cita yang tinggi, disusul dengan pemotongan pita. Dengan prosesi tersebut, Apotek Mentari Farma dr. Rauf secara resmi mulai beroperasi melayani kebutuhan medis masyarakat umum.

“Harapan kami, gedung dakwah dan apotek ini membawa manfaat secara luas. Siapa saja boleh memanfaatkannya dengan tetap menjaga nilai-nilai agama serta norma yang ada dalam persyarikatan,” tambah Malik. Ia memimpikan tempat ini bukan sekadar toko obat, melainkan titik awal bagi pengembangan amal usaha yang lebih besar, seperti klinik kesehatan di masa mendatang.

Baca Juga:  Idulfitri 20 Maret 2026, Muhammadiyah Bondowoso Siapkan 6 Lokasi Salat Id
Ketua PWM Jawa Timur meresmikan Apotek Mentari Farma dan Gedung Dakwah sebagai tonggak kemajuan ekonomi serta kesehatan bagi masyarakat Bondowoso dalam momentum hangat pengajian Syawalan.
Ketua PWM Jawa Timur turut melepas merpati saat meresmikan Apotek Mentari Farma dan Gedung Dakwah Muhammadiyah Bondowoso. (Tagar.co/Arif Efendi)

Mimpi Besar Menuju Rumah Sakit

Pada kesempatan itu, peresmian tidak berhenti di teras apotek. Rombongan berlanjut ke bagian belakang bangunan untuk meresmikan Gedung Dakwah Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo. Di sana, keluarga almarhum dr. Rauf selaku pewakif tanah turut hadir menyaksikan pemotongan pita. Kehadiran keluarga pewakif ini menjadi bukti nyata sinergi antara kedermawanan individu dan pengelolaan organisasi yang amanah.

Kemudian, Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Sukadiono, memberikan apresiasi setinggi langit atas kekompakan PDM dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bondowoso. Ia melihat kolaborasi ini sebagai fondasi yang kokoh untuk membangun pilar-pilar dakwah, terutama di sektor kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Apotek Mentari Farma ini akan menjadi cikal bakal pengembangan amal usaha bidang kesehatan ke depan. Kita mulai dari apotek, berkembang menjadi klinik, hingga akhirnya berdiri Rumah Sakit Muhammadiyah Bondowoso,” tegas Prof. Sukadiono.

Akhirnya, visi tersebut bersambut tepuk tangan riuh, menandai babak baru bagi Muhammadiyah Bondowoso untuk terus berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa. (#)

Baca Juga:  Melatih BMB3 dalam Puasa

Jurnalis Arif Efendi Penyunting Sayyidah Nuriyah