Feature

Kebun Stevia Bikin Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Kagumi Taman Firdaus Smamdela

265
×

Kebun Stevia Bikin Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Kagumi Taman Firdaus Smamdela

Sebarkan artikel ini
Kebun Stevia "Taman Firdaus" Smamdela Gresik ajarkan siswa tanam nilai ketekunan dan kepedulian. Dikunjungi tokoh Muhammadiyah, simbol pendidikan yang tumbuh manis alami.
Jamaludin di Taman Firdaus Smamdela kagum dengan tanaman Stevia. (Tagar.co/Stevinandhita) 

Kebun Stevia “Taman Firdaus” Smamdela Gresik ajarkan siswa tanam nilai ketekunan dan kepedulian. Dikunjungi tokoh Muhammadiyah, simbol pendidikan yang tumbuh manis alami.

Tagar.co – Ahad pagi (26/10/2025), udara Gresik menyuguhkan kesejukan dan kebersihan setelah hujan semalam. Di halaman belakang SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), beberapa siswa asyik menyiram tanaman. Tawa renyah mereka berpadu mesra dengan aroma tanah basah.

Di tengah taman kecil itu berdiri papan bertuliskan “Taman Firdaus”. Inilah kebun hasil karya siswa yang tumbuh dari ide sederhana pelajar untuk belajar mencintai alam lewat menanam.

Pagi itu menjadi istimewa. Selesai Kajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cerme, sekolah kedatangan tamu spesial. Ialah Ketua LPCRPM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Drs. H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi. Ia didampingi Bambang Suhermanto (PCM Cerme) dan Haris dari Majelis Tablig. Kunjungan mereka berupa silaturahmi ringan, tetapi berujung pada kejutan kecil: kebun Stevia buatan siswa Smamdela.

Memasuki area taman, langkah Jamaludin terhenti di depan deretan tanaman hijau mungil yang tumbuh subur. Ia menatapnya penuh penasaran. “Saya tahu gula Stevia,” ujarnya pelan sambil tersenyum, “tapi baru kali ini saya melihat tanamannya langsung.”

Baca Juga:  Melihat Singo Barong, Kuliner, sampai Pijat Gratis di Stand PCM Ponorogo

Ucapan sederhana itu sontak mengundang senyum lebar dari seluruh hadirin. Mereka tidak menyangka tanaman kecil yang rutin dirawat setiap pagi mampu memantik kekaguman seorang tokoh nasional Muhammadiyah.

Tanam Nilai, Tuai Manfaat

Kemudian, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan Ahmad Rizal Azdka, S.Pd menjelaskan, Taman Firdaus adalah hasil kolaborasi siswa yang ingin belajar menanam tanaman bermanfaat. “Kami ingin anak-anak paham bahwa menanam bukan hanya soal biologi, tapi juga rasa tanggung jawab. Dari satu batang Stevia yang dulu mereka tanam, kini sudah tumbuh menjadi puluhan,” jelasnya.

Stevia terkenal sebagai pengganti gula alami yang menyehatkan, cocok untuk penderita diabetes dan mereka yang ingin mengurangi konsumsi gula pasir. Dari daun kecil inilah siswa belajar, hal sederhana pun dapat membawa manfaat besar. Mereka belajar sabar menunggu tunas tumbuh, belajar merawat dengan konsisten, dan belajar memetik hasil tanpa tergesa.

Bagi Jamaludin, kebun kecil ini menyimpan pesan besar. “Saya melihat semangat luar biasa di sini,” katanya saat berkeliling taman. “Anak-anak Smamdela tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam nilai. Nilai kepedulian, ketekunan, dan cinta terhadap ciptaan Allah.”

Baca Juga:  Aisyi Anggun Hidayati: Lentera Pendidikan Sepuluh Anak Asuh

Manis Sejati dari Niat Tulus

Alhasil, kata-kata Jamaludin meneguhkan makna Taman Firdaus: taman yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis dan spiritual. Di sana, siswa belajar, kebaikan bisa tumbuh dari tanah yang sederhana, dan manis sejati bukan berasal dari gula, melainkan dari niat yang tulus.

Ketika rombongan berpamitan, matahari perlahan sudah naik. Di antara deretan daun Stevia yang bergoyang lembut, tersisa semangat baru untuk terus menanam, belajar, dan berbagi manfaat. Taman Firdaus kini tidak hanya menjadi kebun sekolah, tetapi juga simbol kecil tentang bagaimana pendidikan dapat tumbuh manis seperti daun Stevia, yang membuat siapa pun yang melihatnya tersenyum kagum. (#)

Jurnalis Liset Ayuni Penyunting Sayyidah Nuriyah