Feature

Kajian Ahad Pagimu PCM Ngagel Perkuat Sikap Muhammadiyah Merespons Dinamika Natal

43
×

Kajian Ahad Pagimu PCM Ngagel Perkuat Sikap Muhammadiyah Merespons Dinamika Natal

Sebarkan artikel ini
Dr. K.H. Tafsir, M.Ag menyampaikan materi kajian Ahad Pagimu PCM Ngagel, Ahad (14/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Kajian Ahad Pagimu yang digelar PCM Ngagel Surabaya menjadi ruang penguatan sikap Muhammadiyah dalam merespons dinamika Natal, sekaligus mempererat kohesivitas warga perserikatan melalui dakwah yang berimbang dan berkemajuan.

Tagar.co – Majelis Tabligh dan Lembaga Dakwah Komunitas  Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, Kota Surabaya, kembali menghadirkan ruang pencerahan melalui Kajian Ahad Pagimu bertema “Sikap Muhammadiyah dalam Merespons Dinamika Natal”, Ahad (14/12/2025).

Kegiatan ini berlangsung khidmat di lantai 6 Gedung SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Tower, Jalan Pucang Anom No. 91, Surabaya.

Baca juga: Ceramah Segar Dr. Nurbani Yusuf: Dari Pesugihan Halal hingga Tausiah Berbayar

Sejak pukul 06.00 WIB, semangat kebersamaan sudah terasa. Peserta kajian yang berasal dari unsur Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) beserta organisasi otonom (ortom), serta seluruh amal usaha di lingkungan PCM Ngagel, memadati ruang utama Smamda Tower. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya ikatan organisasi dan antusiasme dalam menimba ilmu keislaman.

PCM Ngagel dikenal memiliki sejumlah amal usaha pendidikan yang diperhitungkan di Kota Surabaya, di antaranya Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya, SD Muhammadiyah 4 Pucang, SMP Muhammadiyah 5, dan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Bahkan, beberapa di antaranya telah menjadi rujukan di tingkat nasional.

Baca Juga:  PRM Medokan Semampir Matangkan Pembangunan Masjid Strategis, PWM Jatim Beri Arahan Fundraising
M. Sjamsu Hudaja, S.Ag sebagai direjen dalam acara kajian Ahad Pagimu PCM Ngagel, Ahad (14/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Acara dibuka oleh Astrit, S.Pd., guru SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, yang memandu kegiatan dengan tutur kata santun dan hangat. Suasana kian semarak saat lagu Sang Surya menggema di seluruh ruangan, dipimpin secara energik oleh M. Sjamsu Hudaja, S.Ag., yang berhasil membangkitkan semangat jamaah.

Ketua PCM Ngagel, Drs. H. Ahmad Zaini, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Kajian Ahad Pagimu merupakan instrumen kohesivitas organisasi yang terus dijaga. Ia mengajak seluruh jamaah untuk mengikuti kajian dengan penuh keikhlasan dan kegembiraan.

“Kajian Ahad Pagimu ini adalah identitas kita dalam bermuhammadiyah. Mari kita ikhlaskan niat untuk belajar dan bergembira bersama dalam ber-Muhammadiyah,” ujarnya.

Sebelum memasuki materi utama, Lazismu PCM Ngagel mengajak jemaah untuk berbagi kepedulian dengan menyisihkan rezeki bagi saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatra.

Ketua PCM Ngagel Drs. H. Ahmad Zaini, M.Pd memberi sambutan dalam acara kajian Ahad Pagimu, Ahad (14/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Dengan sigap, tim Lazismu menyebar di tengah jemaah sambil membawa kotak donasi yang dilengkapi kode QRIS, memudahkan peserta yang tidak membawa uang tunai.

Kekhidmatan kajian semakin terasa saat penceramah utama, Dr. K,H. Tafsir, M.Ag., mulai menyampaikan materi. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah itu menguraikan ayat-ayat Al-Qur’an secara mendalam dan kontekstual, selaras dengan tema kajian.

Baca Juga:  Edutainment Baitul Arqam Baratajaya: Belajar Akidah lewat Cerita, Film, dan Diskusi Interaktif

“Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa mengucapkan selamat Natal itu haram hukumnya bagi kita sebagai umat beriman,” ujar K.H. Tafsir mengawali paparannya.

Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah telah memiliki sikap yang jelas terkait persoalan tersebut melalui fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid.

Sebagian peserta Kajian Ahad Pagimu PCM Ngagel, Ahad (14/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Dengan pendekatan lugas dan reflektif, K.H. Tafsir menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar teks dogmatis, melainkan kitab petunjuk yang mengajak umat berpikir kritis, arif, dan berimbang dalam menyikapi realitas sosial.

“Al-Qur’an adalah ketetapan yang tidak berubah, tetapi pemahaman dan pengamalan kita bisa menyesuaikan ruang dan waktu agar tetap relevan di setiap zaman,” tambahnya.

Ia juga mengajak jemaah untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabikul khairat). Menurutnya, kiprah Muhammadiyah selama lebih dari satu abad menunjukkan bahwa penafsiran Al-Qur’an yang berkemajuan telah melahirkan kebijakan dan amal usaha yang luar biasa.

“Muhammadiyah belum selesai menafsirkan Al-Qur’an. Baru beberapa ayat dan surat saja sudah melahirkan banyak amal usaha. Ini ladang kebaikan bagi kita semua,” tuturnya.

Pesan-pesan dakwah yang disampaikan membuat jemaah tertegun sekaligus tercerahkan, menyadari pentingnya sikap bijak, toleran, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam merespons dinamika kehidupan beragama.

Baca Juga:  Seminar Parenting TK Aisyiyah 39 Surabaya: Kedekatan Emosional Jadi Fondasi Karakter Anak

Menjelang penutupan, kebahagiaan jemaah kian bertambah. PCM Ngagel membagikan voucher belanja gratis yang dapat digunakan di deretan stan UMKM yang berjajar rapi di area ground floor Smamda Tower.

Beragam produk ditawarkan, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, hingga perlengkapan rumah tangga, menghadirkan semarak sekaligus menguatkan denyut ekonomi umat.

Kajian Ahad Pagimu ini tidak hanya menjadi ruang penguatan spiritual dan intelektual, tetapi juga wadah silaturahmi, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi—sebuah potret dakwah Muhammadiyah yang menyentuh hati dan membumi.

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni